VIDEO: Cegah Klaster Baru, Satgas COVID-19 Semprot Disinfektan di Gereja

Oleh Agustina Melani pada 27 Des 2020, 09:27 WIB
Diperbarui 27 Des 2020, 09:27 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Untuk menekan penularan COVID-19, jelang Perayaan Natal. Tim Gabungan Satgas Covid-19, dan Palang Merah Indonesia dan relawan, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah gereja di Jember, dan Pamekasan, Jawa Timur. Sterilisasi dengan menyemprot cairan disinfektan, dilakukan ke seluruh sudut gereja, dan tempat duduk jemaat yang akan digunakan untuk beribadah.

Tim Gabungan Palang Merah Indonesia dan Satgas Covid-19, tak hanya menyemprot cairan disinfektan di dalam ruangan, tapi juga di sekitar halaman gereja. Hal ini untuk mencegah klaster baru dalam gereja perayaan natal.

Selain gereja di kawasan kota, tim gabungan juga menyemprotkan cairan disinfektan ke berbagai gereja yang berada di pinggir kota, termasuk permintaan penyemprotan di Kecamatan Ambulu, Jember, lantaran seorang pendeta terpapar COVID-19

"Pemerintah melalui satgas sudah memberikan pembatasan tentang kegiatan misa di gereja dikurangi, dan bahkan ada yang ditiadakan, namun demikian bagi PMI, melihat, membaca perkembangan terutama di Kota Jember, angka daripada yang terpapar selalu bertahan dan meningkat, maka kami menganggap terhadap gereja semuanya menghadapi natal dan misa natal, kita harus melakukan penyemprotan, tentu kita harus sinergi dengan semuanya mengupayakan bisa berjalan dengan baik dan tidak bertambah terpaparnya masyarakat yang mengikuti misa karena corona," ujar Zaenal Marzuki, Ketua PMI Jember, seperti dilansir dari Liputan6, 25 Desember 2020.

Sedangkan di Pamekasan, relawan penanggulangan bencana kabupaten setempat, melakukan penyemprotan disinfektan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Shalom Pamekasan, Madura.

Di Pamekasan terdapat enam gereja, namun penyemprotan disinfektan dilaksanakan di empat gereja. Pasalnya satu gereja tidak melaksanakan peribadatan, dan satu gereja lagi ditutup sementara, setelah seorang jemaatnya dinyatakan positif COVID-19.

“Kita ini hanya ibadah biasa, jadi ndak ada perayaan besar-besaran, hanya ibadah biasa, karena 25 kok ndak enak kalau ndak ada ibadah,” jelas Pdt Yusak Kosasih, Pendeta GPPS Shalom Pamekasan.

Masyarakat diimbau, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak tempat duduk yang telah disediakan.