VIDEO: Banjir Lebih Lama Surut di Babat Lamongan, Mengapa?

Oleh Agustina Melani pada 15 Apr 2020, 14:35 WIB
Diperbarui 15 Apr 2020, 14:35 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Sudah dua hari ini banjir akibat hujan deras di Lamongan, Jawa Timur, belum juga surut, tapi banjir kali ini tambah meluas. Untuk menanggulangi banjir, enam pompa dan pompa portabel dijalankan untuk membuang air banjir ke Sungai Bengawan Solo.

Banjir di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur belum juga surut. Banjir yang disebabkan hujan deras tersebut, bahkan meluas hingga ke tiga wilayah, yakni, Kelurahan Babat, dan Banaran, serta Desa Bedahan.

Selain kondisi wilayah yang rendah, air banjir ini juga diprediksi kiriman dari selatan Kecamatan Babat. Tingginya intensitas banjir, membuat sungai-sungai yang melintas di wilayah tersebut tak bisa menahan air, hingga meluap ke permukiman warga. Tak hanya ribuan rumah warga yang terdampak banjir, fasilitas umum seperti mushala juga kebanjiran. Berikut video pemberitaannya pada Fokus, 13 April 2020.

Banjir seperti ini akan lama surut. Sebab, selain hujan masih sering terjadi, Bengawan Solo yang melintas di sekitar Kecamatan Babat, permukaan airnya lebih tinggi.

Jadi air banjir dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Babat tidak bisa mengalir ke Bengawan Solo. Untuk mengurangi air banjir yang ada di wilayah Kecamatan Babat ini. Enam pompa, dan satu pompa portabel dijalankan untuk menyedot air banjir, dan dibuang ke Bengawan Solo.

Sebelumnya, tanggul sungai di Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Lamongan, jebol pada Sabtu pagi, hingga air sungai merendam area persawahan warga. Banjir ini disebabkan hujan deras selama dua hari, yang mengguyur kawasan tersebut, hingga debit air sejumlah sungai meluap.

 

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.