VIDEO: Persiapan Ogoh-Ogoh Hari Raya Nyepi di Desa Adat Patoman Banyuwangi

Oleh Agustina Melani pada 21 Mar 2020, 09:06 WIB
Diperbarui 21 Mar 2020, 09:06 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun 1942 Saka, warga Desa Adat Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai membuat ogoh-ogoh.

Masa libur sekolah akibat dampak penyebaran Covid-19 dimanfaatkan para pelajar, bergotong-royong menyelesaikan ogoh-ogoh untuk melengkapi prosesi perayaan Nyepi tahun ini. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 19 Maret 2020.

Di Balai Dusun Desa Adat Patoman, warga umat Hindu, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua bergotong-royong membuat ogoh-ogoh. Memanfaatkan waktu libur sekolah karena adanya virus corona, mereka mulai merangkai bangunan patung ogoh-ogoh, untuk mengisi waktu senggang.

Ada yang bertugas mengukir, mewarnai, juga memasang beberapa aksesoris di bagian tubuh ogoh-ogoh. Mereka mendapat ilmu membuat patung khas perayaan Nyepi itu, turun temurun dari leluhur mereka.

Untuk bahan pembuatannya, mereka memanfaatkan barang bekas, di antaranya bambu bekas, kertas semen, sapu bekas, hingga beberapa bahan sisa pembuatan tahun lalu.

Proses pembuatan sebuah ogoh-ogoh tidaklah mudah, kesulitan pembuatannya terletak di bagian kepala, yakni pemasangan rambut dan membuat hiasan yang berbentuk ukiran. Untuk sebuah ogoh-ogoh dibutuhkan waktu hingga satu bulan.

Pada perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini, pemuda-pemudi Hindu ini membuat tiga jenis patung ogoh-ogoh. Patung raksasa ini merupakan kelengkapan prosesi perayaan Nyepi, yang menggambarkan sosok angkara murka yang harus dikalahkan manusia, agar kembali suci.

Pembuatan ogoh-ogoh ini, sudah menjadi tradisi di Desa Adat Patoman atau sering dikenal dengan nama Kampung Bali Patoman untuk persiapan menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun 1942 Saka yang jatuh pada 25 Maret.