VIDEO: Pelajar SD dan SMP di Jombang Isi Liburan Bermusik Keroncong

Oleh Agustina Melani pada 08 Jan 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 20:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Menikmati momen libur panjang Natal dan Tahun Baru di lokasi wisata atau sekadar jalan-jalan, mungkin sudah biasa. Nah di Jombang, Jawa Timur, sekelompok siswa memilih mengisi liburan dengan kegiatan bermusik keroncong.

Selain menyalurkan hobi seni, kegiatan itu dilakukan karena mengaku bosan dengan kemacetan jalan raya dan keramaian di tempat wisata. Mari kita simak videonya pada Fokus, 3 Januari 2020.

Banyak cara yang dilakukan para orangtua untuk mengisi waktu luang anaknya di musim liburan sekolah, seperti di Desa Jombatan, Jombang. Puluhan pelajar mulai dari SD hingga SMP, menghabiskan waktu liburannya dengan belajar musik keroncong.

Sanggar Kelompok Keroncong Anak Indonesia atau KKAI, yang berada di Desa Jombatan, Jombang, Jawa Timur ini, selalu ramai setiap musim libur sekolah. Sanggar ini khusus memberikan pelajaran musik keroncong, terlebih pada mereka yang masih di usia sekolah.

Untuk mengisi waktu luang anaknya, banyak para orang tua yang sengaja memasukkan anaknya di sanggar ini, untuk menghindari kegiatan tidak produktif, seperti bermain ponsel atau keluar rumah tanpa tujuan saat libur sekolah. Alhasil, banyak pelajar mulai tingkat SD yang sudah mahir bermain alat musik seperti biola, cello, dan jenis alat musik keroncong lainnya.

Menurut salah satu pelajar yang mengikuti latihan, dengan berlatih di sanggar ini, dirinya bisa mengurangi bermain ponsel saat liburan. Hasilnya, mereka sudah bisa menguasai aneka alat musik keroncong yang kini justru tak banyak dimainkan para kaum muda.

Pemilik sanggar yang sekaligus pelatih musik keroncong mengatakan, pada hari libur banyak pelajar yang ingin menghabiskan waktu liburnya, dengan bermain musik. "Tak hanya menyalurkan hobi, peserta didiknya mampu berprestasi di bidang seni," ujar dia.

Orangtua berharap, anaknya lebih banyak belajar di luar pelajaran sekolah. Terlebih belajar alat musik yang kini justru banyak ditinggalkan kaum muda.