VIDEO: Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Putuskan Akses Jalan 2 Kecamatan

Oleh Agustina Melani pada 02 Jan 2020, 23:30 WIB
Diperbarui 02 Jan 2020, 23:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur kembali menerjang sejumlah daerah aliran sungai. Banjir lahar susulan lebih besar karena intensitas hujan di puncak gunung sangat tinggi.

Akibatnya, akses jalan penghubung antara Kecamatan Pasrujambe dengan Kecamatan Candipuro lumpuh. Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur kembali memuntahkan banjir lahar dingin, setelah kawasan puncak gunung diguyur hujan lebat seharian, pada Minggu siang.

Banjir lahar dingin ini merupakan kali kedua yang terjadi selama sepekan terakhir. Para penambang pun bergegas menyelamatkan peralatan tambang mereka dan keluar dari area penambangan pasir di daerah aliran sungai Besuk Sat, di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe Lumajang.

Tak hanya mengganggu aktivitas penambangan, banjir ini juga memutus akses jalan penghubung antara Kecamatan Pasrujambe dengan Kecamatan Candipuro, Lumajang. Meski begitu, bagi para penambang, banjir ini merupakan berkah, karena pasir dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru terbawa arus ke area penambangan mereka.

Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru ini menerjang sedikitnya tiga daerah aliran sungai, yakni sungai Besuk Sat, sungai Rejali, dan sungai Curah Kobokan.

Warga dan penambang tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, karena potensi banjir lahar dingin serupa masih terus terjadi. Demikian diberitakan pada Fokus, 31 Desember 2019.