VIDEO: Pasien Hepatitis A di Jember Terus Bertambah, Status KLB

Oleh Agustina Melani pada 01 Jan 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 02 Jan 2020, 09:54 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Virus hepatitis terus merebak di Jember, Jawa Timur. Jumlah pasien yang melonjak signifikan bahkan membuat Dinas Kesehatan setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Selain di rumah sakit, para penderita yang rata-rata pelajar dan mahasiswa juga dirawat di sejumlah Puskesmas. Sejumlah rumah sakit di Jember, Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir terus didatangi pasien hepatitis A.

Salah satu rumah sakit di Jember, Jawa Timur yang dipenuhi pasien hepatitis A adalah RSUD Dr. Soebandi. Hampir setiap hari ada saja pasien yang datang berobat maupun dirawat karena menderita hepatitis A.

Menurut dokter, virus hepatitis A berkembang seiring dengan pergantian musim, umumnya menular dengan cepat melalui peralatan makan serta cara penyajiannya yang kurang higienis. Berikut videonya pada Liputan6,30 Desember 2019.

"Cara penularan dari hepatitis A ini, melalui istilahnya, fekal-oral, jadi penularannya itu  dari kotoran yang dibuang manusia dan bisa termakan atau tidak sengaja termakan, melalui tangan yang tidak dicuci dengan bersih, melalui alat-alat makan yang terkontaminasi,” kata dr. Hendro Soelistijono, Direktur RSUD Dr. Soebandi.

Virus hepatitis A merebak di Jember sejak dua minggu terakhir, sementara ini lebih dari 200 pasien terjangkit hepatitis A. Tingginya jumlah penderita, memaksa dinas kesehatan menetapkan status Kejadian Luar Biasa, atau KLB.

"Berdasarkan penetapan KLB hepatitis A, sampai dengan tanggal 25 Desember ada 217 kasus yang sudah di-publish oleh Bupati, tentunya ini akan di-update,” kata Arif Setiawan, Kasi Surveilans Dinkes Jember.

Adapun rata-rata pasien berasal dari kalangan usia pelajar dan mahasiswa, yang seringkali membeli makanan di luar atau pinggir-pinggir jalan.