VIDEO: Tradisi Unik Gulat Okol dari Pamekasan untuk Minta Hujan

Oleh Agustina Melani pada 04 Nov 2019, 12:30 WIB
Diperbarui 04 Nov 2019, 12:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Kemarau yang berkepanjangan, membuat warga Kecamatan Palengaan dan sekitarnya kekurangan air bersih. Hal ini membuat warga berharap hujan, dan tidak kesulitan mendapatkan air, sehingga mereka menggelar tradisi okol. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 3 November 2019.

Bertempat di sebuah lahan kering di Desa Akor, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura. Ratusan warga dari tujuh kecamatan di Pamekasan berkumpul untuk menggelar tradisi okol.

Dalam ritual upacara adat meminta hujan ini akan ada dua orang petarung untuk bergulat, dipimpin oleh dua orang wasit, atau yang biasa disebut buto.

Buto bertugas menyeleksi masing-masing pemain okol, dengan menghadapkan dua petarung terpilih. Dan jika di antara petarung sudah dianggap seimbang, maka pertarungan akan dimulai.

Pertarungan okol hampir mirip dengan olah raga gulat. Para pemain saling mengadu kekuatan untuk menjatuhkan lawan. Petarung dinyatakan kalah, jika salah satu petarung terjatuh, dengan punggung menyentuh tanah.

Dengan pertarungan tradisi okol ini, para petarung dan warga berharap hujan akan turun deras, seperti derasnya keringat para petarung. Kedua pemain okol, baik yang menang maupun yang kalah mendapatkan hadiah, yang menang mendapatkan sebuah kaos dan air mineral, sedangkan yang kalah hanya mendapatkan, sebungkus rokok dan air mineral.