VIDEO: Berkah Musim Kemarau bagi Warga di Gresik dan Nganjuk

Oleh Agustina Melani pada 23 Okt 2019, 09:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Surutnya sungai terpanjang di Pulau Jawa, Bengawan Solo, di Desa Dukuhkembar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sejak 2 minggu terakhir, kondisinya surut dan mulai mengering. Berikut diberitakan Fokus, (21/10/2019).

Meski masih ada airnya, namun hanya meninggalkan sisa-sisa di dalam kubangan. Perahu tambang yang biasa digunakan warga sebagai sarana transportasi menyeberang, kini terbengkalai, dan tidak digunakan. Surutnya sungai Bengawan Solo ini, membuat warga Gresik bisa berjalan kaki maupun naik sepeda, untuk bisa menyeberang ke Kabupaten Lamongan, maupun sebaliknya.

Menurut, Eko Wibowo, salah satu warga, sejak dirinya tinggal di wilayah Bengawan Solo 55 tahun silam, baru kali ini melihat sungai Bengawan Solo surut dan mengering. Fenomena langka ini, membuat warga beramai-ramai melihat, sehingga dijadikan wisata dadakan, dan banyak warga yang menjual jajanan.

Sementara itu, berkah musim kemarau juga dirasakan petani buah melon di Desa Pisang, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Pada musim kemarau hasil tanaman buah melonnya tumbuh subur, tak hanya daunnya saja yang menghijau, namun buah melon juga lebih besar.

Suburnya tanaman melon karena stok air yang cukup, yang dipasok dari sumur di area persawahan. Diperkirakan para petani mendapatkan keuntungan hampir setengah dari modal. Dalam 1 hektar lahan tanaman melon mengeluarkan modal Rp 80 juta, dan ditaksir bisa terjual hingga Rp 180 juta per hektarnya.

Berikut diberitakan Fokus, 21 Oktober 2019

Live Streaming

Powered by