Tewasnya Balita Tanpa Kepala di Samarinda Masih Misteri

Oleh Maria Flora pada 12 Des 2019, 15:28 WIB
Diperbarui 12 Des 2019, 15:28 WIB

Liputan6.com, Samarinda - Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, mengambil contoh darah orangtua dari Ahmad Yusuf Ghazali, bayi yang tewas tanpa kepala diambil.

Sebelumnya, jasad yang diduga putra mereka ditemukan di aliran sungai tanpa kepala, tangan, dan kaki pada Minggu siang, 8 Desember 2019. 

Pencocok data dibutuhkan untuk memastikan jasad bayi yang kini sudah dikuburkan tersebut benar-benar anak mereka.

Tes DNA akan dilakukan di laboratorium forensik Mabes Polri dan hasinya baru akan didapatkan dua hingga tiga minggu ke depan.

"Ini kan untuk membuktikan bahwa ini adalah benar anak saya," kata Bambang, orangtua korban," seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (12/12/2019). 

Sementara itu, polisi memeriksa belasan saksi di Polsekta Samarinda terkait kasus ini. Mereka adalah pengelola dan pemilik taman Pendidikan Anak Usia Dini Jannatul Athfaal, warga sekitar, orangtua korban hingga warga yang pertama kali menemukan jasad korban, sudah dimintai keterangan.

Meski begitu, hingga kini polisi masih belum menetapkan tersangka.

Ahmad Yusuf Ghazali hilang dari tempat penitipan anak pada umat 22 November 2019. Jasad diduga korban akhirnya ditemukan 16 hari kemudian dalam kondisi mengenaskan. 

Live Streaming

Powered by