Cara Cegah Pecah Ban Agar Kecelakaan Maut Tol Jagorawi Tak Berulang

Oleh Devira Prastiwi pada 16 Sep 2019, 13:43 WIB

Liputan6.com, Bogor - Sebuah minibus rusak parah setelah mengalami kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi pada Minggu, 15 September 2019.

Badan mobil hancur di bagian kanan depan hingga belakang. Tampak ban kanan belakang kendaraan pecah.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (16/9/2019), kecelakaan berawal saat minibus melaju dari arah Bogor menuju Jakarta.

Mendekati simpang pintu Tol Sentul Selatan, ban kanan belakang minibus pecah. Beban yang berat membuat minibus oleng dan terguling.

"Akibat dari pecah ban itu, pengemudi tidak bisa menguasai kendaraan sehingga mobil terguling terseret sejauh kurang lebih 50 meter mengakibatkan tiga orang meninggal dunia," kata Kasatlantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri.

Pecah ban kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan. Pecahnya ban bisa disebabkan sejumlah hal, kebanyakan karena kurangnya tekanan angin pada ban.

"Penyebab pecah ban itu bukan yang kelebihan angin, tapi kurangnya angin. Nah, gimana ban bisa pecah? Satu, tidak dirawat. Kedua, jangan disemir, jadi kalau kita habis nyuci mobil jangan disemir, kenapa karena itu yang membuat ban mobil menjadi getas, kalau getas ya ini ujungnya akan pecah. Ingat, pecah ban di sidewall, bukan di tapak ban. Ingat, sebagai pengemudi yang baik kita harus cek semua kendaraan, kita cek seluruh komponen kendaraan, terutama ban. Ngeceknya bagaimana? Paling gampang secara visual, kita lihat dari arah depan dan belakang, kita lihat tekukan di sidewall itu, dia kekurangan angin atau kelebihan angin," ujar instruktur SDCI Yudi Setira.

Selain itu, kurangnya perhatian pengemudi terhadap keadaan jalan dan mobil juga bisa menjadi faktor penyebab kecelakaan. (Rio Audhitama Sihombing)