Kemenpora Siap Mediasi PB Djarum dan KPAI soal Beasisw Bulu Tangkis

Oleh Devira Prastiwi pada 10 Sep 2019, 14:27 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Audisi umum untuk mencari bibit-bibit muda pemain bulu tangkis kembali digelar oleh Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum). Namun jelang puncak acara penyelenggaraan 2019 ini, sebuah polemik justru terjadi.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (10/9/2019), buntut silang pendapat dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia soal tudingan eksploitasi anak lewat logo produk, PB Djarum pun langsung mengumumkan akan menghentikan kegiatan itu pada 2020.

Yuni Kartika, mantan pebulutangkis yang kini menjadi Pemandu Bakat PB Djarum berharap mediasi yang akan digelar Menpora bisa menyelesaikan perbedaan pendapat itu.

Meski demikian, PB Djarum tetap menolak jika identitas nama mereka dihilangkan karena dianggap identik dengan produk tembakau.

"Menpora masuk untuk memberi jalan tengah terhadap kami dan juga KPAI, saya rasa ini juga hal yang baik karena bagaimana pun PB Djarum ingin atau berkomitmen untuk tetap bisa mencetak atlet-atlet berbakat. Tapi kami juga tidak mau kalau nama besar atau identitas atau klub kami harus dihilangkan," ujar Yuni Kartika.

Sebelumnya, Ketua KPAI menegaskan eksploitasi anak lewat produk tidak boleh. Sebab, anak jadi bahan atau media untuk promosi.

"Mau tidak mau publik juga beranggapan meskipun Djarum sebagai klub atau pun Djarum sebagai foundation, tidak bisa dilepaskan dengan Djarum sebagai produk. Ini sebenarnya titik pangkalnya kenapa kemudian KPAI bersikap seperti itu," kata Ketua KPAI Susanto.

Sementara Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Indonesia Wiranto tidak ingin audisi umum bulu tangkis dihentikan.

Mediasi antara KPAI dengan PB Djarum oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga rencananya digelar siang ini. (Rio Audhitama Sihombing)