Jalan Penghubung Surabaya-Gresik Terendam Banjir, Pemkot Bangun Tanggul

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 05 Mei 2019, 14:27 WIB

Liputan6.com, Surabaya - Hingga kini, banjir akibat luapan Kali Lamong masih merendam permukiman dan akses utama di wilayah Pakal dan Romokalisari, Surabaya. Untuk bisa melewati banjir, Pemkot Surabaya mengerahkan sejumlah kendaraan besar untuk mobilisasi warga, termasuk mengangkut sepeda motor melewati banjir.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (5/5/2019), hingga kini banjir setinggi 50 centimeter masih merendam jalan penghubung Surabaya-Gresik. Untuk mengantisipasi terus bertambahnya debit Kali Lamong, Pemkot Surabaya membangun tanggul di sisi Jalan Gelora Bung Tomo.

Wali Kota Tri Rismaharini memantau langsung proses pengerjaan tanggul.

"Sudah bagus, Insyaallah hari ini selesai," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Selain karena meluapnya Kali Lamong, saluran pembuangan yang tertutup rumput-rumput liar juga andil membuat penyumbatan di jalanan wilayah Pakal.

Tidak hanya di wilayah Jawa, banjir yang merendam wilayah Pangale, Mamuju Tengah, membuat ratusan hektar lahan pertanian dan perkebunan warga terendam. Sudah sepekan banjir terjadi.

Tanaman padi, jagung, hingga kakao yang seharusnya akan memasuki masa panen, membusuk dan mati. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Karama.

Kerugiaan tiap petani mencapai puluhan juta rupiah. Mereka berharap pemerintah memberikan bantuan bibit tani agar bisa kembali menggarap lahan yang gagal panen.