Dentuman Gunung Agung Terdengar hingga Radius 12 Kilometer

Oleh Mevi Linawati pada 05 Apr 2019, 08:07 WIB
Diperbarui 05 Apr 2019, 08:56 WIB

Liputan6.com, Bali - Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada kamis dini hari. Seperti erupsi yang terjadi sebelumnya, erupsi yang terjadi diawali dengan suara dentuman keras.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Jumat (5/4/2019), kali ini suara dentuman dan getaran tanah dirasakan oleh warga hingga pada radius 12 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Letusan yang terjadi ini juga disertai dengan lontaran lava pijar yang nampak jelas secara visual di atas permukaan kawah Gunung Agung.

Berdasarkan data magma eruption notice yang dikeluarkan oleh PVMBG, erupsi yang terjadi ini memiliki kekuatan amplitudo 25 milimeter dan berdurasi 217 detik.

Embusan kolom abu vulkanik juga nampak secara visual ke udara dengan ketinggian 2.000 meter dari atas permukaan kawah, di mana kolom abu condong mengarah ke selatan tenggara.

Selain embusan kolom abu vulkanik, juga terpantau secara visual lontaran lava pijar secara radial atau ke segala arah di sekitar lereng Gunung Agung.

"Kalau untuk masyarakat jangan masuk di radius 4 kilometer karena statusnya siaga level tiga. Suatu saat bisa saja meletus," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Agung Dewa Made Mertayasa.

Pihak PVMBG di pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang menyebutkan, jenis letusan yang terjadi kali ini tergolong erupsi magmatik dan strombolian.

Namun demikian, pihak PVMBG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap mengikuti rekomendasi dari PVMBG, yakni tidak melakukan segala aktivitas di dalam zona berbahaya radius 4 kilometer dari permukaan kawah. (Rio Audhitama Sihombing)