Pengungsi Tsunami di Bukit Lampung Selatan Mulai Terserang Penyakit

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 27 Des 2018, 14:21 WIB
Diperbarui 27 Des 2018, 15:52 WIB

Liputan6SCTV, Lampung Selatan - Pegunungan di Lampung Selatan menjadi salah satu lokasi pengungsian korban tsunami yang masih trauma dengan dahsyatnya gelombang besar. Sebagian lagi memilih memadati Pelabuhan Bakauheni untuk segera mengungsi ke luar pulau.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (27/12/2018), warga korban tsunami di Lampung Selatan terpaksa bertahan di pegunungan dan mulai terserang penyakit. Menahan dinginnya suhu di areal pegunungan, terpaksa harus dirasakan warga yang mengungsi di Gunung Rajabasa, Lampung Selatan.

Tsunami yang terjadi akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih membuat mereka trauma dan enggan kembali ke rumah. Beberapa hari mengungsi di pegunungan, membuat sejumlah balita dan anak-anak mulai terserang penyakit. Warga berharap bantuan medis segera datang dari berbagai pihak.

Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni terlihat padat oleh lebih dari 1.409 warga Pulau Sebesi, Lampung Selatan, yang akan dievakuasi ke lapangan tenis indoor Kalinda, Lampung Selatan. Tim SAR akan menempatkan mereka di tempat pengungsian sementara.

Terdapat dua kapal yang mengangkut para pengungsi. Kapal pertama membawa 991 orang dewasa dan 318 anak-anak, sedangkan kapal kedua membawa sekitar 100 orang lansia. Para pengungsi yang sedang sakit dan wanita hamil langsung dibawa ke Puskesmas Bakauheni untuk dirawat.

Warga khawatir akan terjadi tsunami susulan karena Gunung Anak Krakatau terus aktif dan erupsi serta berdentum keras tiada henti. Meski ribuan warga telah dievakuasi ke kawasan Kalianda, namun terdapat 600 orang yang tetap bertahan di Pulau Sebesi dan bermukim diatas bukit. (Galuh Garmabrata)