Korban Tsunami Anyer Butuh Makanan dan Obat-Obatan di Tenda Pengungsian

Oleh Maria Flora pada 24 Des 2018, 15:50 WIB
Diperbarui 24 Des 2018, 15:24 WIB

Liputan6.com, Banten - Kehilangan rumah dan seluruh harta benda, warga Desa Tembong, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten, seolah tak punya apa-apa lagi. Mereka harus mengungsi di ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Tembong 1.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (24/12/2018), meski kotor, warga bertahan setiap malam untuk bernaung, meski harus tidur beralas tikar. Tak hanya itu, persediaan makanan pun sangat minim.

Bila sore hari tiba, semakin banyak warga yang datang ke pengungsian, apalagi bila cuaca memburuk. Mereka memilih tinggal bersama-sama untuk mengurangi rasa takut dan trauma.

Selain di gedung sekolah, ratusan pengungsi warga Carita masih bertahan di tenda-tenda darurat dan rumah warga. Ada pula yang berkumpul di masjid, bahkan di kantor desa. Mereka mengaku hanya membawa keluarga dan pakaian yang melekat di tubuh.

Kini, warga hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan di kantor desa. Bantuan yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi adalah selimut, makanan, dan obat-obatan. (Rio Audhitama Sihombing)