Barometer Pekan Ini: Predator Seksual Anak Masih Mengintai

Oleh Liputan6 pada pada 25 Mar 2017, 19:49 WIB
 Predator Seksual Anak Masih Mengintai

Liputan6.com, Jakarta - Jaringan pedofil internasional Loly Candy's Grup akhirnya terungkap berkat laporan dari masyarakat. Jaringan predator seksual anak ini beroperasi melalui media sosial pertemanan di Facebook.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Sabtu (25/3/2017), sebanyak empat orang admin grup itu ditangkap di sejumlah daerah. Yaitu di Tasikmalaya, Malang, dan Bogor. Ironisnya, dua di antaranya masih belum genap 17 tahun.

Pada waktu kurang dari tujuh bulan, jaringan ini berhasil mengumpulkan anggota hingga hampir mencapai 7.500 orang.

Grup ini dikendalikan oleh admin yang beroperasi dari sejumlah daerah. Para anggotanya diwajibkan untuk mengunggah foto atau video dengan korban anak-anak berusia 2-13 tahun.

Setiap postingan yang memperoleh tanda like, maka akan diganjar dengan uang sebesar Rp 15 ribu. Jika pasif segera dikeluarkan dari grup.

"Yang dia tekankan bukan masalah ekonomi atau uangnya. Ada uangnya, sekalipun cuma Rp 15 ribu. Tapi kepuasan sensasi seksual itu yang dia rasakan," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan.

Sementara itu di Karanganyar, Jawa Tengah, polisi menangkap pelaku pedofilia berinisial F. Kepada polisi F mengaku telah melakukan kejahatan seksual terhadap 16 anak dengan modus iming-iming uang jajan.

Seorang siswi SMA di Bekasi, Jawa Barat juga telah menjadi budak nafsu sang paman dan kakak sepupunya. Tindakan cabul itu dilakukan sejak korban duduk di kelas 5 SD. Ini terjadi karena korban tinggal serumah dengan pelaku.

Dari hasil sebuah penelitian menunjukkan, 90 persen kasus pedofil atau pelecehan seksual dilakukan orang terdekat. Dengan 30 persen di antaranya dilakukan oleh orang yang masih memiliki hubungan keluarga.

Hal ini akibat terbukanya data pribadi seseorang di media sosial, sehingga mudah dimanfaatkan pelaku kriminal untuk berbuat kejahatan.

Agar anak-anak terhindar dari para pelaku pedofil, para orangtua yang memiliki anak di bawah umur harus memberi perhatian ekstra pada anak-anaknya. Salah satunya dengan mengajarkan anak berinteraksi dengan orang asing dan memberi pendidikan seks sejak dini.

"Pendidikan seks anak itu sudah bisa diberikan sejak dini. Perkenalkan organ-organ tubuh ketika anak sudah mengetahui organ tubuhnya. Lalu ajarkan batasannya. Yang tertutup pakaian tidak boleh disentuh," ucap Nadya Pramesrani, psikolog Rumah Dandelion.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menghindarkan anak-anak dari bahaya kejahatan seksual yang dilakukan para predator anak.

Pertama, ajarkan anak untuk tahu bagian tubuhnya yang harus dilindungi atau tidak boleh dilihat dan disentuh sembarang orang. Yaitu mulut, dada, alat vital, dan bokong.

Kedua, hanya orang tertentu yang diperbolehkan menyentuh organ pribadi. Di antaranya ayah atau ibu atau dokter saat tengah memeriksa kesehatan.

Ketiga, mengajarkan anak untuk berani mengatakan tidak saat ada orang lain yang meminta anak-anak membuka baju dan menyentuh bagian tubuh pribadi.

Keempat, ajarkan anak untuk melawan atau segera berlari sambil berteriak minta tolong. Ketika menghadapi orang yang hendak berbuat kejahatan seksual kepada mereka.

 

Saksikan video para predator seksual anak yang hingga kini masih mengintai anak-anak di bawah umur.