Gagal Panen, Petani di Majalengka Bakar Padi Keringnya

Oleh Liputan6 pada 02 Agu 2015, 08:47 WIB
Diperbarui 02 Agu 2015, 08:47 WIB
20150802-Gagal Panen-Majalengka
Perbesar
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Majalengka - Dampak musim kemarau yang panjang kini mulai dirasakan para petani di wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (2/8/2015), ribuan areal tanaman padi yang siap panen kini kondisinya kering, bahkan buliran padinya pun tidak berisi alias puso.

Kekeringan yang terjadi ini selain akibat musim kemarau, juga tidak tersedianya kebutuhan air yang tersimpan di Situ Cijingga. Situ Cijingga yang diandalkan petani sejak awal tahun 2015 lalu kondisinya pun mulai mengering, bahkan tanah dasarnya pun sudah retak-retak.

"Dengan tidak adanya air dari bendungan itu, biasanya tidak seperti ini. Setiap tahun dengan adanya Bendungan Cijingga itu Alhamdulillah istilahnya bisa panen," ucap salah seorang petani.

Akibat kekeringan yang melanda areal pertanian ini, petani Desa Mekarjaya ini pun mengalami gagal panen. Dan sebagai pelampiasan rasa kekesalan akibat gagal panen, para petani membakar tanaman padinya yang mengering.

Para petani mengaku menderita kerugian hingga Rp 7 juta setiap hektarenya sehingga bila dikalkulasi dari areal pertanian yang gagal panen petani di Desa Mekarjaya menderita kerugian hingga mencapai miliaran rupiah.

Petani berharap pemerintah setempat maupun pusat memberikan perhatian dan solusi kepada para petani agar mereka bisa menghidupi keluarganya. (Vra/Ans)