Petani di Madiun Siap Panen Saat Sawah Lain Dilanda Kekeringan

Oleh Liputan6 pada 31 Jul 2015, 08:47 WIB
Diperbarui 31 Jul 2015, 08:47 WIB
20150731-Siap Panen-Madiun
Perbesar
(Liputan 6 TV)

Liputan6.com, Madiun - Saat petani di daerah lain dipusingkan karena padi mereka mati akibat kekeringan, petani di Kecamatan Wonoasri, Kecamatan Balarejo, dan Kecamatan Madiun, Jawa Timur justru sedang sibuk menggarap sawah mereka.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Jumat (31/7/2015), ratusan hektare sawah di 3 kecamatan diperkirakan tidak akan mengalami kekeringan hingga padi siap dipanen.

Sebab, persediaan air dari Waduk Dawuan yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri masih melimpah. Debit airnya mencapai 1,3 juta meter kubik dan diperkirakan cukup untuk mengairi sawah di 3 kecamatan.

"Kondisi ini kita masih bisa untuk mengairi sawah di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Balarejo, Kecamatan Madiun, dan Kecamatan Wonoasri," ucap Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun Hekso Setyo.

Suasana sebaliknya terlihat di Desa Sulian, Sakra Timur , Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat. Puluhan hektar sawah milik petani mengering akibat tidak teraliri air selama 3 bulan lebih.  Padinya pun dibiarkan mati oleh para petani.

Begitu pun dengan tanaman palawija. Pohon dan buahnya meranggas nyaris mati dan dipastikan tidak bisa dipanen. Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengairi sawah mereka.

Di Garut, Jawa Barat, 2.100 hektare sawah di 40 kecamatan  juga mengalami kekeringan. Padi berumur 2 bulan mati akibat tidak mendapat pasokan air. Bahkan  padi yang seharusnya dipanen awal bulan Agustus ini ikut mati. Kalau pun ada yang bisa dipanen, buah padinya kosong tidak berisi beras alias puso.

Untuk menyelamatkan sisa tanaman padi siap panen, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Garut berencana melakukan sistem buka-tutup irigasi untuk mengairi sawah yang kekeringan.

Sementara itu, tak mau menyerah dengan kondisi alam, para petani di Indramayu, Jawa Barat bahu-membahu membuat sumur bor sedalam 13 meter. Sumur yang dibuat diantara petak sawah ini nantinya digunakan untuk mengairi area sawah yang mulai mengering.

Langkah ini diambil para petani untuk menyelamatkan tanaman padi yang baru berusia 2 bulan hingga bisa dipanen akhir bulan Agustus nanti. "Kita sudah mengantisipasi langkah-langkah untuk menanggulangi kekeringan di lapangan dengan melakukan upaya-upaya bantuan pompanisasi dan mencari kantong-kantong air," ucap salah seorang petani.

Langkah yang diambil para petani di Indramayu ini mungkin dapat ditiru petani di daerah lain sehingga bisa terhindar dari gagal panen. (Vra/Ans)