Ada Hujan Meteor Orionid Bulan Oktober Ini!

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 04 Okt 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 18:00 WIB
Ilustrasi Hujan Meteor
Perbesar
Ilustrasi: Hujan Meteor (pexels/arman alcordo jr).

Liputan6.com, Jakarta - Pada Oktober 2022, kamu bisa melihat hujan meteor paling spektakuler tahun ini, yakni hujan meteor Orionid. Hujan meteor Orionid bisa disaksikan saat kondisi langit cerah, minim cahaya, dan lokasi yang tanpa polusi.

Sebenarnya, hujan meteor adalah fenomena yang terjadi setahun sekali, karena ketika Bumi mengorbit, Bumi mengelilingi Matahari dan melewati bercak debu serta puing-puing.

Puing-puing ini ditinggalkan oleh komet yang melintasi orbit Bumi, karena mereka juga mengorbit matahari.

Hujan meteor Orionid sendiri disebabkan oleh Komet Halley yang terkenal, karena saat melintas dekat Bumi, ia dapat dilihat dengan mata telanjang, meski hanya melintas tiap 75 tahun sekali. Komet ini pun telah meninggalkan jejak puing-puing yang membuat manusia bisa menikmati pengalaman melihat hujan meteor tiap tahun.

Mengutip Digital Trends, Selasa (4/10/2022), hujan meteor Orionid sudah dimulai sejak Minggu, 2 Oktober 2022 dan akan tetap terlihat di langit cerah hingga Senin, 7 November mendatang. Puncak hujan meteor Orionid bakal terjadi pada Kamis, 20 Oktober 2022.

Pada puncaknya, antara 10-20 meteor akan terlihat per jamnya. Oleh karenanya, kalau mau menyaksikan fenomena ini, beberapa minggu ke depan adalah waktu yang tepat untuk mengamati langit.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Puncak Hujan Meteor

Ilustrasi Hujan Meteor
Perbesar
Ilustrasi: Hujan Meteor (pexels/ramandeep).

Menurut NASA, saat puncak hujan meteor berlangsung, bulan akan terlihat 20 persen penuh dan ini akan menyebabkan adanya gangguan kecil saat mendekati fajar, namun tidak akan mengurangi pengalaman seru saat menonton hujan meteor.

Untuk melihat hujan meteor Orionid ini, kamu bisa keluar pada malam yang cerah dan duduk di posisi yang nyaman untuk melihat langit. Saat memandang langit, mata akan menyesuaikan dengan kegelapan, sehingga cobalah untuk menjauh dari sumber cahaya agar hujan meteor bisa terlihat.

Jika kamu berada di belahan Bumi utara, kamu harus menghadap ke arah tenggara. Sementara jika kamu berada di belahan Bumi selatan, kamu harus menghadap ke timur laut.

Hujan meteor Orionid bisa berlangsung sepanjang malam hingga fajar, jadi pastikan terjaga di waktu luang kamu ya.


Sebelumnya ada Hujan Meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids

Hujan Meteor Geminid
Perbesar
Hujan Meteor Geminid. (NASA)

Sebelumnya, meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids menghujani langit pada akhir Juli 2022. Fenomena hujan meteor ini dapat terlihat dari wilayah Indonesia.

Hujan meteor Delta-Aquariids diamati pada 29-30 Juli 2022 mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur. Puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan.

Untuk menyaksikan hujan meteor dengan lebih baik, perlu memilih lokasi pengamatan yang minim gangguan cahaya lampu dan medan pandang ke langit selatan tidak terganggu pohon atau bangunan.

"Pengamatan meteor lebih baik tanpa alat, karena mata mempunyai medan pandang yang lebih luas," ujar Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin dalam keterangannya di Jakarta, ditulis Kamis (28/7/2022)..

Meteor adalah batuan atau debu antar-planet yang memasuki atmosfer lalu terbakar karena gesekan atmosfer. Sedangkan hujan meteor, merupakan fenomena astronomi tahunan yang terjadi ketika sejumlah meteor tampak meluncur silih berganti dari titik tertentu di langit.

Saat fenomena ini terjadi, hujan meteor Delta-Aquariids akan tampak seperti bintang jatuh atau bintang berpindah. "Hujan meteor ini menampilkan belasan meteor per jam. Debu-debu komet 96P/Machholz diduga menjadi sumber hujan meteor ini," kata Thomas.

(Tin/Ysl)

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya