Tragedi Kanjuruhan Malang, Warganet Sorot PSSI untuk Berbenah

Oleh Agustinus Mario Damar pada 04 Okt 2022, 12:05 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 12:05 WIB
Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Suporter memasuki lapangan saat terjadi kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Liputan6.com, Jakarta - PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) telah memberikan pernyataan usai terjadinya Tragedi Kanjuruhan Malang. Tragedi itu terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam.

Dalam keterangannya, Sekjen PSSI Yunus Nusi menuturkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan FIFA terkait insiden ini. ia menuturkan PSSI telah memberi laporan secara kontinu pada federasi sepakbola dunia tersebut.

"Tadi malam dan tadi pagi, (kami) berkomunikasi terus-menerus dengan FIFA. Kami sudah menyampaikan bahwa ada kejadian luar biasa (setelah laga Arema vs Persebaya di Liga 1),” tuturnya dalam konferensi pers di Stadion Madya Senayan, Minggu (2/10/2022).

Meski sudah ada pernyataan resmi, sorotan publik terhadap PSSI masih mengalir deras. Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Selasa (4/10/2022), keyword PSSI masih masuk dalam daftar Trending Topic di Indonesia kategori olahraga.

Dalam unggahannya, banyak warganet yang menyorot agar PSSI berbenah usai Tragedi Kanjuruhan ini. Tidak sedikit pula, warganet meminta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk mudur sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Bahkan, ada beberapa warganet yang terang-terangan meminta FIFA untuk memberi sanksi pada PSSI usai insiden ini. Karenanya, keyword FIFA juga masih masuk dalam daftar Trending Topic di Indonesia kategori olahraga.

"Harapan gue bukan hukuman berat untuk sepak bola Indonesia.. tapi dengan kejadian ini FIFA tau bahwa induk organisasi sepak bola Indonesia tidak sejalan dengan banyak peraturan dari FIFA maka ajakan Kerjasama mutlak harus di ikuti PSSI kalo mau hal ini tidak terjadi lagi," tulis salah seorang warganet.

"PSSI sesalkan suporter yang turun ke lapangan dalam tragedi Kanjuruhan. Lalu, kapan PSSI sesalkan Polisi tembakkan gas airmata yang menyebabkan kematian ratusan nyawa manusia di Stadion Kanjuruhan?" tulis warganet lain.

"Sampai sekarang belum ada langkah tegas dari PSSI atau Liga. Petinggi club yang bermasalah pun kayak ga ngapa ngapain," ujar salah satu warganet.

Warganet lain pun menulis, "Emang ga bisa menyalahkan 1 pihak di kejadian #kanjuruhan, tapi supporter diperlakukan kaya lagi fogging nyamuk demam berdarah. Gila. PSSI,PT LIB solusinya apa? Stop pertandingan aja bisanya sekarang. Udah serakah, tindakan preventif ga ada, risk management jg nihil?#berduka."

Di sisi lain, hingga saat ini, belum ada kabar mengenai hukuman yang diberikan FIFA pada PSSI. Namun, Yunus Nusi berharap FIFA tidak menjatuhkan sanksi merugikan bagi Tanah Air.

Alasannya, Indonesia saat ini tengah menikmati euforia terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023. Kendati demikian, ia tetap melakukan komunikasi dan menyampaikan laporan insiden ini ke FIFA.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tragedi Kanjuruhan, PSSI Setop Liga 1 Hingga Batas Waktu yang Tak Ditentukan

Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Di sisi lain, Tragedi Kanjuruan membuat kompetisi Liga 1 bakal terhenti lebih lama lagi. PSSI pada Senin (3/10/2022) memperbarui nasib kelanjutan kompetisi Liga 1 menyusul insiden mematikan di laga Arema vs Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022).

Beberapa jam usai Tragedi Kanjuruhan yang merengut nyawa 125 orang, PT Liga Indonesia Baru atau LIB selaku operator Liga 1 mengumumkan kompetisi akan dihentikan selama satu minggu terhitung mulai 2 Oktober 2022.

Namun setelah melihat kondisi terkini dan ikut berkunjung ke Stadion Kanjuruhan Malang, Ketum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule menyatakan Liga 1 akan disetop untuk hingga waktu yang tidak ditentukan.

Ibul hadir di Stadion Kanjuruhan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendi, Menpora Zainudin Amali, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Nico Afinta, Ketua Komdis Erwin Tobing, dan Dirut LIB Ahmad Hadian Lukita pada Minggu (2/10/2022).

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," kata Ibul seperti dilansir situs resmi PSSI, Senin (3/10/2022).

Liga 1 2022/2023 sedang sangat seru-serunya sebelum Tragedi Kanjuruhan. Kompetisi sudah memasuki pekan 11. Puncak klasemen ditempati Borneo FC yang unggul selisih gol dari Madura United.


Dukung Penyelidikan

Arema FC
Perbesar
Kiper Arema FC, Adilson Maringa, menamburkan bunga di depan monumen patung Singa Tegar yang jadi ikon Stadion Kanjuruhan, sebagai tanda berduka cita atas meninggalnya ratusan Aremania setelah Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). (Bola.com/Iwan Setiawan)

PSSI juga menyatakan mendukung penuh kepolisian untuk menyelidiki Tragedi Kanjuruhan. Pasalnya kejadian ini telah mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

"PSSI menyampaikan duka yang mendalam terkait insiden ini. Kami juga meminta maaf kepada keluarga korban dan semua pihak. Tentu menjadi evaluasi PSSI agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami juga langsung membentuk tim investigasi untuk insiden ini. Tim sudah bekerja mulai,” kata Iriawan.

Adapun Menpora, Zainudin Amali meminta PSSI untuk melakukan evaluasi agar tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan lebih dari seratus orang tidak terulang kembali.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, PSSI diminta melakukan evaluasi secara total terhadap sistem saat ini, yang digunakan sebagai cara berkompetisi sehingga akan dapatkan cara terbaik, para pemain bisa main tenang, dan penonton nyaman menonton," kata Menpora. 


Penyelidikan Mabes Polri

Menpora yakin PSSI sedang berusaha sekuat tenaga menyuguhkan pertandingan dengan sebaik-baiknya. Namun musibah tersebut tak terelakkan.

Sementara itu Kapolri menambahkan untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo, pihaknya menerjunkan tim dari Mabes Polri untuk melakukan pendalaman. Mulai dari proses penyelenggaraan, pengamanan sekaligus melakukan investigasi terkait dengan hal itu.

"Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokkes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait pendalaman terhadap investigasi yang kami lakukan," kata Sigit. 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin cepat dalam menangani korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal ini agar korban meninggal dunia akibat tragedi tersebut tidak bertambah.

"Presiden minta, nomor satu, korban yang ada sekarang harus ditangani cepat. Kan kalau enggak salah itu sisanya itu 26 (orang). Itu mesti ditangani, yang masih ada di rumah sakit ya, kalau bisa jangan ada yang meninggal lagi lah," jelas Budi Gunadi Sadikin usai rapat bersama Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/10/2022).

Selain itu, kata dia, Presiden Jokowi meminta agar dilakukan persiapan yang lebih baik dalam penyelenggaraan acara sepak bola. Jokowi tak mau kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan kembali terjadi di pertandingan olahraga.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya