Warganet Masih Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Oleh Yuslianson pada 04 Okt 2022, 11:30 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 11:31 WIB
Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Suporter memasuki lapangan saat terjadi kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi setelah tim sepak bola Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, masih ramai dibahas warganet.

Berbagai cuitan terkait tentang tragedi Kanjuruhan ini masih berseliweran di feed media sosial, khususnya di Twitter.

Berbagai ucapan duka cita, kecaman, hingga sindiran warganet agar PSSI dibubarkan dan dibenahi anggotanya juga ramai dicuitkan.

Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Selasa (4/10/2022), keyword terkait tragedi Kanjuruhan Malang seperti #PrayForKanjuruhan, Kanjuruhan, PSSI, FIFA, hingga Areamania masih berada di jajaran trending topic Twitter.

Berikut ini adalah beberapa isi cuitan warganet di Twitter terkait tragedi Arema pada 2 Okrtober 2022.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Polri Mutakhirkan Data Korban Meninggal

Ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, memadati Tugu Pahlawan, Surabaya, Senin (3/10/2022) malam. Mereka menggelar aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Malang. (Dok. Persebaya)

Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan sebelumnya telah memutakhirkan data mengenai korban tewas dalam, tragedi Arema yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022).

Hasil pemutakhiran menunjukkan bahwa suporter yang meninggal dunia sebanyak 125 orang. Catatan tersebut menjadikan tragedi Kanjuruhan sebagai insiden sepak bola paling mematikan ketiga di dunia.

Diketahui, sempat terdapat laporan berbeda mengenai korban dalam peristiwa nahas pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022/023.

Pihak terkait mengeklaim korban berjumlah 127 orang, yang kemudian bertambah menjadi 129 dan 174 orang. Kondisi itu membuat Indonesia disebut-sebut sebagai negara dengan tragedi sepak bola mengerikan kedua sepanjang sejarah.

Polri akhirnya memperbarui data, sehingga didapati 125 orang meninggal dunia. Menurut Nyoman, selisih angka korban tewas pada awal pemberitaan dipicu oleh kesalahan pencatatan di rumah sakit yang menangani korban.

“Update data terakhir yang dilaporkan meninggal dunia 129, setelah ditelusuri di RS terkait menjadi meninggal dunia 125 orang. Jumlah korban luka sebanyak 323 orang,” tutur Nyoman kepada wartawan pada Minggu (2/10/2022). 


Instruksi Jokowi Soal Tragedi di Kanjuruhan

Suporter Persibo menggelar doa bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan Malang. (Adirin/Liputan6.com)

Preisden Republik Indonesia Joko Widodo sendiri telah memberikan arahan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Liga 1 sebagai imbas dari tragedi Arema pada Minggu (2/10/2022).

Ia memerintahkan Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI agar melakukan evaluasi menyeluruh pada pelaksanaan pertandingan, serta prosedur pengamanan di laga sepak bola.

“Saya telah perintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya,” tutur Jokowi pada Minggu (2/10/2022).

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI agar menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilaksanakan,” pungkasnya.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya