Twitter Rilis Fitur Edit Tweet, Tapi Hanya Berlaku untuk Pengguna Berbayar

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 04 Okt 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 13:00 WIB
Aplikasi Twitter
Perbesar
Aplikasi Twitter. Ilustrasi: Dailydot.com

Liputan6.com, Jakarta - Fitur edit tweet atau cuitan di Twitter telah lama dinanti-nanti kehadirannya. Twitter pun akhirnya merilis fitur edit tweet, namun hanya berlaku ke pelanggan premium Twitter Blue.

Informasi ini diumumkan Twitter melalui serangkaian cuitan. "Pengujian berjalan dengan baik. Edit Tweet kini digulirkan ke pengguna Twitter Blue di Kanada, Australia, dan Selandia Baru. AS akan datang," kata Twitter, dalam cuitan.

Meski begitu, tidak semua pelanggan Twitter Blue mendapatkan akses ke Edit Tweet pada tahap awal peluncuran fitur ini.

Mengutip Digital Trends, Selasa (4/10/2022), peluncuran Edit Tweet akan dimulai dengan pelanggan Twitter Blue di Kanada, Australia, dan Selandia dan menyusul kemudian pelanggan Twitter Blue di Amerika Serikat.

Menurut pengumuman Twitter, pelanggan Twitter Blue di negara-negara yang sudah kebagian fitur ini bisa mengedit cuitan dalam waktu maksimal 30 menit setelah tweet diunggah. Opsi Edit Tweet sendiri terdapat di menu Lainnya dari tweet.

Tweet yang diedit akan terlihat di timeline. Cuitan tersebut akan menampilkan ikon pensil sebagai tanda ke pengguna, bahwa cuitan telah diedit.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bakal Ada Histori Cuitan Diubah

Twitter App Logo
Perbesar
Twitter App Logo (Photo by Jeremy Bezanger on Usplash)

Cuitan yang diedit juga akan memiliki riwayat versi, sehingga pengguna bisa melihat perubahan yang telah dilakukan.

Para pengguna non-Twitter Blue juga kini masih bisa melihat apakah cuitan di timeline mereka telah diedit. Meski begitu, para pengguna reguler ini tidak memiliki akses ke fitur pengeditan untuk cuitan mereka sendiri.

Pengguna bisa mengakses riwayat versi cuitan yang diedit dengan memilih tweet yang diedit untuk membukanya, lalu memilih tautan Last edited yang ada di bawah tweet yang diedit.

Ketika memilih tautan Last Edited tersebut, pengguna akan masuk ke layar Edit History untuk cuitan tersebut.


Perbarui Fitur Alt Text

Twitter App on App Store
Perbesar
Twitter App on App Store (Photo by Souvik Banerjee on Unsplash)

Sebelumnya, Twitter mengumumkan perkembangan pengujian fitur reminder atau pengingat Alt text, kini sudah bisa dinikmati oleh sekelompok kecil pengguna Twitter.

Fitur ini memperluas akses Twitter kepada orang menggunakan screen reader atau penyandang disabilitas, sehingga bisa mengetahui maksud foto melalui deskripsi gambar.

Pengumuman ini menyusul berita sebelumnya pada Juli lalu, ketika platform media sosial itu mulai pengujian terhadap fitur Accessibility, yaitu untuk menambahkan teks alternatif atau Alt text pada unggahan foto.

Teks alternatif akan ditulis untuk mendeskripsikan apa yang ada di dalam foto, dan mengapa foto tersebut penting. Fitur ini nantinya akan membantu pengguna dengan tunanetra memanfaatkan Alt text untuk memahami unggahan.

Pada pemberitahuan pertama, Shaokyi Amdo mengatakan pengujian akan dilakukan kepada kelompok kecil pengguna iOS, Android, dan website.

Alt Text merupakan deskripsi tertulis tentang apa yang ada di dalam gambar, dan mampu dibaca oleh software yang digunakan oleh orang tunanetra.

Tanpa fitur ini, postingan foto-foto di Twitter menjadi sulit untuk diakses oleh orang-orang yang tidak bisa memahaminya secara visual.

Twitter sudah cukup lama berusaha meningkatkan kegunaan fitur paling dinanti oleh para penggunanya ini. Gerard Cohen, Manager Software Engineering di Twitter menyebutkan, perusahaan menyadari fitur pengingat Alt text ini dibutuhkan.

"Kami sangat berterima kasih kepada para pembuat bot, orang-orang yang telah berusaha dan memperbaikinya," ujar Cohen, sebagaimana dilansir The Verge, Rabu (21/9/2022).

(Tin/Ysl)

 

Infografis Tekno Google Twitter
Perbesar
Infografis Tekno Google Twitter (liputan6/desi)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya