Kurang Laku, Apple Batal Genjot Produksi iPhone 14

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 30 Sep 2022, 16:30 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 16:30 WIB
Apple iPhone 14 dan iPhone 14 Plus
Perbesar
Spesifikasi dan harga iPhone 14 dan iPhone 14 Plus. (Doc: Apple)

Liputan6.com, Jakarta - Apple dikabarkan tidak jadi meningkatkan produksi iPhone 14 dalam waktu dekat, setelah kabarnya permintaan untuk smartphone teranyar keluaran mereka itu di bawah perkiraan (kurang laku, red).

Sebelumnya, Apple dilaporkan meminta pemasoknya untuk menggenjot produksi, karena berekspektasi bakal ada permintaan yang besar selama musim liburan.

Sebuah laporan dari Bloomberg pada Selasa pekan ini, dikutip dari 9to5mac Jumat (30/3/2022), mengklaim penjualan iPhone 14 tidak cukup kuat untuk melakukan peningkatan produksi iPhone 14.

Laporan itu mengatakan, "lonjakan permintaan yang sudah diantisipasi tidak terwujud." Dalam situasi normal, Apple meningkatkan produksi di waktu-waktu tahun ini, demi memenuhi permintaan penjualan di musim liburan.

Sumber Bloomberg mengatakan bahwa Apple awalnya ingin meningkatkan produksi iPhone 14 sampai setidaknya 6 juta unit lebih banyak, pada akhir tahun 2022 ini. Namun, rencana itu kini telah dibatalkan.

Mengutip MacRumors, beberapa waktu lalu, analis Ming-Chi Kuo sempat menyebutkan, Apple juga telah menyarankan Foxconn untuk meningkatkan produksi iPhone 14 Pro, karena adanya peningkatan permintaan.

iPhone 14 Pro sendiri merupakan model iPhone 14 yang mengalami peningkatan signifikan dari pendahulunya, salah satunya adalah penambahan fitur Dynamic Islands serta penggunaan chip Apple A16 yang baru.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Permintaan yang Tinggi untuk iPhone 14 Pro

iPhone 14 Pro (Foto: Apple Newsroom)
Perbesar
iPhone 14 Pro (Foto: Apple Newsroom)

"Karena permintaan yang kuat untuk model iPhone 14 Pro, survei terbaru saya menunjukkan Apple telah meminta Hon Hai untuk mengalihkan lini produksi iPhone 14 ke model iPhone 14 Pro," kata Kuo di Twitter, mengutip MacRumors.

Sebagai informasi, Foxconn secara resmi juga dikenal sebagai Hon Hai. Kuo mengatakan Foxconn akan mengubah beberapa jalur perakitan iPhone 14 menjadi jalur perakitan iPhone 14 Pro sebagai hasil dari langkah tersebut.

Ia menambahkan, konversi tersebut akan setara dengan peningkatan sekitar 10 persen dalam perkiraan pengiriman model iPhone 14 Pro. Kuo mencatat, ini akan membantu meningkatkan harga jual rata-rata iPhone pada kuartal keempat.

Sebelumnya, dua model iPhone 14 Pro dilaporkan tampak lebih menggoda ketimbang dua versi iPhone 14 yang lebih rendah dan lebih murah.

Pasalnya, pemesanan yang diterima oleh supplier Apple mengindikasikan bahwa perusahaan memperkirakan 85 persen pembeli awal iPhone 14 di Tiongkok, memilih varian Pro atau Pro Max.

Sementara, iPhone 14 Plus menjadi model yang paling kurang diminati dibandingkan model lainnya, dengan jumlah perkiraan pemesanan kurang dari lima persen.

 


iPhone 14 Pro Lebih Diminati Ketimbang 14 Plus

Apple iPhone 14 dan 14 Plus
Perbesar
Spesifikasi dan harga iPhone 14 dan 14 Plus yang baru diumumkan. (Doc: Apple)

Meski begitu, analis yang memaparkan data tersebut, Ming-Chi Kuo, mengatakan, Apple sudah memperkirakan penjualan iPhone 14 Plus yang sangat sedikit selama masa pre-order dan early order.

Melalui akun Twitter-nya, seperti dikutip dari 9to5mac, Selasa (13/8/2022), Kuo mengatakan berdasarkan survei pre-order offline iPhone 14 Series di Tiongkok, tercatat total alokasi pesanan untuk dua model 14 Pro sekitar 85 persen.

"14 Plus memiliki alokasi order terendah (kurang dari lima persen)," tulis Ming-Chi Kuo pada 9 September 2022 yang lalu.

Kuo juga memperkirakan, Apple kemungkinan juga akan memperlebar kesenjangan antara model standar dengan Pro di iPhone 15, seperti yang mulai mereka lakukan di iPhone 14.

Kuo menambahkan, perusahaan juga mungkin bakal memperkenalkan kembali kesenjangan fitur antara Pro dan Pro Max.

"Saya percaya Apple akan menciptakan lebih banyak diferensiasi antara model standar iPhone 15 Pro dan iPhone 15 untuk meningkatkan alokasi pengiriman Pro dan ASP iPhone baru," kata Kuo.


Apple Mulai Produksi iPhone 14 di India

iPhone 14 Pro Max with Software iOS 16
Perbesar
iPhone 14 Pro Max with Software iOS 16 (Photo by Jeremy Bezanger on Unsplash)

Apple sendiri pada Senin pekan ini menyatakan mereka telah mulai perakitan model iPhone 14 di India, dimana ini menjadi produksi pertama jajaran perangkat generasi terbaru di negara itu, tak lama setelah peluncurannya.

Sejak memiliki manufaktur untuk pasar lokal di India sejak 2017, Apple hanya merakit model-model iPhone dan perangkat generasi lama.

Adapun, mitra global Apple yaitu Foxconn Mereka memproduksi perangkat tersebut di pabrik yang berlokasi di Sriperumbudur dekat Chennai. Unit iPhone yang diproduksi secara lokal ini akan mulai dijual di negara itu akhir 2022 ini.

"Kami senang bisa memproduksi iPhone 14 di India," kata juru bicara Apple kepada Tech Crunch, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Selasa (27/9/2022).

Meski saat ini baru memproduksi untuk pasar lokal, analis memperkirakan langkah ini berpotensi mengubah India menjadi pusat manufaktur iPhone global pada tahun 2025, setelah Apple perlahan mengurangi ketergantungannya pada Tiongkok.

Analis JP Morgan awal bulan ini menyebut, Apple akan memindahkan 5 persen dari produksi iPhone 14 global ke India pada akhir 2022, dan memperluas kapasitas produksi di sana untuk memproduksi 25 persen dari semua iPhone di 2025.

Menurut JP Morgan, hadirnya raksasa produksi asing, ditambah sumber daya tenaga kerja yang cukup dan biaya tenaga kerja yang kompetitif, membuat India jadi lokasi yang diinginkan.

(Dio/Isk)

 

Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya