Apple Pecat Pejabat Perusahaan Gara-Gara Videonya Viral di TikTok

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 30 Sep 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 15:00 WIB
Megahnya Kantor Pusat Apple yang Mirip UFO Raksasa
Perbesar
Kantor pusat `Apple Campus 2` ini sayangnya masih dalam proses pembangunan dan akan rampung pada 2016 mendatang (BGR)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu petinggi Apple, yakni VP Procurement, Tony Blevins, dipecat perusahaan setelah videonya di TikTok viral.

Dalam video tersebut, pernyataan Blevins dianggap agak kasar. Video yang dimaksud adalah video wawancara dengan pembuat konten Daniel Mac. Daniel Mac memang terkenal dengan video wawancaranya dengan orang random yang mengendarai mobil mewah.

Di video wawancara itu, Daniel Mac bertanya ke sang pejabat Apple, pekerjaan apa yang dijalaninya.

"Saya balapan mobil, bermain golf, dan membelai wanita berpayudara besar. Tapi saya tetap libur pada akhir pekan dan hari besar," kata Tony Blevins dalam video tersebut.

Sekadar informasi, video wawancara itu sama sekali tidak menyebutkan nama Tony Blevins maupun posisinya di Apple. Meski begitu, Blevins merujuk perusahaannya memiliki plafon yang cukup besar untuk pengobatan gigi.

Asal tahu saja, format video Daniel Mac di TikTok sebagian besar terdiri dari video dirinya menanyai orang-orang dengan mobil mewah. Pertanyaan yang diajukan ke respondennya seputar apa pekerjaan yang dilakukan.

Sebelumnya, Daniel Mac pernah mewawancarai Presiden AS Joe Biden yang mengendarai mobilnya, Cadillac Lyriq.

Mengutip The Verge, Jumat (30/9/2022), Bloomberg menyebut, video viral di akun Daniel Mac itu memicu penyelidikan internal di Apple yang pada akhirnya berakibat pada pemecatan Blevins sebagai kepala timnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bikin Kesal Karyawan Lain

Kantor Apple
Perbesar
Kantor Apple

Selain itu, video tersebut juga membuat marah sejumlah karyawan. Mereka menilai, komentar Blevins tidak sejalan dengan tujuan Apple untuk meningkatkan representasi dan pemberdayaan perempuan.

Kepada Bloomberg, Blevins mengatakan, dia "ingin mengambil kesempatan itu untuk meminta maaf dengan tulus kepada siapa pun yang tersinggung dengan upaya humornya yang salah." Bloomberg menyebut, pernyataan Blevins di video itu merupakan kutipan yang salah dari sebuah kalimat di film Arthur tahun 1981.

Sementara itu, seorang juru bicara Apple yang tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi, "Tony akan meninggalkan Apple."

The Wall Street Journal menyebut, pekerjaan Blevins di Apple lekat dengan pemasok dan mitra untuk memberikan penawaran lebih baik kepada perusahaan.

Blevins disebut-sebut berhasil membuat Apple hemat ratusan juta dolar AS selama perusahaan membangun gedung Apple Park.


Apple Ketat Soal Unggahan Karyawan di Medsos

Alamat Kantor Apple di Indonesia Terungkap
Perbesar
Kantor Apple di Beijing - ilustrasi (ist.)

Apple dikenal cukup ketat mengenai apa yang diunggah karyawannya di TikTok. Sebelumnya, awal tahun ini seorang engineer mengancam akan memecatnya karena video viral yang memperlihatkan dirinya menginformasikan dukungan teknis kepada seseorang yang ponselnya dicuri.

Situasi ini tidak persis sama. Pasalnya, Blevins tidak mengunggah sendiri videonya, melainkan muncul di video orang lain. Namun, komentarnya dianggap kurang ramah terhadap brand Apple.

Dalam dokumen internal mengenai unggahan media sosial, Apple memberi tahu ke karyawan mereka. "Kami ingin Anda menjadi diri sendiri tetapi Anda juga harus penuh hormat ketika mengunggah tweet atau saat berkomunikasi online lainnya," demikian bunyi kebijakan Apple.

(Tin/Ysl)

 

Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Keuntungan iPhone terhadap Apple (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya