Google Ajak Pengguna Lakukan 5 Langkah Ini untuk Hindari Peretasan

Oleh Afifah Nur Andini pada 30 Sep 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 09:30 WIB
Search Engine Google
Perbesar
Search Engine Google (Photo by Christian Wiediger on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam upaya melindungi para penggunanya dari bahaya peretasan dan kejahatan siber lainnya, Google memperingatkan agar pengguna rutin memeriksa keamanan akun mereka.

Google menyebut, keamanan online pengguna adalah prioritas. Perusahaan pun memberikan lima tips keamanan yang diharapkan bisa membantu pengguna melindungi perangkat dan data pribadi mereka.

Jadi, jika Anda menggunakan akun Google, seperti Gmail dan Google Drive, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi data privasi pengguna di internet.

Dikutip dari The Sun (30/9/2022), langkah pertama yang disarankan adalah melakukan Security Checkup. Perusahaan telah menawarkan situs website khusus yang bisa Anda manfaatkan untuk memeriksa keamanan akun Anda.

Lewat situs ini, pengguna bisa melihat Recent Security Activity. Laman ini yang akan menunjukkan aktivitas keamanan akun, seperti saat ada perangkat lain yang melakukan sign-in.

Lalu, ada juga Your Saved Passwords, yang berisi catatan kata sandi yang tersimpan di akun Google pengguna.

Pada opsi ini, pengguna bisa mengetahui ketika ada kata sandi yang terlalu lama digunakan dan harus segera diganti untuk menghindari ancaman kejahatan siber.

Tips kedua, pengguna diajak untuk memperbarui software. Sekadar informasi, perusahaan teknologi besar seperti Google selalu memperbarui software terbaru mereka. Pembaruan tersebut juga dimaksudkan untuk memperbaiki sistem keamanan perangkat dan update aplikasi.

"Jika browser, sistem operasi, atau aplikasi Anda kedaluwarsa, software Anda bisa jadi tidak aman dari para peretas," kata Google, memberi penjelasan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gunakan Password yang Kuat

Ilustrasi cara,mengetahui kata sandi, Gmail, Android
Perbesar
Ilustrasi cara,mengetahui kata sandi, Gmail, Android. (Photo by Solen Feyissa on Unsplash)

Selanjutnya, untuk tips ketiga, Google menyarankan pengguna memakai kata sandi atau password yang unik dan kuat. Pengguna perlu membuat beberapa kata sandi rumit yang bisa digunakan ke beberapa akun yang berbeda.

Google menyarankan pengguna untuk tidak menggunakan password yang sama untuk beberapa akun dan website. Pasalnya, hacker akan mudah mengakses akun-akun pengguna, jika mereka menggunakan satu kata sandi untuk seluruh akun.

Jika kamu menggunakan iPhone, kamu bisa mengikuti instruksi pada fitur iCloud Keychain. Fitur ini akan membantu pengguna mengatur beberapa kata sandi yang kuat untuk digunakan.

 

 


Hapus aplikasi dan extension browser

Google Chrome
Perbesar
Google Chrome. Dok: bgr.com

Tips keempat, Google mengajak pengguna untuk hapus aplikasi dan extension browser yang tidak dibutuhkan.

"Semakin banyak aplikasi yang terpasang dalam perangkat, akan membuat perangkat menjadi lebih rentan," kata Google.

Google menyarankan pengguna untuk hanya menginstal aplikasi atau ekstensi yang dibutuhkan saja. Jadi, hindari mengunduh aplikasi yang tidak jelas pengembangnya atau aplikasi yang mencurigakan.

Hal ini bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dalam sistem perangkat dan melindungi data personal kamu.


Hindari membalas pesan mencurigakan

Ilustrasi cara membuat email, Gmail, desktop
Perbesar
Ilustrasi cara membuat email, Gmail, desktop. (Photo by Yogas Design on Unsplash)

Tips terakhir, Google mengajak pengguna waspada terhadap pesan dan konten yang mencurigakan. Pesan mencurigakan yang diterima dari pengirim tidak jelas biasanya jadi salah satu cara hacker untuk mengelabui calon korban. 

Misalnya, ada pesan yang muncul layaknya pesan dari perusahaan resmi, teman atau keluarga, hingga website yang sangat meyakinkan. Pesan-pesan tersebut biasanya adalah scam alias pesan penipuan karena terdengar terlalu bagus dan menjanjikan.

Jika pesan tersebut meminta pengguna memberikan informasi pribadi seperti kata sandi, kode SMS, sampai data finansial, jangan pernah balas pesan tersebut.

Infografis Klaim dan Ancaman Hacker Bjorka Bocorkan Data Bikin Gerah Kominfo hingga Istana. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Klaim dan Ancaman Hacker Bjorka Bocorkan Data Bikin Gerah Kominfo hingga Istana. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya