Platform Marketplace Lokal Dukung UMKM Go Digital

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 29 Sep 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 10:00 WIB
[Fimela] UMKM
Perbesar
ilustrasi UMKM | pexels.com/@thatguycraig000

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM go digital hingga 2024. Menanggapi target pemerintah tersebut, perusahaan lokal PT Air Mas Perkasa meluncurkan platform bernama Bela.Ayooklik dan Ayoomall.

Platform Bela.Ayooklik dan Ayomall berfokus pada UMKM Indonesia dalam menyediakan kebutuhan pemerintah seperti catering, souvenir, percetakan dan produk atau jasa lainnya yang diproduksi oleh UMKM.

Pebisnis UMKM yang ingin bergabung di marketplace ini diharuskan sudah memiliki izin usaha. Sekadar informasi, Ayoomall merupakan marketplace business to consumer yang memberikan solusi transformasi digital produk lokal dan UMKM masa depan.

Sementara, Bela.Ayooklik merupakan platform e-purchasing yang menjajakan produk dalam negeri dan UMKM untuk pengadaan barang dan jasa bagi pemerintah.

Pada toko daring Bela.Ayooklik ini pengadaan terdapat kategori seperti alat tulis kantor, alat-alat kesehatan, fashion, transportasi, furnitur, jasa kreatif, akomodasi, kurir, sewa, souvenir, elektronik, food and beverages, hingga alat perkakas.

Direktur Utama PT Air Mas Perkasa Ari Kunwidodo menyebut, pihaknya ingin mengembangkan UMKM dengan memanfaatkan jaringan bisnis yang tersebar di sejumlah provinsi. Misalnya, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


5 Tahun Pengalaman

Peluncuran platform marketplace lokal untuk mendukung UMKM lokal go digital
Perbesar
Peluncuran platform marketplace lokal untuk mendukung UMKM lokal go digital.

"Selama lebih dari 5 tahun Airmas telah melayani user mulai dari, business to government (B2G), business to business (B2B), dan business to consumer (B2C). Dengan begitu, kami yakin Bela.Ayooklik dan Ayoomall dapat menjadi jembatan antara UMKM Indonesia dengan user dalam memajukan penggunaan dan produksi produk dalam negeri," kata Ari.

Sementara itu, CEO Airmas Group Basuki Surodjo menyakini kehadiran Bela Ayooklik dan Ayoomall bisa meningkatkan laju bisnis UMKM di Indonesia sekaligus mendukung peraturan Presiden dalam penggunaan tingkat produk dalam negeri di pemerintahan.

Disebutkan, UMKM yang sudah bergabung dengan Bela.Ayooklik, PT Podobeli dan Pantero Group mengklaim pihaknya terbantu dengan hadirnya kedua platform ini.

"Kami berharap untuk dapat ikut serta meningkatkan pembelanjaan dan semakin membuka peluang bagi para UMKM untuk menjadi terdepan, terlengkap, terluas, dan terpercaya," kata perwakilan UMKM yang bergabung di kedua platform.

Sejalah dengan peluncuran kedua platform, PT Air Mas Perkasa juga memberi sosialisasi terkait peraturan untuk memperluas target pasar dan penggunaan produk dalam negeri.

(Tin/Isk)


Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya