Meta Hadirkan Fitur Baru Mudahkan Pengguna Beralih Antar Facebook dan Instagram

Oleh Agustinus Mario Damar pada 29 Sep 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 09:30 WIB
Meta Sign
Perbesar
Facebook meluncurkan tanda Meta baru mereka di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, Kamis, 28 Oktober 2021. Facebook Inc. yang diperangi mengubah namanya menjadi Meta Platforms Inc., atau Meta, untuk mencerminkan apa yang CEO Mark Zuckerberg mengatakan komitmennya untuk mengembangkan t

Liputan6.com, Jakarta - Meta mengumumkan tengah menguji coba fitur baru yang bisa mempermudah pengguna Facebook dan Instagram beralih antar aplikasi. Salah satu kemampuan baru yang dihadirkan Meta adalah tampilan antarmuka untuk fungsi beralih profil antara Facebook dan Instagram.

Dikutip dari Engadget, Kamis (29/9/2022), dengan perubahan tampilan antarmuka ini, pengguna bisa dengan mudah beralih profil antara Facebook dan Instagram selama mereka menambahkannya pada satu Accounts Center.

Selain itu, Meta juga akan menampilkan notifikasi yang diterima masing-masing akun. Dengan demikian, pengguna tetap bisa mengetahui notifikasi yang diterima antar layanan.

"Kami menguji coba pengalaman baru ini secara global di iOS, Android, dan web," tulis Meta dalam blog perusahaan.

Tidak hanya itu, Meta juga memperkenalkan alur masuk baru yang memungkinkan orang lebih mudah saat login atau membuat akun baru di Facebook maupun Instagram.

Lewat perubahan ini, pengguna baru bisa membuat akun Facebook atau Instagram, lalu menggunakannya untuk mendaftar layanan lain.

Sementara bagi pengguna yang sudah memiliki akun Facebook dan Instagram kini dimungkinkan login memakai informasi dari salah satu akun tersebut untuk mengakses layanan lain. Akan tetapi, fitur ini bisa berfungsi apabila kedua akun tersebut sudah ditambahkan pada Accounts Center yang sama.

Nantinya, Meta akan memberikan notifikasi bagi pengguna saat memakai akun mereka untuk membuat akun baru atau menambahkan akun baru ke Accounts Center.

Kendati demikian, Meta memastikan fitur keamanan seperti two-factor authentication masih berfungsi. Jadi, sistem ini masih bisa mencegah orang lain memanfaatkan kredensial Instagram pengguna untuk mengakses akun Facebook miliknya.

Untuk sekarang, fitur ini memang baru terbatas untuk layanan Facebook dan Instagram. Namun, Meta menyebut akan terus mengeksplorasi cara untuk meningkatkan pengalaman yang makin terhubung di semua teknologinya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Facebook, Instagram, dan WhatsApp Mau Tawarkan Layanan Berbayar?

Facebook
Perbesar
Ilustrasi logo Facebook sebagai salah satu platform layanan Meta. (Sumber foto: Pexels.com).

Di sisi lain, Meta dan produk-produknya termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp dikabarkan akan menghadirkan layanan berbayarnya.

Mengutip Gizchina, Sabtu (3/9/2022), berdasarkan laporan The Verge, Facebook, Instagram, dan WhatsApp mungkin akan memiliki beberapa fitur khusus yang akan dibuka hanya jika pengguna melakukan pembayaran.

Menurut sumber tersebut, Meta telah membentuk divisi baru bernama New Monetization Experiences. Divisi ini memiliki satu tujuan untuk mengembangkan fitur berbayar untuk aplikasi perusahaan.

Ada beberapa fitur yang kabarnya akan ditawarkan oleh Facebook dan Instagram, terutama untuk para kreator. Misalnya, ada fitur bernama Stars, acara berbayar dan berbagai produk langganan.

Sayangnya, tidak ada petunjuk atau bocoran mengenai jenis fitur berbayar apa yang mungkin akan datang ke Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Kemungkinan hal ini terkait dengan fakta bahwa divisi tersebut tengah dalam tahap pembentukan dan belum ada tugas yang konkret untuk saat ini.


Meta Tutup Aplikasi Facebook Gaming untuk iOS dan Android

Facebook Gaming
Perbesar
Facebook Gaming (Foto: Facebook)

Sebelumnya, Meta baru saja mengumumkan kepada para pengguna Facebook Gaming, aplikasi untuk iOS dan Android itu akan ditutup alias setop beroperasi.

Pemberitahuan oleh induk perusahaan Facebook ini disebar lewat aplikasi--seperti yang dibagikan oleh konsultan media sosial Matt Navarra dan publikasinya.

Dilansir Engadget, Kamis (1/9/2022), aplikasi Facebook Gaming ditutup bagi para pengguna perangkat iOS dan Android mulai 28 Oktober 2022.

“Meskipun ada berita ini, misi kami untuk menghubungkan pemain, penggemar, dan kreator dengan game mereka sukai tidak berubah, dan masih dapat menemukan game, streamer, dan grup Anda saat mengunjungi Gaming di aplikasi Facebook,” tertulis di pemberitahuan itu.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada semuanya atas yang telah Anda lakukan untuk membangun komunitas berkembang bagi para gamer dan penggemar sejak aplikasi ini pertama kali diluncurkan,” sambung perusahaan.

Meta mengatakan, pengguna masih dapat mengunduh data pencarian mereka dan mengingatkan Facebook Gaming belum sepenuhnya hilang.

Pengguna platform media sosial itu masih bisa menonton video pembuat konten favorit mereka dengan mengeklik tab Gaming di aplikasi Facebook.


Facebook Gaming

Sebagai informasi, Meta pertama kali memperkenalkan aplikasi Facebook Gaming pada 2022 dengan tujuan sebagai pesaing Twitch dan YouTube.

Perusahaan menyebutkan, aplikasi Facebook Gaming dirancang untuk menyoroti konten streamer sekaligus untuk dapat berinteraksi dengan grup atau follower pengguna.

Sayangnya, tidak disebutkan alasan kenapa Meta menutup aplikasi tersebut. Banyak yang meyakini, keputusan ini diambil sebagai bagian perampingan perusahaan karena Facebook mengalami penurunan jumlah pengguna.  

Industri esports di dunia, termasuk Indonesia berkembang dengan sangat pesat dan semakin digandrungi sehingga menawarkan beragam jenis profesi yang menjanjikan.

Berdasarkan riset Newzoo, 67 persen millennial dan 70 persen gen Z bermain dan menonton konten video game, dengan rata-rata waktu yang dihabiskan bermain game per minggu adalah 6 jam 50 menit.

Disebutkan, konten game yang paling banyak ditonton adalah gameplay, game komedi, dan streamer favorit.

Berkaca dari hal tersebut, profesi sebagai gaming creator atau konten kreator game masih menjanjikan. Nah, bagi kamu yang senang bermain game dan ingin mendulang cuan dari hobi ini maka dapat mengikuti MainGames Academy. 

Adapun MainGames Academy adalah program inkubasi yang digagas oleh MainGames Indonesia bersama dengan Facebook Gaming. 

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya