Pembocor Rahasia NSA Edward Snowden dapat Kewarganegaraan Rusia dari Putin

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 27 Sep 2022, 09:17 WIB
Diperbarui 27 Sep 2022, 09:17 WIB
Edward Snowden.
Perbesar
Edward Snowden. Kredit: Praxis Films / Laura Poitras

Liputan6.com, Jakarta - Mantan kontraktor intelijen Amerika Serikat Edward Snowden, mendapatkan kewarganegaraan Rusia dari Presiden Vladimir Putin, berdasarkan dekrit yang ditandatangani pada hari Senin waktu setempat.

Sebelumnya, pria 39 tahun itu dikenal karena membocorkan file-file rahasia, yang mengungkapkan operasi pengawasan domestik dan internasional yang dilakukan National Security Agency AS.

Sejak 2013, mantan karyawan CIA itu pun menetap di Rusia demi menghindari tuntutan di AS.

Pada 2020, Snowden mengatakan ia dan istrinya yang saat itu sedang hamil, mengajukan permohonan kewarganegaraan Rusia, agar tidak dipisahkan dari calon putra mereka selama pandemi dan tutupnya perbatasan.

Mengutip The Guardian, Selasa (27/9/2022), Rusia lalu memberikannya hak tinggal permanen.

"Setelah bertahun-tahun berpisah dari orangtua kami, istri saya dan saya tidak ingin berpisah dari putra kami," kata Snowden.

Nama Snowden sendiri muncul dalam daftar 72 orang kelahiran asing yang diberikan kewarganegaraan oleh Putin pada Senin waktu setempat.

"Setelah dua tahun menunggu dan hampir sepuluh tahun di pengasingan, sedikit stabilitas akan membuat perbedaan bagi keluarga saya. Saya berdoa untuk privasi bagi mereka, dan untuk kita semua," kata Snowden di Twitter, menanggapi keputusan Putin.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bakal Wajib Militer?

Edward Snowden
Perbesar
Edward Snowden luncurkan aplikasi keamanan yang bernama Haven. (Doc: BGR)

Namun, didapatkannya kewarganegaraan Rusia oleh Snowden menimbulkan pertanyaan dari warganet media sosial, di mana ini dilakukan di tengah wajib militer yang akan dikirim ke Ukraina.

Anatoly Kucherena, pengacara Snowden di Rusia mengatakan kepada kantor berita Ria Novosti, kliennya tidak dapat direkrut karena dia tidak pernah bertugas di angkatan bersenjata sebelumnya.

Kucherena menambahkan, istri Snowden Lindsay Mills juga sedang mengajukan kewarganegaraan Rusia. Selama di Rusia, sang whistleblower AS jarang menonjolkan dirinya. Ia hanya sesekali mengunggah foto keluarganya di Moskow.

Pada tahun 2019, Snowden mengklaim dirinya siap kembali ke AS apabila ada jaminan pengadilan yang adil.

Selama perang Rusia dan Ukraina, Snowden yang sebelumnya kerap mengkritik soal hak asasi manusia Kremlin, belum berkomentar di depan publik soal invasi Rusia ke Ukraina.


Kritik Snowden untuk Apple

Apple Store
Perbesar
Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay

Di pertengahan 2021, Snowden pernah mengecam fitur baru Apple, yang akan memindai foto yang disimpan di iPhone, demi menangani kasus pelecehan anak.

Apple mengklaim langkah yang diambil perusahaan demi membatasi penyebaran materi pelecehan seksual anak (Child Sexual Abuse Material/CSAM).

Namun, sistem pemindaian foto itu dapat memindai semua foto pribadi di ponsel pengguna sehingga bisa disalahgunakan oleh pemerintah dan aktor jahat. Banyak ahli menilai hal ini dapat menimbulkan masalah besar.

Mantan konsultan NSA Edward Snowden adalah salah satu dari mereka yang mengecam fitur baru tersebut, dengan mengklaim bahwa meskipun bermaksud baik, pada dasarnya Apple meluncurkan pengawasan massal ke seluruh dunia.

"Tidak peduli seberapa baik niatnya, Apple meluncurkan pengawasan massal ke seluruh dunia melalui fitur ini," cuit Snowden sebagaimana dilansir Ubergizmo, Minggu (8/8/2021).

"Jangan salah: jika mereka dapat memindai pornografi anak hari ini, mereka dapat memindai apa pun besok," imbuhnya.

 


Snowden Sindir Kebijakan WhatsApp

Ilustrasi WhatsApp
Perbesar
Ilustrasi WhatsApp. Kredit: Webster2703 via Pixabay

Sementara di awal 2021, Snowden juga sempat mengkritik kebijakan baru WhatsApp yang saat itu mengatakan akan membagikan data ke Facebook.

Mantan kontraktor CIA itu pun menanggapinya dengan mengeluarkan seruan untuk memakai aplikasi olah pesan Signal sebagai pengganti WhatsApp. Hal ini ia sampaikan dengan mengutip cuitan Elon Musk, sambil menandai akun Twitter milik Signal di @signalapp.

"Thats @signalapp, for those who dont speak, Elon, (Aplikasi Signal ini, adalah untuk mereka yang tidak berbicara, Elon)" kata Snowden membalas cuitan Musk.

Snowden yang telah sejak lama menggunakan Signal ini dibanjiri balasan dari pengikutnya. Salah satu dari sekian banyak menanyakan mengapa harus memercayai Signal.

Snowden pun mengaku telah menggunakan Signal setiap hari dan hingga saat ini dia aman-aman saja. "Here's a reason: i use it every day and I'm not dead yet (Ini alasannya: saya pakai setiap hari dan saya belum mati)," ujar Snowden.

Berdasarkan label privasi di App Store, Signal sama sekali tidak mencoba mengumpulkan data pengguna.

Satu-satunya data yang dikumpulkan adalah nomor telepon pengguna saat mendaftar, tetapi Signal tak berupaya menghubungkan nomor telepon tersebut dengan identitas pengguna.

(Dio/Isk)

INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia?
Perbesar
INFOGRAFIS JOURNAL_Konflik Ukraina dan Rusia Ancam Krisis Pangan di Indonesia? (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya