IDC: Pasar Smartphone Indonesia Q2 2022 Turun 10 Persen

Oleh M Hidayat pada 21 Sep 2022, 10:30 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 10:30 WIB
Ilustrasi Smartphone Android, Gadget. Kredit: Pexels via Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Smartphone Android, Gadget. Kredit: Pexels via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan riset pasar IDC merilis laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker terbarunya untuk periode Indonesia.

Menurut laporan itu, pasar smartphone Indonesia pada kuartal kedua 2022 (Q2 2022) turun 10 persen secara tahunan, jika dibandingkan dengan kuartal kedua 2021 (Q2 2021). Namun, pasar juga mengalami pertumbuhan kuartalan sebesar 6,9 persen, apabila dibandingkan dengan kuartal pertama 2022 (Q1 2022).

Secara keseluruhan, paruh pertama tahun 2022 ditutup 13,7 persen lebih rendah, apabila dibandingkan dengan paruh pertama tahun 2021, tetapi masih 3,7 persen lebih tinggi daripada paruh pertama tahun 2019.

"Pada kuartal kedua 2022, pemerintah mencabut pembatasan COVID-19 yang memungkinkan orang untuk kembali ke kampung halaman mereka untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Karena biaya perjalanan meningkat, masyarakat menghabiskan lebih sedikit untuk elektronik/gadget dibandingkan tahun lalu," ujar Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia dikutip dari keterangan perusahaan.

Company

2Q22

Shipments

2Q22

Market Share (%)

2Q21

Shipments

2Q21

Market Share (%)

YoY Growth (%)

1. OPPO

2.0

20.6

2.0

19.1

-3.0

2. Samsung

1.9

20.2

1.7

16.2

11.8

3. vivo

1.7

17.8

1.8

16.6

-3.4

4. Xiaomi

1.5

15.6

2.8

26.5

-47.1

5. realme

1.2

12.1

1.2

11.1

-1.7

Others

1.3

13.7

1.1

10.4

17.9

Total

9.5

100.0

10.6

100.0

-10.0

Source: IDC Quarterly Mobile Phone Tracker, 2Q22

Note: All figures were rounded off.

Pengeluaran konsumen, kata Vanessa, juga mengalami pergeseran ke area lain seperti makanan dan transportasi karena masyarakat kembali beraktivitas normal.

"Meningkatnya harga barang juga menambah tekanan pada pendapatan yang dapat dibelanjakan, memaksa orang untuk memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan primer," tutur Vanessa lebih lanjut.

Pasar diperkirakan akan tetap lemah pada paruh pertama 2022 karena faktor makroekonomi seperti inflasi, pergerakan nilai tukar, kenaikan suku bunga, dan kenaikan harga bahan bakar terus menggerus belanja konsumen.

Oleh sebab itu, IDC memperkirakan pengapalan smartphone di Indonesia secara keseluruhan akan menurun pada tahun 2022.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Oppo

Oppo kembali naik ke posisi pertama di Q2 2022. Oppo terus memperluas portofolio kelas menengahnya di rentang harga USD 200-400.

Menurut sensor tower, segmen ini terdiri atas 46,9 persen dari total pengapalan smartphone Oppo dibandingkan dengan 18,1 persen pada Q2 2021.

Segmen kelas menengah terutama didukung oleh model A96 dan Reno 7. Selain itu, sorotan penting lainnya adalah pangsa pasar Oppo untuk perangkat 5G meningkat secara signifikan berkat seri Reno 7.

Samsung

Samsung jatuh ke posisi kedua pada Q2 2022. Samsung meningkatkan pengiriman dalam portofolio kelas menengahnya dengan merilis model A dan M baru.

Berkat kontribusi segmen tersebut, pengapalan keseluruhan Samsung meningkat dua kali lipat secara kuartalan menjadi 23,2 persen, jika dibandingkan dengan Q1 2022.

Beberapa model seri A dan M baru ditawarkan dalam varian 5G, yang membantu Samsung mempertahankan keunggulan di segmen 5G.


Vivo

vivo bertahan di posisi ketiga pada 2Q22 dengan pijakan kuat di segmen dengan rentang harga di bawah USD 200. vivo didukung oleh kinerja kuat dari model Y15 dan Y21. Selain itu, vivo juga merilis Y01 untuk mengisi segmen ultra low-end dengan rentang harga di bawah US$ 100, menggantikan Y1s.

Pengiriman 5G vivo juga tercatat meningkat secara signifikan, berkat T1 5G dan T1 Pro 5G yang baru dirilis.

Xiaomi

Di peringkat keempat, Xiaomi memegang posisi kuat di segmen dengan harga di bawah USD 200 dengan Redmi 10A dan 10C yang baru dirilis.

Tak hanya itu, lini flagship Xiaomi 12 dan 12 Pro memperkuat posisi mereka di segmen dengan rentang harga di atas USD 600.

Namun, peringkat Xiaomi di segmen 5G turun ke posisi keempat karena Xiaomi fokus pada penyegaran model 4G low-end dengan rentang harga USD 100-200 pada kuartal ini.


Realme

Realme tetap berada di posisi kelima pada Q2 2022. C35 dan C31 yang baru dirilis sangat mendukung segmen dengan rentang harga di bawah USD 200, bersama dengan model C lainnya yang lebih dulu melantai di pasar. Segmen mid-range menunjukkan pertumbuhan signifikan, berkat realme 9, Narzo 50, dan GT Neo 3T.

Selain itu, GT Neo 3 yang baru juga mendorong portofolio realme di kelas menengah ke atas dengan rentang harga USD 400-600; pangsa 5G realme juga tumbuh secara signifikan dengan model seperti GT Neo3, GT Neo3T, dan Narzo 50 5G.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya