Microchip Tesla Bakal Lebih Pintar dari Otak Manusia Pada 2033

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 04 Sep 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 04 Sep 2022, 07:00 WIB
Tesla Ingin Bangun Pabrik Raksasa di Jepang?
Perbesar
Elon Musk ingin membuka fasilitas produksi baru diluar Amerika Serikat.

Liputan6.com, Jakarta - Pembesut mobil listrik asal AS Tesla kini didukung dengan beberapa chip dan mikrochip yang memiliki kemampuan pemrosesan kuat.

Namun inovasi Tesla tampaknya tidak mau berhenti di microchip yang sekadar kuat. Menurut laporan terbaru, pengembangan mikrochip Tesla akan mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Mengutip Gizchina, Sabtu (3/9/2022), sebuah studi oleh perusahaan rental mobil dan van Vanarama mengungkap, pada 2033, mobil pintar Tesla bakal lebih pintar dari otak manusia.

Vanarama menganalisis kekuatan pemrosesan mikrochip Tesla. Mereka mendapati, mikrochip Tesla bakal berkinerja melampaui otak manusia (1 kuadriliun operasi per detik) dalam 11 tahun mendatang alias tahun 2033.

Selain itu, chip D1 Tesla diklaim bakal 30 kali lebih kuat dibanding chip yang mereka pakai enam tahun lalu. Hal ini memperlihatkan bahwa ada pertumbuhan konsisten dalam pengembangan chip Tesla.

Terus berkembang

Pada acara Tesla AI Day tahun lalu, Tesla merilis chip pelatihan jaringan saraf yang dikembangkannya sendiri, yakni chip D1. Chip ini dilengkapi dengan 1 transistor, 354 node pelatihan, dan sirkuit internal sepanjang 17,7 kilometer.

Kombinasi tersebut memungkinkan perangkat bisa mencapai kekuatan superkomputer dan bandwidth super.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Bakal Perkenalkan Robot Humanoid?

Elon Musk Ingin Beli Twitter, Siapkan Uang Tunai Senilai Rp618 Triliun
Perbesar
Setelah menguasai sebagian saham, bos Tesla dan SpaceX Elon Musk ingin mengakuisisi seluruh saham Twitter. (Instagram/elonrmuskk).

Pada awal Juni ini, CEO Tesla Elon Musk mengunggah, acara Tesla AI Day kedua akan ditunda dari 19 Agustus hingga 30 September 2022. Pada acara ini, perusahaan bisa saja merilis prototipe robot humanoid Optimus Prime, jika mereka mau.

Namun pada pertengahan Agustus lalu, Elon Musk mengklaim, robot humanoid Tesla bisa lebih murah dibandingkan harga mobil masa depan. Selain itu Musk juga mengatakan, tinggi dan berat robot ini mendekati ukuran orang dewasa.

Robot humanoid ini diklaim akan bisa membawa benda berat hingga berjalan cepat dalam langkah-langkah kecil.

Layar di wajah robot ini merupakan antarmuka interaktif yang bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan orang.

Elon Musk pernah mengatakan di Twitter, tujuan acara Tesla AI Day adalah untuk meyakinkan bakat, kecerdasan buatan, perangkat lunak, atau chip yang luar biasa cerdas untuk bergabung dengan Tesla.


Beli Nikel dari Indonesia

Elon Musk
Perbesar
Elon Musk, founder Tesla dan SpaceX. Sumber: Business Insider

Terlepas dari mikrochip yang makin cerdas, belum lama ini pembesut mobil listrik AS Tesla dikabarkan menandatangani kontrak pembelian olahan nikel sebesar USD 5 miliar (setara Rp 74,2 triliun) dengan perusahaan pengolahan nikel Indonesia.

Sekadar informasi, nikel merupakan bahan untuk baterai mobil listrik Tesla. Mengutip Reuters, Selasa (9/8/2022), informasi ini berasal dari seorang menteri senior di kabinet.

Reuters melaporkan, pemerintah Indonesia memang berupaya membuat Tesla mendirikan fasilitas produksi di Indonesia. Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara dengan cadangan nikel yang besar.

Sebelumnya pada pertengahan Mei, Presiden Joko Widodo juga pernah bertemu dengan pendiri Tesla Elon Musk dalam rangka menghidupkan iklim investasi Tanah Air.

"Kami terus bernegosiasi dengan Tesla, tetapi mereka sudah mulai membeli dua produk unggulan dari Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan, Tesla menandatangani kontrak lima tahun dengan perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di luar Morowali, Sulawesi Tengah. Nikel tersebut akan digunakan dalam baterai lithium Tesla.

Saat dimintai komentar oleh Reuters, Tesla tidak memberikan tanggapan.

Sekadar informasi, Indonesia memang tertarik mengembangkan industri kendaraan listrik dan baterai di dalam negeri. Reuters menyebut Indonesia telah menghentikan ekspor bijih nikel untuk memastikan pasokan cukup bagi investor.

(Tin/Isk)

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya