YouTube Rayakan Hari Kucing Sedunia pada 8 Agustus 2022

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 08 Agu 2022, 10:30 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 10:30 WIB
YouTube merayakan Hari Kucing Sedunia 2022 (Screenshot YouTube)
Perbesar
YouTube merayakan Hari Kucing Sedunia 2022 (Screenshot YouTube)

Liputan6.com, Jakarta - Kalau kamu perhatikan, ada yang menarik di tampilan logo YouTube di kiri atas dari platform tersebut pada hari ini, Senin (8/8/2022).

Jika membuka YouTube baik di aplikasi ponsel atau situs web, mungkin sebagian dari kamu bakal melihat animasi logo YouTube yang berubah menjadi seekor kucing lucu yang berwarna biru-merah muda.

Selain itu, bakal ada sebuah banner yang bertuliskan: "Kalau kucing kamu tiba-tiba hilang bisa jadi dia lagi viral di YouTube."

Animasi ini ditampilkan oleh platform berbagi video milik Google ini dalam rangka merayakan Hari Kucing Sedunia atau International Cat Day tahun 2022.

"Yuk rayain Hari Kucing Sedunia bersama makhluk imut berbulu yang sering jadi meme, menginspirasi tren muka cemberut, dan lain-lain," tulis YouTube di banner tersebut.

Apabila kamu mengklik tombol "Jelajahi" atau "Explore" di banner tersebut, kamu bakal diarahkan ke beberapa video soal kucing yang ada di YouTube, di mana beberapa di antaranya pernah menjadi viral.

Salah satu yang Tekno Liputan6.com temukan adalah video viral berdurasi 2 menit 58 detik berjudul "Kucing Berantem Rebutan Wilayah, Siapakah yang menang?" dari kanal Bang Os.

Ada juga beberapa rekomendasi video bertemakan kucing lainnya yang ditampilkan, misalnya dari kreator seperti Medy Renaldy dan MiawAug, hingga meme Nyan Cat.

Mengutip First Post, Hari Kucing Internasional pertama kali dirayakan di tahun 2022 oleh International Fund for Animal Welfare, dengan tujuan untuk mengapresiasi kucing.

Peringatan ini juga biasanya menyoroti tentang perlindungan terhadap kucing dari kekerasan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


YouTube Bakal Hapus Video Panduan Aborsi Ilegal

Logo YouTube
Perbesar
Logo YouTube (Sumber: Pixabay)

Sebelumnya, YouTube menyatakan bakal mulai menghapus video-video yang mempromosikan metode aborsi tidak aman. Selain itu, platform video milik Google ini juga akan menghapus konten yang mempromosikan klaim palsu tentang keamanan aborsi.

Mengutip The Verge, Jumat (22/7/2022), YouTube mengumumkan hal ini melalui Twitter dengan menyebut, penghapusan video promosi aborsi itu bagian dari kebijakan penanganan misinformasi medis.

YouTube juga menambahkan panel informasi ke video-video terkait yang akan menawarkan informasi mengenai aborsi dari National Library of Medicine. Langkah ini sama dengan yang dilakukan YouTube terhadap informasi tentang vaksinasi dan topik kesehatan lainnya.

"Mulai hari ini dan meningkat selama beberapa minggu ke depan, kami akan menghapus konten yang menyajikan instruksi untuk metode aborsi yang tidak aman atau mempromosikan klaim palsu mengenai keamanan aborsi di bawah kebijakan misinformasi medis kami," kata YouTube melalui akun Twitter resminya.

Lebih lanjut, YouTube juga menyebut, "Seperti semua kebijakan kami tentang topik kesehatan atau medis, kami mengandalkan panduan yang diterbitkan dari otoritas kesehatan."

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Hapus Konten Promosi Aborsi dengan Metode Herbal

Youtube - Vania
Perbesar
Ilustrasi Youtube/https://unsplash.com/Nordwood Themes

"Kami memprioritaskan menghubungkan orang ke konten dari sumber terpercaya tentang topik kesehatan dan kami terus meninjau kebijakan dan produk kami, saat peristiwa berlangsung di dunia nyata," kata YouTube.

Langkah YouTube tersebut terkait dengan penjelasan mengenai kebijakan misinformasi yang melarang promosi metode aborsi ilegal atau aborsi alternatif sebagai pengganti metode kimia atau beda yang dianggap aman oleh otoritas kesehatan.

Serupa, pemerintah dan pembuat kebijakan telah meminta Google untuk membatasi hasil pencarian dan Maps yang mengarahkan pengguna mencari layanan aborsi ilegal.

Kini, keputusan YouTube itu berdampak pada konten atau video berisi metode aborsi mandiri menggunakan tumbuhan mugwort dan pennyroyal. Praktik tersebut dinilai banyak herbalist sebagai praktik yang tidak bisa diandalkan dan justru bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Sebaliknya, aborsi menggunakan pil tertentu dianggap saman dan bisa dilakukan di AS, di luar pengawasan dokter. Video-video aborsi tidak aman itu juga banyak dilaporkan di TikTok, bahkan beberapa di antaranya sangatlah populer.

 


Hapus Riwayat Lokasi

Ilustrasi cara mendownload video, Youtube
Perbesar
Ilustrasi cara mendownload video, Youtube. (Photo by Christian Wiediger on Unsplash)

Sebelumnya ditengah kekhawatiran privasi data, Google mengatakan akan menghapus klinik aborsi dan fasilitas lainnya dari riwayat lokasi pengguna.

Setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat mencabut hak aborsi, Google dan raksasa teknologi lainnya sebagian besar masih bungkam tentang bagaimana mereka akan menangani permintaan data pengguna dalam penyelidikan terkait aborsi. 

Pakar privasi telah menandai sejumlah besar data yang dikumpulkan oleh Google dan platform lain--khawatir akan disalahgunakan oleh penegak hukum dan kelompok anti-aborsi.

Dalam posting blog baru, dikutip dari Engadget, Sabtu (2/7/2022), Google menyatakan bakal mencoba untuk menghapus lokasi dari riwayat lokasi pengguna segera setelah mereka berkunjung ke klinik aborsi.

Perusahaan tak menjelaskan bagaimana tepatnya akan mengidentifikasi lokasi-lokasi ini, atau berapa lama pemindahan akan dilakukan. Google mengatakan proses yang sama juga akan berlaku untuk kunjungan ke fasilitas kesehatan jenis lain.

(Dio/Ysl)

Infografis Wanti-Wanti Euforia Boleh Lepas Masker
Perbesar
Infografis Wanti-Wanti Euforia Boleh Lepas Masker (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya