Integrasi Jaringan Indosat Ooredoo-Tri Terus Digenjot, Janjikan Pengalaman Lebih Baik

Oleh Agustinus Mario Damar pada 04 Agu 2022, 12:05 WIB
Diperbarui 04 Agu 2022, 12:05 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison
Perbesar
Ki-Kan : President Director & CEO of Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Dirjen PPI Kemkominfo Wayan Toni Supriyanto, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen.

Liputan6.com, Bali - Indosat Ooredo Hutchison (IOH) menyatakan proses integrasi jaringan usai merger terus dilakukan dan prosesnya sangat baik. Dengan kondisi ini, Director and Chief Regulatory Officer, Muhammad Danny Buldansyah, optimistis proses integrasi bisa rampung sesuai target.

"Integrasi progress-nya sangat baik, bahkan melampaui apa yang telah direncanakan, sehingga kami optimistis rampung tepat waktu sesuai dengan yang direncanakan," tuturnya dalam peluncuran 5G IOH di Bali.

Hingga saat ini, menurut Danny, ada lebih dari 10.000 site yang telah terintegrasi. Ditargetkan, ada lebih dari 43.000 site akan selesai terintegrasi pada kuartal pertama tahun depan.

"Tiap hari kami melakukan integrasi site demi memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pelanggan," ucapnya.

Sebagai informasi, proses integrasi dilakukan dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN) secara bertahap dengan tujuan untuk memberikan pengalaman telekomunikasi digital yang lebih baik bagi pelanggan IM3 dan Tri.

Integrasi jaringan ini diklaim akan memberikan peningkatan layanan indoor coverage dan penambahan kapasitas dengan pemanfaatan kerapatan sites dan lebar pita dari jaringan sebelumnya.

Oleh sebab itu, integrasi akan membawa peningkatan coverage yang cukup signifikan melalui kedua jaringan yakni IM3 dan Tri, yang menjadi satu. Selain itu, dengan spektrum yang jumlahnya cukup banyak dan tinggi, kapasitas dan kualitas jaringan akan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

Lewat integrasi ini pula, IOH diketahui akan semakin mantap dalam menggelar layanan 5G. Berbekal spektrum yang dimiliki perusahaan, mereka mampu menghadirkan layanan 5G yang lebih baik dari sebelumnya.

Hal itu ditunjukkan saat peluncuran 5G IOH di Bali yang mampu mencapai sekitar 1,0Gbps saat diuji coba dalam kondisi optimal atau minim trafik. Selain spektrum yang dimilikinya, IOH juga memanfaatkan teknologi 1 Gbps FDD 5G Massive MIMO dari Huawei.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Uji Kecepatan 5G Indosat Ooredoo Hutchison Tembus 1 Gbps

<p>Uji jaringan 5G di Bali. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)</p>

Lebih lanjut, Tekno Liputan6.com pun berkesempatan menjajal langsung kecepatan yang ditawarkan layanan Indosat Ooredoo Hutchison di Bali.

Menurut Chief Technology Officer IOH, Desmond Cheung, kecepatan 5G tertinggi saat dilakukan uji coba internal mencapai 1 Gbps.

"Dalam uji kecepatan, kami mampu mencapai kecepatan download hingga 1 Gbps," tuturnya saat peluncuran 5G IOH di Bali, Rabu (3/8/2022). Adapun pengujian tersebut dilakukan dalam kondisi optimal atau lalu lintas tidak padat, dengan memakai kartu Tri dan HP Oppo Find X5 Pro.

Sementara saat diuji coba dengan kondisi lalu lintas normal atau cukup ramai, kami mencatat kecepatan download menyentuh sekitar angka 600 Mbps.

Menurut Desmond, kecepatan tersebut bisa didapat karena IOH menggunakan teknologi FDD 5G Massive MIMO terbaru dari Huawei. Desmond menuturkan, ini merupakan solusi teknologi baru yang pertama kali diterapkan oleh IOH di Bali.

"Teknologi baru ini memungkinkan kami mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi dan kapasitas lebih besar," ujarnya menjelaskan.


Indosat Ooredoo Hutchison Resmi Gelar 5G di Bali

<p>Ki-Kan : President Director & CEO of Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Dirjen PPI Kemkominfo Wayan Toni Supriyanto, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)</p>

Lebih lanjut, Indosat Ooredoo Hutchison resmi menggelar layanan 5G di Bali dan menjadi kota pertama yang mendapatkannya di tahun ini.

Bali menambah deretan kota lain yang lebih dulu mendapatkan layanan 5G Indosat Ooredoo Hutchison, yakni Surakarta, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Menurut President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, layanan 5G menawarkan kemampuan yang lebih dari sekadar kecepatan. Namun, 5G juga membuka kesempatan lain, terutama bagi para pelaku UMKM di Bali yang tengah berupaya pulih dari dampak pandemi.

"5G merupakan teknologi yang bisa membantu para pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk kembali pulih, sekaligus memastikan mereka memiliki peran penting lewat teknologi pula," tutur Vikram dalam peluncuran 5G Indosat Ooredoo Hutchison di Bali, Rabu (3/8/2022).


Bali Menjadi Wisata Super dengan Layanan 5G IOH

Kehadiran layanan 5G di Bali turut mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Menurutnya, kehadiran teknologi terkini dapat mendukung potensi pariwisata Bali yang sekaligus sekaligus daya tarik tambahan bagi masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Dengan adanya layanan 5G dari IOH, kami berharap Bali dapat menjadi destinasi wisata super yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” ujar Tjokorda.

Dalam peluncuran ini, Indosat Ooredoo Hutchison juga menampilkan sejumlah use case pemanfaatan 5G, seperti untuk kebutuhan smart tourism, digital agribusiness, smart city, smart environment, fleet management, hingga smart healthcare.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya