Indosat Ooredoo Hutchison Targetkan 3G Shutdown Selesai Akhir 2022

Oleh Agustinus Mario Damar pada 04 Agu 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 04 Agu 2022, 09:30 WIB
Potret Pekerja Pengecekan Jaringan Internet
Perbesar
Teknisi melakukan pengecekan audit data jaringan 3G dan 4G pada tiang monopol di Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (24/8/2019). Fasilitas internet yang disediakan pemerintah memiliki koneksi jaringan 3G dan 4G. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Bali - Indosat Ooredoo Hutchsion menargetkan proses 3G shutdown atau mematikan layanan 3G perusahaan rampung pada akhir 2022. Hal itu diungkapkan oleh Director and Chief Regulatory Officer, Muhammad Danny Buldansyah, saat peluncuran 5G IOH di Bali.

"3G shutdown sudah direncanakan dan dieksekusi. Rencananya, keseluruhan shutdown di akhir 2022," tuturnya menjelaskan. Ia menuturkan, usai merger memang dilakukan konsolidasi lebih dulu perusahaan karena ada beberapa pelanggan yang belum beralih ke 4G.

Adapun Danny menuturkan, untuk saat ini, pelanggan IM3 yang sudah berpindah ke 4G telah mencapai 100 persen. Sementara untuk pelanggan Tri baru sekitar 80 hingga 85 persen dari keseluruhan pelanggan.

Di kesempatan berbeda, Danny menuturkan, jumlah BTS yang masih menggunakan jaringan 3G kurang dari 10 persen dari total BTS yang dimiliki IOH. Ia juga mengungkap pelanggan yang masih bertahan dengan layanan 3G jumlahnya relatif sedikit dibanding total pelanggan IOH.

Perlu diketahui, rencana migrasi dari 3G ke 4G ini memang tengah digenjot oleh Kementerian Kominfo. Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo Ismail, dengan beralih dari 3G ke 4G, masyarakat bisa menikmati layanan yang lebih baik, terutama untuk akses layanan digital dan panggilan berkualitas HD melalui VoLTE.

Terlebih, saat ini koneksi internet mobile sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, dengan 90 persen akses ke internet orang Indonesia dilakukan melalui seluler. Lalu dengan pengalihan ini pula, operator bisa mengembangkan jaringan 4G atau 5G di Indonesia.

Di sisi lain, IOH sendiri terus memperluas kehadiran layanan 5G miliknya. Setelah meluncur di Surakarta, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan, kini IOH meluncurkan 5G di Bali yang sekaligus menjadi upaya perusahaan mendukung gelaran Presidensi G20 Indonesia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Uji Kecepatan 5G Indosat Ooredoo Hutchison Tembus 1 Gbps

<p>Uji jaringan 5G di Bali. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)</p>

Lebih lanjut, Tekno Liputan6.com pun berkesempatan menjajal langsung kecepatan yang ditawarkan layanan Indosat Ooredoo Hutchison di Bali.

Menurut Chief Technology Officer IOH, Desmond Cheung, kecepatan 5G tertinggi saat dilakukan uji coba internal mencapai 1 Gbps.

"Dalam uji kecepatan, kami mampu mencapai kecepatan download hingga 1 Gbps," tuturnya saat peluncuran 5G IOH di Bali, Rabu (3/8/2022). Adapun pengujian tersebut dilakukan dalam kondisi optimal atau lalu lintas tidak padat, dengan memakai kartu Tri dan HP Oppo Find X5 Pro.

Sementara saat diuji coba dengan kondisi lalu lintas normal atau cukup ramai, kami mencatat kecepatan download menyentuh sekitar angka 600 Mbps.

Menurut Desmond, kecepatan tersebut bisa didapat karena IOH menggunakan teknologi FDD 5G Massive MIMO terbaru dari Huawei. Desmond menuturkan, ini merupakan solusi teknologi baru yang pertama kali diterapkan oleh IOH di Bali.

"Teknologi baru ini memungkinkan kami mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi dan kapasitas lebih besar," ujarnya menjelaskan.

Selain itu, proses merger yang telah selesai membuat Indosat Ooredoo Hutchison kini memiliki spektrum yang lebih lebar, sehingga mendukung kecepatan lebih tinggi, sekitar 20 hingga 30 persen dari sebelumnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Indosat Ooredoo Hutchison Resmi Gelar 5G di Bali

<p>Ki-Kan : President Director & CEO of Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Dirjen PPI Kemkominfo Wayan Toni Supriyanto, CEO Huawei Indonesia Jacky Chen. (Liputan6.com/ Agustinus Mario Damar)</p>

Lebih lanjut, Indosat Ooredoo Hutchison resmi menggelar layanan 5G di Bali dan menjadi kota pertama yang mendapatkannya di tahun ini.

Bali menambah deretan kota lain yang lebih dulu mendapatkan layanan 5G Indosat Ooredoo Hutchison, yakni Surakarta, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Balikpapan.

Menurut President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, layanan 5G menawarkan kemampuan yang lebih dari sekadar kecepatan. Namun, 5G juga membuka kesempatan lain, terutama bagi para pelaku UMKM di Bali yang tengah berupaya pulih dari dampak pandemi.

"5G merupakan teknologi yang bisa membantu para pelaku UMKM memanfaatkan teknologi untuk kembali pulih, sekaligus memastikan mereka memiliki peran penting lewat teknologi pula," tutur Vikram dalam peluncuran 5G Indosat Ooredoo Hutchison di Bali, Rabu (3/8/2022).

Selain itu, Indosat Ooredoo Hutchison juga berkolaborasi dengan universitas yang ada di Bali dalam pengembangan 5G. Kolaborasi ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan generasi muda yang ada di Pulau Dewata.


Bali Menjadi Wisata Super dengan Layanan 5G IOH

Kehadiran layanan 5G di Bali turut mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Menurutnya, kehadiran teknologi terkini dapat mendukung potensi pariwisata Bali yang sekaligus sekaligus daya tarik tambahan bagi masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Dengan adanya layanan 5G dari IOH, kami berharap Bali dapat menjadi destinasi wisata super yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” ujar Tjokorda.

Dalam peluncuran ini, Indosat Ooredoo Hutchison juga menampilkan sejumlah use case pemanfaatan 5G, seperti untuk kebutunan smart tourism, digital agribusiness, smart city, smart environment, fleet management, hingga smart healthcare.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya