Wonderplanet Resmi Luncurkan Game Mobile Alice Fiction di iOS dan Android

Oleh Agustinus Mario Damar pada 28 Jul 2022, 11:10 WIB
Diperbarui 28 Jul 2022, 11:10 WIB
Alice Fiction
Perbesar
Game Alice Fiction besutan WonderPlanet yang kini sudah rilis secara global di platform Android dan iOS. (Dok: Alice Fiction).

Liputan6.com, Jakarta - WonderPlanet, perusahaan asal Jepang resmi meluncurkan game mobile terbarunya, yakni Alice Fiction. Game ini rilis pada 27 Juli 2022, dan sudah dapat diunduh di platform iOS maupun Android.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Alice Fiction merupakan game RPG yang mudah dimainkan dan menyajikan pace pertarungan puzzle yang cepat. Jadi, semakin cepat pemain memecahkan sebuah puzzle, semakin besar keuntungan yang ia peroleh.

Menurut WonderPlanet, game ini dijadwalkan sebagai judul game pertama yang nantinya akan dirilis secara simultan oleh para pengembang dari perusahaan. Disebutkan pula, game ini menawarkan pengalaman bermain RPG di metaverse.

Kehadiran game ini disebut berhasil menarik perhatian para gamer di seluruh dunia. Karenanya, game ini diketahui telah mengumpulkan 1.000.000 pemain di fase pra-registrasi dari seluruh dunia.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh pemain yang telah mendaftarkan diri akan menerima 12.000 Quartz yang setara dengan 40 kali kesempatan melakukan gacha. Tidak hanya itu, di masa awal perilisan, WonderPlanet akan memberikan gacha gratis untuk para pemain.

Gacha yang diberikan secara gratis itu terdiri dari karakter dan World Memory. Untuk gacha karakter di Alice Fiction, program ini berlangsung mulai dari 27 Juli 2022 hingga 3 Agustus 2022.

Tidak hanya itu, bersama dengan peluncuran global Alice Fiction, game mobile ini juga berkolaborasi dengan dengan Vtuber kenamaan. Dua Vtuber terkenal, yakni Takanashi Kiara dan Gawr Gura akan melakukan live streaming.

Selain dua Vtuber tersebut, WonderPlanet juga berkolaborasi dengan Nijisanji untuk melakukan live streaming bagian kedua. Mereka akan melakukan live streaming dengan bahasa yang berbeda-beda.

Bagi yang tertarik, game ini dapat dimainkan di perangkat yang minimal menjalankan Android 5 dan iOS 5. Game ini bisa diunduh secara gratis, tapi menyediakan opsi in-app purchase.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Mengenal VTuber, Kreator Konten Berwujud Tokoh Virtual yang Populer di YouTube

VTuber Kizuna Ai dalam salah satu videonya (YouTube A.I. Channel)
Perbesar
VTuber Kizuna Ai dalam salah satu videonya (YouTube A.I. Channel)

Di sisi lain, bagi penonton YouTube atau Twitch yang mengikuti tren-tren di platform berbagi dan streaming video itu, harusnya sudah tidak asing lagi dengan istilah VTuber.

Apabila kamu sedang menjelajahi YouTube maupun Twitch, mungkin kamu akan menemukan beberapa streamer yang tidak menampakkan wajah aslinya dan menggunakan karakter atau avatar kartun atau anime. Itulah VTuber.

Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa kreator konten YouTube yang merupakan seorang VTubers. Sebut saja di antaranya Mythia Batford, Zen Gunawan, Minerva Rosaline, dan Kobo Kanaeru.

Menurut How to Geek, dikutip Kamis (23/6/2022), kata "VTuber" sendiri berasal dari "virtual YouTuber" atau "YouTuber Virtual."

Ini adalah istilah untuk jenis kreator konten daring, yang menggunakan avatar yang dibuat secara virtual saat mereka melakukan siaran langsung kepada audiensnya.

Sementara itu menurut PC Mag, VTuber atau virtual YouTuber dapat diartikan sebagai video yang dibuat oleh komputer dari kepribadian fiktif yang muncul di YouTube serta media sosial dan situs berbagi video lainnya.

Kebanyakan VTuber dilaporkan berasal dari Jepang dan sering membuat konten dalam bahasa Jepang. Meski begitu, kreator konten atau influencer semacam ini biasanya memiliki audiens secara global.


Tumbuh di Negeri Sakura

Ilustrasi Anime.
Perbesar
Ilustrasi Anime. Photo by Pat Krupa on Unsplash

Mengutip Tech Times, tren VTuber di Jepang sendiri dimulai sekitar tahun 2010.

Avatar VTuber seringkali dirancang agar terlihat mirip dengan karakter yang digambar dalam animasi Jepang alias anime. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, hal semacam ini tidaklah saklek untuk diikuti. Beberapa kreator bahkan menggunakan avatar non-anime.

Namun, mengingat tren VTubers tumbuh besar di Jepang, dan mengingat audiens anime yang besar di luar negara itu, kreator semacam ini pun berkembang pesat di luar Negeri Sakura.

Istilah "virtual YouTuber" pertama kali diciptakan oleh VTuber Kizuna Ai pada akhir 2016. Ia juga secara luas sebagai salah satu VTuber yang pertama yang mendapatkan popularitas secara luas.

Meski menggunakan avatar, konten yang ditayangkan oleh para VTuber biasanya tidak jauh berbeda dengan konten dari para YouTuber atau streamer pada umumnya.

Mereka biasanya menayangkan konten siaran bermain game, dialog dengan penontonnya, atau berkolaborasi dengan influencer lainnya. Para kreator ini juga kadang membuat konten-konten original yang terkait dengan personanya.  


Sumber Pendapatan

Ilustrasi Anime.
Perbesar
Ilustrasi Anime. Photo by Gracia Dharma on Unsplash

Selain itu, VTubers juga mendapatkan pendapatan dengan donasi dari para penggemarnya, menjual merchandise, atau melalui sponsor di video-video mereka.

Mengutip Inquirer, contoh yang paling populer adalah bagaimana Japan National Tourism Organization (JNTO), menggunakan Kizuna Ai untuk mengampanyekan Come To Japan.

Menjadi seorang VTuber pun gampang-gampang susah, mengingat dibutuhkannya perangkat, baik lunak maupun keras, untuk "mengubah" dirimu menjadi avatar. Salah satu aplikasi yang terpopuler adalah VRoid Studio.

Seringkali VTubers juga menggunakan voice changers atau pengubah suara untuk menyamarkan suara asli mereka. Memang, beberapa VTubers benar-benar menyembunyikan identitas aslinya.

Seorang kreator pun dapat menjadi seorang VTuber secara independen, maupun bergabung dengan sebuah manajemen atau agensi.

(Dam/Ysl)

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya