Pengorbit Tianwen-1 Sukses Petakan Seluruh Permukaan Planet Mars

Oleh Yuslianson pada 04 Jul 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 11:00 WIB
Ilustrasi Planet Mars
Perbesar
Ilustrasi Planet Mars (Aynur Zakirov/Pixabay).

Liputan6.com, Jakarta - Pengorbit Tianwen-1 buatan Tiongkok baru saja menyelesaikan pemetaan seluruh permukaan planet Mars, ucap Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA).

Tianwen-1, pengorbit yang melakukan perjalanan ke Mars bersama dengan rover Zhurong ini tiba di planet merah itu pada Februari 2021.

Sejak mengorbit di atas Mars, Tianwen-1 sudah mengumpulkan foto dan gambar permukaan planet tersebut sebagai bagian dari survei global.

Selama berada di orbit planet Mars, Tianwen-1 telah melintas mengelilingi planet sebanyak 1.344 kali dan melakukan pengamatan ilmiah menggunakan kamera, mangetometer, spektrometer, dan radar.

Mengutip Space.com, Senin (4/7/2022), pengorbit Tianwen-1 telah beroperasi selama 706 hari, dan memotret permukaan Mars dengan kamera resolusi menengah.

Jurnalis luar angkasa Andrew Jones pun membagikan deretan gambar yang dikumpulkan oleh pengorbit buatan Tiongkok itu di akun Twitter-nya.

Baik Tianwen-1 dan Zhurong saat ini masih melakukan pekerjaan mereka meskipun telah menyelesaikan misi utamanya, tulis pihak CNSA.

Tianwen-1 dijadwalkan akan dipakai untuk menguji aerobraking--menggunakan gesekan dari atmosfer Mars untuk memperlambat pesawat ruang angkasa--pada akhir tahun ini.

Rencananya, pengujian ini dilakukan untuk mempersiapkan pengorbit milik Tiongkok lainnya yaitu Tianwen-3.

Disebutkan, Tianwen-3 akan menjalankan misi pengambilan sample Mars yang kompleks dan diperkirakan akan diluncurkan pada 2028.

Sementara itu, Tianwen-2 akan mengumpulkan sampel dari asteroid dekat Bumi dan mempelajari batu ruang angkasa. Adapun misi tersebut ditargetkan akan meluncur pada 2025.

Informasi, Zhurong yang telah melakukan perjalanan 6.304 kaki (1921,5 meter) di Mars saat ini sedang berhibernasi karena sedang musim dingin di belahan utara planet.

Diperkirakaan, rover Zhurong akan melanjutkan aktivitasnya di akhir tahun pada awal musim semi di planet tersebut.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


NASA Garap Teknologi untuk Manusia Bisa Bernapas di Mars

Uni Emirat Arab baru saja meluncurkan pesawat luar angkasanya, the Hope, yang kini sudah tiba di planet Mars. | ilustrasi pexels.com/@tom-leishman

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA/National Aeronautics and Space Administration) baru saja menyetujui studi beberapa konsep teknologi futuristik, termasuk yang bisa membuat manusia bernapas di Mars.

Proyek-proyek eksplorasi masa depan tersebut merupakan bagian dari program NASA Innovative Advanced Concepts.

NASA telah menyetujui pendanaan untuk studi tahap awal pada berbagai jenis teknologi futuristik, termasuk pakaian luar angkasa baru dan pesawat ruang angkasa yang dirancang untuk menjelajahi planet luar.

Salah satu teknologi paling menarik yang disetujui NASA untuk pendanaan tahap awal adalah portable O2 generation untuk membuat udara di Mars ramah manusia.

"Misi NASA untuk menjelajahi alam semesta membutuhkan teknologi baru dan cara baru dalam melakukan sesuatu," kata Jim Reuter, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA.

Ia menambahkan mempelajari ide-ide kreatif adalah langkah pertama untuk mengubah fiksi ilmiah menjadi fakta ilmiah. Demikian sebagaimana dilansir BGR, Selasa (8/3/2022).

Pada dasarnya, oksigen generator ini bisa menjadi stasioner dan portabel. Saat diatur, itu akan menggunakan proses yang disebut penyerapan/desorpsi ayunan termal (TSSD/thermal swing sorption/desorption) untuk menghasilkan oksigen dari atmosfer Mars.


Fleksibilitas di Zona Pendaratan

Planet Mars (NASA).

Jika terbukti berhasil, TSSD bisa menjadi dasar yang kuat untuk membuat manusia bisa bernapas di Mars. Karena desainnya memungkinkan pengaturan secara portabel dan stasioner, itu akan membuat astronot bisa memindahkannya sesuai kebutuhan.

Selain itu, teknologi ini akan memungkinkan lebih banyak fleksibilitas di zona pendaratan, serta perjalanan yang lebih lama untuk menjelajahi permukaan planet.

Oksigen adalah salah satu hal utama yang menahan kita untuk tidak menempatkan seseorang di Mars. Jika NASA dapat memecahkan masalah itu, kita bisa bernafas di Mars.


Konsep Lain

Planet Mars (Alex Antropov/Pixabay).

Sebagian besar teknologi yang telah disetujui NASA bisa dibilang seperti konsep dalam film fiksi ilmiah. Juga ada tujuan mulia seperti teknologi yang memungkinkan kita bisa bernafas di Mars, dan yang lain menawarkan pendekatan baru untuk pesawat ruang angkasa.

Satu konsep yang digagas NASA bahkan memungkinkan kita untuk mempelajari Venus lebih dalam. Sara Seager, seorang astronom dari MIT, mengusulkan ide tersebut.

Pada dasarnya, itu akan memungkinkan kita untuk melakukan penyelidikan dengan parasut ke atmosfer Venus. Sesampai di sana, parasut akan menangkap sampel gas dan awan yang membentuk planet ini.

Kemudian, sampel tersebut akan diangkut kembali ke Bumi untuk dipelajari lebih mendalam. Konsep lain yang disetujui termasuk robot panjat kecil yang dapat membantu menjelajahi gua bawah di permukaan Mars.

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya