Meta Kuasai 90 Persen Pasar Virtual Reality pada Q1 2022

Oleh M Hidayat pada 04 Jul 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 09:30 WIB
20160218-Kunjungi Facebook, Jokowi Coreti Dinding Kantor Mark Zuckerberg-
Perbesar
Presiden Jokowi ditemani pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, melakukan demo teknologi virtual reality (Oculus Rift) saat berkunjung ke kantor Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, Rabu (17/2). (facebook.com/zuck)

Liputan6.com, Jakarta - Pengapalan global untuk virtual reality headset (VR headset) melonjak 241,6 persen selama kuartal pertama 2022 (Q1 2022) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Demikian menurut laporan terbaru dari IDC yang bertajuk Worldwide Quarterly Augmented dan Virtual Reality Headset Tracker.

Meta meningkatkan pangsanya dengan menangkap 90 persen pasar karena Oculus Quest 2 masih sangat populer. Selain itu, Meta terus menawarkan konten lebih eksklusif sambil melakukan subsidi di perangkat keras.

"Meta terus menggelontorkan dana untuk mengembangkan Metaverse," kata Jitesh Ubrani, manajer riset untuk IDC Mobility and Consumer Device Trackers

Namun, Jitesh menilai strategi mempromosikan perangkat keras berbiaya rendah karena subsidi berarti mengorbankan profitabilitas. Strategi itu, menurut Jitesh, tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Kabar baiknya adalah bahwa headset berorientasi produktivitas mendatang dari Meta akan berfungsi sebagai titik awal untuk poros perusahaan menuju perangkat keras yang menghasilkan pendapatan lebih tinggi," tutur Jitesh.

Hal itu, lanjut Jitesh, akan membantu memberikan peningkatan harga di level pengguna akhir (end user) untuk seluruh industri karena harga jual rata-rata hanya merangkak tetapi teknologi meningkat secara substansial.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Lima Besar

Mengikuti Meta adalah Pico dari ByteDance dengan pangsa 4,5 persen. Sementara Pico sebagian besar beroperasi di China, ia juga mempertahankan kehadirannya di banyak pasar global.

Ekspansi Pico baru-baru ini ke banyak negara Eropa serta perpustakaan konten ramah konsumen yang berkembang akan membantu perusahaan menarik audiens yang lebih besar di kuartal mendatang.

DPVR, HTC, dan iQIYI melengkapi daftar lima besar dengan gabungan pangsa kurang dari 4 persen.

Pengapalan VR diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut pada tahun 2022 karena volume sepanjang tahun ini diperkirakan akan mencapai 13,9 juta unit, naik 26,6 persen dari periode tahun 2021.

 


2023 Apple Rilis Headset

Namun, 2023 akan menjadi tahun penting bagi industri ini karena headset generasi berikutnya dari Meta, Pico, dan Sony diperkirakan akan meluncur bersamaan dengan headset garapan Apple yang digadang-gadang menawarkan pengalaman Mixed Reality.

"Semua mata akan tertuju pada Apple saat meluncurkan headset pertamanya tahun depan," ujar Ramon Llamas, Direktur Riset Tim Augmented dan Virtual Reality di IDC.

Namun, perlu diingat bahwa ini adalah headset pertama dari perusahaan berlogo buah Apel itu yang mungkin akan menarik terutama sebagian kecil pengguna awal dan Fanboy saja.


Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya