Meta Facebook Matikan Dompet Kripto Novi Per 1 September 2022

Oleh Agustin Setyo Wardani pada 03 Jul 2022, 12:52 WIB
Diperbarui 03 Jul 2022, 12:52 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Meta Facebook mengakhiri uji coba untuk Novi, dompet digital perusahaan sekaligus bagian terakhir dari proyek mata uang kriptonya. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.

Mengutip The Verge, Minggu (3/7/2022), dalam situs Novi, Meta mengatakan dompet digital dan mata uang kripto itu akan ditutup pada 1 September 2022. Meta juga meminta pengguna untuk menarik dana mereka di dalamnya sesegera mungkin.

Dengan penutupan ini, pengguna Novi akan kehilangan akses ke akun mereka mulai September mendatang dan tidak bisa lagi menambahkan uang ke Novi mulai 21 Juli ini.

"Jika seseorang lupa menarik sisa saldo mereka (hingga waktu yang disebutkan di atas), Meta akan mencoba mentransfer dana mereka ke rekening bank atau kartu debit yang ditambahkan ke layanan," kata Meta.

Sekadar informasi, sebelumnya, Novi diluncurkan sebagai proyek pilot terbatas ke pengguna di AS dan Guatemala, pada Oktober lalu.

Dompet kripto Novi mulanya dibangun untuk mendukung transaksi cepat dan gratis menggunakan mata uang kripto yang didukung Meta, Diem.

Sayangnya, niat baik Meta tersebut terhalang oleh peraturan-peraturan yang memaksa Meta untuk bermitra dengan Coinbase untuk menggunakan stablecoin (USDP) Paxos sebagai gantinya.

Meta menjelaskan, sebelumnya mereka masih berencana menambahkan dukungan untuk Diem di kemudian hari. Namun, banyak hal mulai berantakan pada akhir 2021 hingga 2022.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informsasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Mulanya Bernama Libra

Libra
Perbesar
Libra, mata uang kripto milik Facebook yang ditolak di Eropa (Foto: Engadget)

Sebelum berganti jadi Meta, Facebook merilis Diem yang mulanya bernama Libra. Proyek mata uang kripto ini harus terganjal pengawasan karena terkait dengan Facebook. Selanjutnya, kelompok independen di balik Libra mengganti nama proyek menjadi Diem dengan tujuan untuk memisahkannya dari Facebook.

Kemudian, anggota Senat AS meminta Meta untuk menutup Novi, tidak lama setelah peluncurannya Oktober lalu. Alasannya karena Meta Facebook dianggap tidak dapat dipercaya untuk mengelola mata uang kripto.

Kepala proyek mata uang kripto Meta, David Marcus meninggalkan Meta satu bulan kemudian. Lalu, Diem menjual asetnya yang senilai USD 200 juta pada awal 2022, menandai berakhirnya proyek tersebut.

Sekadar informasi, berakhirnya Diem tidak berarti Meta membuang idenya untuk mengembangkan aset digitalnya sendiri dan dompet yang menyertainya.

Juru bicara Meta Lauren Dickson dalam sebuah pernyataan kepada The Verge menyebut, Meta akan memanfaatkan teknologi yang dimanfaatkannya pada produk baru, misalnya koleksi digital. Hal ini dinilai lebih sesuai dengan arah Meta membangun metaverse.


Masih Mau Rilis Mata Uang Digital

Mark Zuckerberg
Perbesar
Mark Zuckerberg, Founder sekaligus CEO Facebook, banyak disalahkan sebagian pihak karena membiarkan penggunanya membagikan tautan berita hoax di Facebook. (Doc: Wired)

Sebelumnya Meta sudah mulai menguji NFT di Instagram. Belum lama ini Meta juga merilis dukungan untuk NFT di Facebook untuk para pembuat konten terpilih di AS.

Meta juga disebut-sebut tengah mengerjakan mata uang digital yang disebut dengan nama "Zuck Bucks", sebuah mata uang digital yang tidak didasarkan pada blockchain.

Bulan lalu, CEO Meta Mark Zuckerberg juga mengisyaratkan untuk membuat dompet digital yang bisa membantu penggunanya mengelola dan menyimpan 'pakaian digital, seni, video, musik, pengalaman, acara virtual, dan banyak hal lainnya.'

Dompet ini akan dapat dioperasikan di seluruh pengalaman metaverse berbeda. Hal ini pun mencerminkan tujuan dari Metaverse Standard Forum yang dibentuk oleh Meta dan perusahaan lain yang menyerukan standar industri di virtual reality dan pengalaman augmented reality.

(Tin/Isk)

Infografis skandal kebocoran data Facebook
Perbesar
Infografis skandal kebocoran data Facebook
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya