Tokocrypto Gelar Edukasi Blockchain dan Kripto di Surabaya

Oleh Iskandar pada 24 Jun 2022, 18:30 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 18:30 WIB
Tokocrypto Gelar Edukasi Blockchain dan Kripto di Surabaya
Perbesar
Tokocrypto gelar TokoInvasion (edukasi blockchain dan kripto) di Surabaya. Dok: Tokocrypto

Liputan6.com, Jakarta - Usai menggelar edukasi blockchain dan aset kripto di Yogyakarta, Bandung, Lampung, Palangkaraya, Semarang, Palembang, Malang dan Lombok, kini Tokocrypto mengadakannya di Surabaya mulai 23 sampai 26 Juni 2022.

Acara bertajuk TokoInvasion ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin oleh Tokocrypto sejak 2021 untuk memperkenalkan aset kripto dan teknologi blockchain kepada seluruh lapisan masyarakat.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan dipilihnya kota Surabaya sebagai destinasi selanjutnya dari TokoInvasion bukan tanpa alasan.

"Dari data internal Tokocrypto, jumlah investor aset kripto di Jawa Timur dan Surabaya mengalami pertumbuhan signifikan. Kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan investor pemula untuk lebih memahami blockchain dan aset kripto," kata Adytia melalui keterangannya, Jumat (24/6/2022).

Tokocrypto mencatat jumlah investor aset kripto di Jawa Timur pada 2021 lebih dari 144 ribu, kemudian meningkat pesat sampai Mei 2022, di mana lebih dari 211 ribu pengguna yang berinvestasi di Tokocrypto.

Sementara, jumlah pengguna Tokocrpyto khususnya di Surabaya juga meningkat dari 20 ribu pengguna pada 2021, menjadi lebih dari 42 ribu pengguna sampai Mei 2022.

"Edukasi dan literasi sudah menjadi fokus utama dari Tokocrypto sejak lama. Melalui TokoInvasion, kami berharap dapat mengakselerasi adopsi dan memberikan pemahaman lebih terkait manfaat dari teknologi blockchain, serta cara berinvestasi aset kripto dan mengelola keuangan secara bijak dan cerdas," ujar Adytia menambahkan.

TokoInvasion di kota Surabaya akan dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara. Secara khusus Tokocrypto akan memberikan edukasi dan literasi terkait pemanfaatan teknologi blockchain, metaverse, industri aset kripto secara umum, serta tips dan trik investasi maupun trading kripto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Daftar Narasumber Talkshow

Selain itu, akan ada pengenalan ekosistem blockchain dari Tokocrypto yaitu TokoVerse, seperti TokoMall, TokoCare, TokoLabs, TokoScholars, Kriptoversity dan lainnya. Sesi talkshow akan dibuat sangat insightful dengan para pembicara yang menarik.

Para narasumber talkshow yang akan meramaikan rangkaian acara TokoInvasion di Kota Pahlawan tersebut adalah mulai dari Rieka Handayani (VP Corporate Communication Tokocrypto), M Wendy Taufik (VP Tech Tokocrypto), Afid Sugiono (Trader Tokocrypto), Brenda Andrina, Revina VT, Andre Lestari, Angga Andinata, Sigit Tanoko, Arief Muhammad dan masih banyak lainnya.

Tak hanya sesi talkshow seputar aset kripto dan industri blockchain, ada juga booth interaktif dan beragam program aktivitas lainnya dengan total hadiah jutaan rupiah.

Para pengunjung TokoInvasion Surabaya bisa lebih memahami tentang Tokocrypto dan ekosistem blockchain yang dibangun melalui booth Milestones, TokoMall Exhibition, dan langsung bergabung serta verifikasi KYC (Know Your Customer) di booth Tokocrypto untuk mendapatkan hadiah menarik.

Ada juga berbagai aktivitas lain seperti Cash Cubes, VR Games, hingga Lucky Draw dengan total hadiah puluhan juta rupiah.


Tokocrypto Ungkap Teknologi Blockchain Mulai Dilirik Instansi Pemerintah

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda (Foto: Tokocrypto)
Perbesar
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda (Foto: Tokocrypto)

Blockchain, teknologi yang mendasari aset digital seperti kripto dan NFT saat ini banyak menjadi perbincangan dan dianggap sebagai perkembangan teknologi baru. 

Meskipun begitu, popularitas blockchain khususnya di Indonesia tak sebesar kripto, padahal blockchain adalah teknologi yang mendasari kripto. Melihat kondisi tersebut, salah satu pelaku industri kripto di Indonesia, Tokocrypto mengungkapkan adopsi teknologi blockchain di Indonesia semakin nyata.

COO Tokocrpyto yang juga Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda mengungkapkan teknologi blockchain saat ini sudah mulai banyak dilirik oleh instansi pemerintah.

“Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci institusinya, tetapi beberapa kasus adopsi blockchain mulai masuk ke industri ekspor dan impor. Dengan teknologi blockchain ekspor impor dapat dipersingkat waktunya,” ungkap pria yang akrab disapa Manda di Jakarta, Jumat (17/6/2022). 

“Kemudian kasus adopsi blockchain lainnya yaitu dari agraria, BPN ingin land registering menggunakan teknologi blockchain untuk meminimalisir risiko sertifikat yang double,” lanjut Manda. 

Menurut Manda, teknologi blockchain juga semakin berkembang meningkat keamanannya. Dengan blockchain data tidak dapat diubah-ubah dan bersifat decentralized bukan centralized. Selain itu dia menjelaskan masih ada sektor lain yang dapat mengadopsi teknologi blockchain.

“Dari Universitas Telkom, ada dosen mengeluarkan kajian food traceability yang berhubungan dengan makanan halal. Jadi kita bisa melacak bagaimana makanan itu disajikan, diproduksi, dan lain-lain. Hal itu karena melihat trust issue takut makan sembarangan. Lalu juga ada pelacakan barang-barang, jadi kita bisa tahu barang itu original atau tidak,” kata Manda.

"Dengan banyaknya rencana proyek yang menggunakan teknologi blockchain, semakin kesini semakin jelas penerapan teknologi blockchain tak hanya wacana, melainkan sudah mulai terakses untuk umum,” pungkas Manda.


Tokocrypto Siapkan Rp 100 Juta untuk Riset Kripto hingga Blockchain

Sebelumnya, Tokocrypto meluncurkan program pendanaan riset aset kripto dan blockchain di Indonesia. Program yang dinamakan "Tokocrypto Researcher Grants" ini merupakan inisiatif dari TokoScholars, salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait kripto dan teknologi blockchain.

Indonesia memiliki potensi yang besar terhadap perkembangan industri aset kripto. Tercatat menurut data Bappebti, jumlah investor kripto per Februari 2022 telah tembus 12,4 juta investor. Sejak Januari hingga Februari 2022, total nilai transaksi aset kripto telah capai Rp 83,88 triliun.

Di samping itu, Indonesia diyakini bisa menjadi pusat perkembangan blockchain di Asia Tenggara. Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global USD 1,76 triliun atau sekitar Rp 25.652 triliun pada 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan. 

Lead of TokoScholars by Tokocrypto, Dimas Surya Al-Faruq mengatakan teknologi blockchain telah digunakan di Indonesia sejak generasi awal perkembangannya. Namun, penggunannya masih terfokus pada aplikasi transaksi finansial.

"Padahal, potensinya bisa untuk membantu sektor lain di Indonesia yang masih tertinggal, seperti pertanian dan kesehatan. Butuh riset yang mendalam untuk mengembangkan blockchain dan aset kripto di Indonesia," kata Dimas dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (29/5/2022).

Dimas menambahkan, salah satu tujuan utama TokoScholar adalah membawa riset dan inovasi aset kripto dan blockchain pada level yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat atau inklusif. 


Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya