Meta Ajak Pengguna Anggap Profil Media Sosial Seperti Rumah

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 17 Jun 2022, 17:32 WIB
Diperbarui 17 Jun 2022, 17:32 WIB
Kata kata Instagram
Perbesar
Ilustrasi Instagram Meta / Sumber: Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Meta mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengajak penggunanya, untuk dapat lebih sadar dan lebih melindungi privasi di platform media sosialnya.

Tak hanya dari memberikan fitur di platform-nya, Meta juga memberikan dua pembaruan yaitu berupa privacy center untuk pengguna belajar lebih banyak soal privasi, serta data policy atau kebijakan data.

Selain privacy update, Noudhy Valdryno, Manager Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia mengatakan, di Tanah Air, mereka juga menggelar program edukasi.

Dalam konferensi pers virtualnya, Jumat (17/6/2022), Ryno mengatakan bahwa program yang pertama adalah Asah Digital, yang diawali di 2016 dengan nama Think Before You Share, dan diubah jadi Asah Digital di 2020.

"Ini program yang fokus memberikan pengetahuan seputar optimalisasi internet secara bijak, sekaligus juga memberikan keterampilan keamanan data di ruang digital," kata Ryno.

Hingga 2021, program Asah Digital diklaim telah menjangkau setidaknya 723 guru dan hampir 16.746 siswa-siswa penerima manfaat di delapan provinsi di Indonesia.

Meta juga menggandeng Siberkreasi dan Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Obrol Obrol Literasi Digital, dalam format webinar yang mengundang berbagai ahli mulai dari pemerintah, industri, hingga influencer.

Dalam rangka mendukung kedua program tersebut, Meta tahun ini juga menggelar program Profil Anda Rumah Anda. "Jadi kita anggap menjaga privasi akun media sosial ibaratnya menjaga privasi di rumah Anda," kata Ryno.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Profil Anda Rumah Anda

Facebook, Instagram, dan WhatsApp down
Perbesar
Ilustrasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. (Foto: pixabay)

Ryno menjelaskan, masyarakat dapat menjajal kampanye ini melalui situs yourhome.fb.com/indonesia. Di sini, pengguna dapat membangun sebuah "rumah virtual" yang menggambarkan seberapa privat rumah yang diinginkan.

"Kami ingin menyampaikan bahwa privasi Anda di media sosial dan media digital sama pentingnya dengan menjaga rumah kita," kata Ryno.

Menurutnya, dengan semakin banyak fitur-fitur privasi yang dimengerti dan diaktifkan, maka "rumah" atau profil pengguna akan semakin aman. Konsep ini, menurut Ryno, dinilai akan membuat edukasi menjadi lebih mudah.

Lebih lanjut, Meta juga akan meluncurkan kuis soal informasi dan edukasi tentang beragam fitur dan tips tentang menjaga keamanan dan data pribadi, yang disebut sebagai Privacy100.

Kuis Privacy100 akan ditayangkan pada tanggal 22 Juni 2022 mendatang di laman Facebook Meta Indonesia, dan dipandu oleh Dimas Beck dan Ncess Nabati, dan akan memberikan informasi penting bagi masyarakat seputar privasi.

Topiknya mulai dari data pribadi apa saja yang harus dilindungi, fitur di Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk memperkuat keamanan akun, membuat password yang kuat, hingga cara terhindar dari percobaan peretasan seperti praktek phishing.

 


Privacy100

Acara Privacy100 Meta (Dok. Meta)
Perbesar
Acara Privacy100 Meta (Dok. Meta)

Ryno mengatakan, program Privacy100 terinspirasi dari acara seperti Family Feud dan Family 100 karena mudah dimengerti dan disenangi oleh penontonnya.

Kreator-kreator yang sudah dikenal oleh komunitas di Facebook dan Instagram yang akan meramaikan kuis ini di antaranya Reza Chandika, Ankatama, Debby Sahertian, dan Aditya Elemand (Elmandsipasi).

Arianne Jimenez, Privacy and Public Policy, APAC, Meta, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa melindungi privasi dan keamanan data pribadi pengguna adalah hal mendasar bagi mereka dalam menjalankan bisnis. Hal ini menjadi tanggung jawab semua orang di Meta.

Arianne mengatakan, mereka membangun alat untuk lebih transparan kepada orang-orang dan memberikan mereka kendali terhadap bagaimana data mereka digunakan, dan mendesain setiap produk dan fitur baru dengan memprioritaskan faktor privasi.

"Kami berharap inisiatif-inisiatif yang kami lakukan ini dapat meningkatkan pemahaman terhadap beragam fitur terkait privasi dan keamanan yang kami rancang, agar setiap orang dapat menjaga informasi pribadi mereka secara aman di ranah online," pungkasnya.


Meta Perbarui Kebijakan Privasi

Keren! 2 Anak Muda Indonesia Digandeng Meta Jadi Top Kreator Dunia
Perbesar
Ilustrasi Meta. (Unsplash/MuhammadAsyfaul).

Sebelumnya, Meta dilaporkan membuat revisi kebijakan layanan dan memperbarui kebijakan privasinya. Tujuan pembaruan ini adalah untuk memudahkan orang memahami sekaligus mencerminkan produk baru yang ditawarkan perusahaan.

"Kami menuliskan ulang dan mendesain kembali Kebijakan Privasi untuk membuatnya lebih mudah dipahami dan lebih jelas tentang bagaimana kami menggunakan informasi pengguna," kata Meta, dikutip dari Gizchina, Senin (30/5/2022).

"Persyaratan Layanan kami juga diperbarui, sehingga lebih baik dalam menjelaskan apa yang diharapkan dari kami dan bagi mereka yang memakai platform kami," tulis keterangan perusahaan.

Sekadar informasi, produk-produk yang ditawarkan Meta mencakup Facebook, Instagram, hingga Messenger.

Perusahaan menegaskan perubahan itu dalam bentuk, menebalkan beberapa baris, menambahkan keterangan dan ilustrasi alih-alih menyajikan informasi tersebut sebagai teks.

Tampaknya, perubahan Kebijakan Privasi dan Persyaratan Layanan ini dirancang untuk menenangkan regulator yang bertugas mengawasi media sosial dan transparansinya kepada konsumen di seluruh dunia.

Meta memberikan klarifikasi soal praktik pengumpulan data pengguna. "Meskipun teks terlihat berbeda, di bawah kebijakan yang diperbarui ini, Meta tidak mengumpulkan, menggunakan atau membagikan data pengguna. Dan kami masih tidak menjual informasi pengguna," kata Meta.

Menariknya, Meta juga mengklaim tidak mengumpulkan data pengguna "dalam cara baru". Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan terus mengumpulkan data pengguna, seperti yang dilakukannya selama ini.

(Dio/Isk)

Cek Fakta Infografis pencurian data 3
Perbesar
Cek Fakta Infografis pencurian data 3
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya