Meta Setop Pengembangan Smartwatch Perdananya

Oleh Yuslianson pada 10 Jun 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 10 Jun 2022, 09:00 WIB
Meta Sign
Perbesar
Facebook meluncurkan tanda Meta baru mereka di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, Kamis, 28 Oktober 2021. Facebook Inc. yang diperangi mengubah namanya menjadi Meta Platforms Inc., atau Meta, untuk mencerminkan apa yang CEO Mark Zuckerberg mengatakan komitmennya untuk mengembangkan t

Liputan6.com, Jakarta - Meta dikabarkan telah menghentikan pengembangan smartwatch perdana mereka, sebagaimana dilansir Bloomberg.

Tampil dengan dua kamera internal, smartwatch perdana Meta ini sudah diumumkan sejak Juni 2021.

Kala itu, wearable dengan nama kode "Milan" ini direncanakan akan meluncur di pasaran pada musim semi 2023 dengan harga kisaran USD 349 atau Rp 5 jutaan.

Mengutip laporan Bloomberg via The Verge, Jumat (10/6/2022), alasan Meta meluncurkan smartwatch perdana mereka dikarenakan masalah teknis, dan efisiensi biaya.

Saat diungkap tahun lalu, fitur smartwatch Meta ini memiliki fitur andalan yang berbeda dari produk jam pintar lain milik Apple atau Samsung.

Tidak seperti smartwatch biasanya, Meta menyematkan dua kamera di bodi jam pintar buatannya tersebut.

Lensa pertama adalah kamera depan berkemampuan 5MP yang terletak di dalam lekukan layar, dan diprediksi bakal digunakan untuk video call.

Sementara itu, kamera belakangnya berkemampuan 12MP yang diletakkan di bawah bodi jam dan bisa dilepas dari frame-nya.

Karena bodi jam pintar dapat dicopot, pengguna bisa memanfaatkan smartwatch ini untuk memotret dan merekam video.

Dilaporkan, perusahaan mengalami masalah terkait pengembangan kamera kedua di belakang bodi dapat mengganggu kemampuan jam tangan menangkap sinyal saraf di pergelangan tangan.

Tak ingin dibilang hanya meluncurkan jam tangan pintar biasa, Meta ingin smartwatch butannya ini berfungsi sebagai pengontrol untuk kacamata augmented reality (AR) dan inisiatif metaverse lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Fitur Smartwatch Perdana Meta

Facebook baru saja mengumumkan perubahan nama menjadi Meta. (Foto: Facebook)

Dalam posting blog tahun lalu, Meta berbicara tentang penggunaan perangkat di pergelangan tangan untuk mengambil sinyal saraf dan menggunakannya sebagai input digital dengan teknik yang dikenal sebagai elektromiografi.

“Sinyal melalui pergelangan tangan sangat jelas sehingga EMG [elektromiografi] dapat memahami gerakan jari hanya dalam satu milimeter,” tulis perusahaan itu pada saat itu

Lebih lanjut, perangkat wearable ini juga akan dilengkapi dengan fitur smartwatch khas seperti GPS, konektivitas seluler, pelacakan aktivitas, pemutar musik, dan integrasi dengan layanan Meta seperti WhatsApp dan Instagram.

Disebutkan, jam tangan pintar ini dapat bertahan selama 18 jam dengan sekali pengisian daya.

Meskipun pengembangan smartwatch ini dibatalkan, Bloomberg melaporkan, Meta masih mengerjakan beberapa perangkat berbasis pergelangan tangan lainnya.

Rencananya, CEO Meta Mark Zuckerberg ingin merilis lebih banyak perangkat untuk penggunannya dan ingin mengurangi ketergantungan pengguna pakai perangkat Apple dan Google untuk menggunakan layanannya.


Facebook Akan Hapus Fitur Pelacak Lokasi

(ilustrasi/guim.co.uk)

Facebook mulai menghentikan sejumlah fitur melacak lokasi pengguna secara real-time, seperti Nearby Friends hingga notifikasi cuaca. Kenapa?

Dilansir 9to5Mac, Selasa (10/5/2022), keputusan Facebook untuk menghapus fitur pelacakan lokasi ini karena jarang dipakai oleh pengguna layanan.

Lewat pemberitahuan ke pengguna, Facebook mengatakan akan mulai berhenti mengumpulkan data terkait dengan fitur ini pada 31 Mei 2022.

"Setelah melewati tanggal tersebut, Facebook akan menghapus semua data yang tersimpan di server pada 1 Agustus mendatang," tulis Facebook.

Meta, perusahaan induk mengonfirmasi kabar penghentian fitur pelacak lokasi di platform media sosial miliknya tersebut.

"Meski sudah dihapus, pengguna masih bisa pakai Location Services untuk mengelola bagaimana informasi lokasi mereka dikumpulkan dan digunakan," kata juru bicara Emil Vazquez kepada The Verge.

Walau dihapus, bukan berarti Facebook akan berhenti mengumpulkan data lokasi penggunanya sama sekali.


Fitur Pelacak Lokasi

Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

 

Berdasarkan catatannya kepada pengguna, perusahaan akan terus mengumpulkan informasi lokasi untuk pengalaman lain. Apa itu?

Beberapa meyakini, hal ini berhubungan dengan bagaimana iklan akan tampil sesuai dengan lokasi pengguna dan kebijakan datanya.

Informasi, pengguna dapat melihat, download, atau menghapus data lokasi mereka yang tersimpan di platform media sosial dengan cara masuk ke menu Settings dan Privacy.

Bila tidak dihapus secara manual, Facebook akan menghapus semua data yang tersimpan dan terkait dengan layanan pelacak lokasi pada 1 Agustus 2022.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya