Elon Musk Tak Izinkan Karyawan Tesla Kerja Jarak Jauh, Wajib WFO atau Mundur

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 02 Jun 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 02 Jun 2022, 12:00 WIB
Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool Photo via AP, File)
Perbesar
Elon Musk. (Patrick Pleul/Pool Photo via AP, File)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Tesla Elon Musk dikabarkan tidak mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) atau kerja jarak jauh. Elon Musk disebut-sebut mengharuskan karyawan untuk bekerja dari kantor (Work From Office/WFO)

Hal ini seperti dilaporkan oleh Bloomberg dan Electrek, berdasarkan sebuah email (surel) yang kemungkinan dikirim ke staf eksekutif perusahaan. Di situ, terdapat subyek: "Pekerjaan jarak jauh tidak lagi diterima."

Dikutip dari The Verge, Kamis (2/6/2022), bos SpaceX itu menyebut, karyawan harus menghabiskan minimal 40 jam per minggu di kantor, atau "pergi dari Tesla." Musk mengatakan, kantor seharusnya menjadi "kantor utama Tesla" dan bukan "kantor cabang yang jauh."

Elon Musk juga sudah menanggapi tangkapan layar email yang bocor tersebut yang diunggah oleh seorang warganet di Twitter.

Melalui cuitannya, Musk tidak menyebut tentang keasliannya. Selain itu menurutnya, siapa pun yang tidak setuju dengan kebijakan untuk bekerja di kantor harus berpura-pura untuk kerja di tempat lain.

"Mereka harus berpura-pura kerja di tempat lain," katanya melalui akun Twitternya.

Melalui email tersebut, Elon Musk menambahkan, dirinya akan mempertimbangkan permintaan untuk kerja jarak jauh dalam beberapa situasi, yang kemungkinan bersifat "luar biasa" untuk disetujui.

"Jika ada kontributor luar biasa yang tidak memungkinkan, saya akan meninjau dan menyetujui pengecualian itu secara langsung," tulis Elon Musk.

Selain itu, Musk juga mengklaim bahwa WFO 40 jam secara langsung, "tidak lebih dari yang kami minta pada pekerja pabrik."

Dalam surel lanjutan yang dilihat oleh Electrek, Musk juga mengatakan, para pekerja senior adalah alasan di balik kelangsungan hidup perusahaan. "Semakin senior Anda, semakin terlihat kehadiran Anda," ujarnya.

Dalam surel tersebut, Elon Musk juga mengatakan: "Jika Anda tidak muncul, kami akan menganggap Anda telah mengundurkan diri."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


WFO di Apple Bikin Karyawan Eksekutif Mundur

Megahnya Kantor Pusat Apple yang Mirip UFO Raksasa
Perbesar
Kantor pusat `Apple Campus 2` ini sayangnya masih dalam proses pembangunan dan akan rampung pada 2016 mendatang (BGR)

Sudah umum bahwa sejak pandemi Covid-19, banyak perusahaan teknologi Amerika Serikat yang kembali memulai WFO, namun dengan beberapa penyesuaian atau menggabungkannya dengan sistem kerja jarak jauh atau remote.

Salah satunya adalah Apple, yang menginginkan seluruh karyawan untuk kembali kerja di kantor setidaknya tiga hari dalam sepekan.

Kebijakan Apple ini memang lebih ketat dari beberapa perusahaan teknologi lain seperti Meta, Google, dan Amazon, yang mengizinkan sejumlah karyawan untuk bekerja dari jarak jauh selamanya.

Namun, kebijakan Apple ini juga ditentang oleh karyawan eksekutif bidang artificial intelligence, yang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan.

Mengutip The New York Post, Selasa (10/5/2022), karyawan eksekutif yang mengundurkan diri adalah Director of Machine Learning Apple Ian Goodfellow. Ia mengumumkan pengunduran dirinya beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, CEO Apple Tim Cook harusnya tidak memaksa karyawan untuk bekerja dari kantor. Hal inilah yang membuat Goodfellow memutuskan untuk hengkang dari Apple.


Lebih Banyak Fleksibilitas

Ilustrasi Apple
Perbesar
Ilustrasi Apple (AP Photo/Mary Altaffer, File)

"Saya percaya sepenuhnya, lebih banyak fleksibilitas akan jauh lebih baik bagi tim saya," kata Goodfellow dalam surat perpisahannya, dikutip dari The Verge.

Sejumlah karyawan Apple lainnya pun mengkonfirmasi hengkangnya Goodfellow dari perusahaan.

Salah satu karyawan bahkan menyebut, Goodfellow mengatakan, "saya pegi karena banyak alasan, namun, kebijakan kembali ke kantor yang diterapkan Apple adalah alasan terbesar saya (meninggalkan kantor)."

Sekadar informasi, Apple mempersyaratkan karyawan-karyawannya untuk bekerja langsung dari kantor tiap hari Senin, Selasa, dan Kamis. Para karyawan diizinkan untuk bekerja dari jarak jauh sebanyak empat minggu per tahun.

Salah satu staf Apple menduga, kepergian Goodfellow dari Apple sejalan dengan kemungkinan perusahaan memutuskan untuk meningkatkan jumlah hari kerja di kantor dari tiga, menjadi lima hari per minggunya. 


Batu Loncatan Kerja 5 Hari

Ilustrasi Apple
Perbesar
Ilustrasi Apple (AP Photo/Mark Lennihan)

"Semua orang hingga nenek mereka mungkin tahu, Apple akan menggunakan percobaan (bekerja tiga hari seminggu) sebagai batu loncatan agar bisa melaksanakan kerja lima hari di kantor," kata seorang karyawan di situs Blind.

Menurut karyawan yang namanya tidak disebut itu, mungkin Ian Goodfellow memahami hal tersebut dan memutuskan meninggalkan perusahaan. Baik Apple maupun Goodfellow tidak menanggapi permintaan komentar.

Namun, sebelumnya April lalu, The New York Post melaporkan, keputusan Tim Cook mengharuskan karyawan bekerja di kantor lagi membuat sejumlah karyawan pilih mengundurkan diri.

Seiring kepergian Ian Goodfellow, sejumlah staf Apple menuding perusahaan pembesut iPhone itu melakukan gaslighting terhadap karyawannya. "Di Apple praktis, (karyawan) tidak mungkin untuk bekerja dari jarak jauh," kata seorang karyawan.

Ia mengeluhkan, semua perusahaan teknologi lain termasuk Google mengizinkan orang untuk bekerja jarak jauh dan mengunggah posisi kerja mereka. "Yang terburuk adalah Apple, tidak memberikan alasan masuk akal, mereka hanya menyalahkan Anda," katanya.

Infografis 9 Pertimbangan untuk WFO Saat Kasus Covid-19 Melandai. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 9 Pertimbangan untuk WFO Saat Kasus Covid-19 Melandai. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya