Pembalap F1 Sebastian Vettel Lacak Pencuri AirPods Pakai Fitur Find My Milik Apple

Oleh Yuslianson pada 30 Mei 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 30 Mei 2022, 09:00 WIB
Sebastian Vettel Juarai Formula 1 Grand Prix Singapura
Perbesar
Pembalap Ferrari Sebastian Vettel berselebrasi di podium setelah memenangkan balapan Formula Satu (F1) Grand Prix Singapura di Sirkuit Jalan Marina Bay, Singapura (22/9/2019). Vettel berhasil menjuarai balapan dengan catatan waktu 1 jam:58menit:33.667 detik. (AP Photo/Vincent Thian)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pengguna perangkat Apple atau iDevices pasti sudah tidak asing lagi dengan fitur "Find My" yang terpasang di iPhone, iPad, AirPod, dan Watch.

Lewat fitur ini, pengguna Apple atau pihak kepolisan dapat dengan mudah mencari atau melacak keberadaan perangkat bilamana dicuri.

Hal inilah yang terjadi terhadap pembalap Formula 1 (FI), Sebastian Vettel. Dirinya menggunakan aplikasi "Find My" untuk menemukan lokasi keberadaan AirPods miliknya.

Mengutip laporan Apple Insider via Gizchina, Senin (30/5/2022), pembalap F1 berkebangsaan Jerman ini dirampok setelah berlaga di Grand Prix Spanyol pada Senin Pagi.

Saat itu, Sebastian yang sedang mengemudi bersama keluarganya menghentikan Aston Martin di sebuah hotel di Barcelona dan turun dari kendaraan.

Pada saat itu, para pencuri mengambil kesempatan untuk mencuri tas ransel dari mobil milik Sebastian Vettel.

Alih-alih memanggil Polisi, juara F1 empat kali itu mengambil skuter listrik dan memakai "Find My" untuk melacak AirPods yang berada di dalam tas.

Setelah itu, pihak kepolisan pun kemudian ikut mengejar pencuri di jalanan kota bersama dengan Sebastian Vettel.

Mereka juga mendesak pembalap tersebut mengajukan keluhan di kantor polisi ketimbang melanjutkan pengejaran.

Pencurinya pun ternyata tidak hilang akal. Tahu sedang dilacak lewat AirPods, mereka pun memutuskan untuk membuang wearable tersebut di sebuah toko kelontong.

Meski dapat menemukan AirPods miliknya, Sebastian harus merelakan sejumlah barang berharga dan pribadi digondol pencuri.

Dia menyebutkan, barang-barang seperti SIM pembalap, paspor, dan beberapa kartu kredit yang ada di dalam tas ikut hilang.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Polisi Temukan Tersangka Perampokan Bersenjata AirTag

Apple AirTag. Dok: Daniel Romero/Unsplash

Sebuah laporan menyebut polisi di Portland, AS, mendapatkan bantuan dari AirTag Apple dalam menemukan tersangka perampokan. Hal ini terjadi karena si perampok bersenjata secara tidak sengaja mengambil AirTag tersebut saat pencurian berlangsung.

Mengutip Gizchina, Senin (23/5/2022), sebelumnya sebuah perampokan bersenjata terjadi pada Kamis pekan lalu waktu setempat di blok 100 Northwest Broadway di Portland, Oregon.

Perampokan itu terjadi pada sebuah toko. Perampoknya diidentifikasi sebagai Justin Johnson, menodongkan pistol kepada seorang pekerja toko. Pria yang diidentifikasi sebagai Johnson itu meminta uang serta mengambil smartphone dan dompet korban.

Dilaporkan, melalui rekaman kamera pengawas, polisi pergi ke sebuah area dan melihatnya masuk dan keluar dari hotel. Selanjutnya, pihak keamanan hotel menghubungi polisi dan menginformasikan bahwa si tersangka kembali ke hotel.

Ketika mencoba menangkap tersangka, ia berlari ke hotel dan menghindari penangkapan dengan menyalakan alarm kebakaran. Ketika digeledah, polisi menemukan pistol palsu di tangga darurat.

Untungnya, seorang tamu hotel memberi tahu polisi bahwa seseorang telah masuk ke kamarnya dan mengambil barang dari kamar tersebut. Uniknya, di dalam ransel terdapat AirTag Apple. Polisi pun memakai AirTag tersebut untuk melacak tersangka ke Portland Utara.

Johnson didakwa dengan perampokan tingkat dua dan pencurian tingkat pertama. Sebelumya, pada 9 Mei 2022, AirTag Apple juga membantu menemukan peralatan fotografi yang bernilai USD 7.000 di Australia.


Penggunaan AirTag Dianggap Kontroversial

Apple AirTag. Dok: Apple

Meski berguna untuk membantu penemuan tersangka atau perangkat, pelacak AirTag ini masih jadi kontroversial karena beberapa orang memakainya untuk mencoba melacak orang lain.

Hal ini pun menarik perhatian bagi para anggota parlemen. Apalagi, sejumlah orang menggunakan AirTag tersebut untuk tujuan jahat.

Sebelumnya Februari, media 3News melaporkan insiden melibatkan seorang wanita yang mobilnya dilacak menggunakan AirTag.

Wanita tersebut tahu ada perangkat AirTag tidak dikenal yang mengikutinya, membuatnya mencari bantuan dari polisi. Setelah diperiksa, sebuah AirTag ditemukan di bumper belakang mobilnya.

Karena potensi bahaya yang bisa ditimbulkan, ada kemungkinan adanya undang-undang yang membatasi penggunaan AirTags. Di Ohio misalnya, ada lobi serius antara anggota parlemen dengan pendukung Partai Demokrat dan Republik.

Gara-gara itu, RUU baru di Ohio akan melarang seseorang memasang perangkat atau pelacak secara sadar di properti milik orang lain, tanpa persetujuan. Apple pun sudah bekerja keras meningkatkan tindakan antipelacakan di AirTag. 


Ditangkap karena Kuntit Perempuan dengan AirTag

Sebelumnya, seorang pria bernama Ronald Roessler dari Apollo ditangkap polisi karena diduga menguntit seorang perempuan dengan memasang AirTag di mobilnya.

Perempuan yang tak disebutkan namanya itu mengklaim bahwa dia telah menerima pemberitahuan di ponselnya bahwa AirTag yang tidak dikenal ada di dekatnya dan melacak lokasinya. Demikian sebagaimana dilansir Ubergizmo, Sabtu (19/2/2022).

Belakangan diketahui bahwa Apple AirTag telah menempel di bagian dalam trailer logam di mobilnya, dan polisi kemudian menangkap Roesseler yang awalnya membantah.

Dia mengklaim bahwa itu adalah sebuah kesalahan dan setuju untuk menunjukkan ponselnya kepada polisi, lalu menghapus history pelacakan Apple AirTag di depan polisi itu.

"Ini sebenarnya kedua kalinya kami mendengar tentang seseorang yang ditangkap karena dituduh menguntit menggunakan AirTag," ujar polisi.

(Ysl/Isk)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya