Telegram Mulai Uji Coba Fitur Layanan Berlangganan

Oleh Yuslianson pada 28 Mei 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 28 Mei 2022, 15:00 WIB
Telegram
Perbesar
Ilustrasi Telegram (Sumber: Iran Human Rights)

Liputan6.com, Jakarta - Awal bulan Mei, Telegram diketahui sedang melakukan uji coba fitur layanan berlangganan bagi para pengguna.

Walau perusahaan belum mengonfirmasi seperti apa layanan tersebut, bocoran tentang Telegram Premium sudah mulai marak beredar.

Lewat versi beta aplikasi Telegram, diketahui perusahaan akan menghadirkan fitur reaksi (reaction) dan stiker eksklusif bagi pengguna berbayar mereka.

Kini, informasi lain terkait perubahan di Telegram pun tampil dari tagline yang digunakan perusahaan ketika pengguna menginstal aplikasi pertama kali.

Diungkap oleh pengembang aplikasi dan leaker, Alessandro Paluzzi, perusahaan kini mengubah tulisan tagline-nya menjadi "Telegram menyediakan penyimpanan cloud gratis tanpa batas untuk chat dan media."

Sebelumnya, tagline yang tertulis ketika pertama kali pengguna pakai Telegram adalah "Telegram gratis selamanya. Tanpa iklan dan tidak ada biaya berlanggnanan."

Memang tidak ada wording yang mengatakan fitur berlangganan secara langsung, namun perubahan ini dapat menjadi tanda Telegram Premium akan segera dirilis.

Sayangnya, masih belum diketahui secara pasti kapan Telegram Premium ini akan meluncur secara global bagi pengguna Android dan iOS.

Informasi, Telegram bukan satu-satunya aplkasi chatting yang menawarkan layanan berlangganan. Pesaingnya, WhatsApp juga dikabarkan akan menambahkan fitur serupa ke pengguna akun bisnis.

Pesaing WhatsApp ini sudah menambahkan fitur menarik ke dalam layanan mereka, termasuk kemampuan untuk memberikan reaksi di pesan lawan chatting, pesan enkripsi di grup dan kanal, dan menu navigaasi baru. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengguna Telegram Kini Bisa Pilih Berbagai Suara untuk Notifikasi

Kemkominfo Minta Operator Blokir Telegram. (Doc: Techweez)

Update terbaru aplikasi Telegram kini mengizinkan pengguna untuk menggunakan suara apa pun untuk nada notifikasinya.

Lewat update ini, pengguna Telegram bisa menggunakan audio berdurasi pendek yang diunggah dari smartphone untuk dijadikan sebagai nada notifikasi dari sebuah chat.

Mengutip The Verge, Selasa (19/4/2022), Telegram menyebut, pihaknya kini mendukung file audio dan pesan suara di bawah 300 KB atau kurang dari 5 detik untuk dijadikan sebagai nada notifikasi.

Pengguna juga dapat menetapkan suara ke obrolan tertentu atau seluruh obrolan dari menu Pengaturan > Notifikasi dan Suara.

Jika pengguna tidak memiliki suara yang mereka ingin dipakai untuk Notifikasi Telegram, mereka bisa memilih dari berbagai opsi, mulai dari bel hingga suara Merlin the cat yang tersedia dari saluran Notifications Sounds Telegram.

Terlepas dari nada notifikasi ini, Telegram juga meluncurkan fitur durasi mute yang bisa diatur sesuai keinginan pengguna.

Sebelumnya, pengguna hanya bisa menonaktifkan notifikasi dengan opsi 1 jam, 8 jam, atau 2 hari. Lewat update baru ini, pengguna punya lebih banyak opsi.

Kini, dengan fitur baru Telegram, pengguna bisa menjeda notifikasi selama perjalanan 30 menit misalnya atau bahkan ingin me-mute notifikasi hingga dua bulan lamanya.

 


Fitur Hapus Otomatis

Ilustrasi Telegram. (Doc: Newsweek)

Opsi pembaruan juga mencakup lebih banyak peningkatan untuk auto-delete timer yang secara otomatis membuat pesan dalam obrolan menghilang pada waktu tertentu.

Telegram juga membuat beberapa perubahan khusus sistem operasi, termasuk peningkatan translate atau terjemahan di versi iOS yang mendukung banyak bahasa, seperti Telegram versi Android.

Selain itu, pengguna kini dapat mengaktifkan fitur Hapus Otomatis di obrolan apa pun untuk membuat percakapan lebih rahasia.

Kini kamu hanya perlu beberapa tap saja untuk mengaktifkan dan mengatur jeda waktu yang lebih fleksibel agar pesan tersebut dihapus secara otomatis, mulai dari 2 hari, 3 minggu, 4 bulan, dan banyak lagi.

Bukan hanya itu, update baru Telegram juga membawa peningkatan pada Picture-in-Picture, sehingga pengguna bisa terus mengobrol sembari menonton live streaming.

Pembaruan ini menambahkan peningkatan pada jendela pemutar di Android, di mana kamu dapat mengubah ukuran dengan mencubit layar, dan tap "x" untuk menutup.

 


Pengguna Telegram di Ukraina Melonjak

Logo Aplikasi Telegram

Terlepas dari itu, adopsi aplikasi pesan terenkripsi Telegram dan Signal di Ukraina meraih tonggak pencapaian baru sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2002.

Dalam kurun waktu sekitar tiga pekan, sejak 24 Februari 2022 hingga 20 Maret 2022, adopsi Signal dan Telegram secara kolektif mengumpulkan 1,7 juta pemasangan baru di App Store dan Google Play region Ukraina.

Angka itu, jika dibandingkan dengan periode tiga pekan sebelum invasi pada 30 Januari 2022 hingga 23 Februari, menunjukkan peningkatan nyaris dua kali lipat atau tepatnya 197 persen.

Meskipun Telegram meraih lebih banyak pemasangan di Ukraina dan Rusia, Signal memimpin dalam hal pertumbuhan.

Di Ukraina, unduhan Signal melonjak 1.075 persen menjadi 787.000 antara 24 Februari dan 20 Maret dari 67.000 pada periode sebelumnya.

Sementara di Rusia, Signal mengalami pertumbuhan 286 persen menjadi 425.000, naik dari 110.000.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya