Elon Musk Tepis Tudingan Pelecehan Seksual Terhadap Pramugari, Sebut Ada Motif Politik

Oleh Iskandar pada 20 Mei 2022, 15:13 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 15:14 WIB
Elon Musk dalam Met Gala 2022. (Evan Agostini/Invision/AP)
Perbesar
Elon Musk dalam Met Gala 2022. (Evan Agostini/Invision/AP)

Liputan6.com, Jakarta - Elo Musk dituding melakukan pelecehan seksual terhadap pramugari jet pribadinya. SpaceX bahkan disebut membayar US$ 25.000 atau sekitar Rp 3,6 miliar kepada pramugari tersebut untuk tutup mulut.

Menurut Insider, insiden itu terjadi pada 2016 dan perusahaan menyelesaikan dengan pramugari yang tidak disebutkan namanya pada tahun 2018, menurut seorang teman pramugari yang diberitahu secara bersamaan tentang insiden tersebut.

Terkait tudingan itu, Elon Musk mengatakan "ada lebih banyak lagi cerita semacam ini," tetapi dia tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Jika saya cenderung terlibat dalam pelecehan seksual, ini tidak mungkin pertama kali dalam 30 tahun karir saya terungkap," katanya sebagaimana dikutip Engadget, Jumat (20/5/2022).

Melalui Twitter, Elon Musk menuturkan bahwa hal itu tidak benar dan menyebut teman pramugari yang tak diungkapkan identitasnya itu sebagai pembohong.

"Sebagai catatan, tuduhan liar itu sama sekali tidak benar," cuit Elon Musk.

"Tapi saya punya tantangan untuk pembohong yang mengklaim teman mereka melihat saya "terekspos"--menggambarkan hanya satu hal, apa saja (bekas luka, tato, ...) yang tidak diketahui publik. Dia tidak akan bisa melakukannya, karena itu tidak pernah terjadi," sambungnya.

Diberitakan Insider yang mengutip dokumen dan wawancara, bos SpaceXitu juga dituduh 'menggosok' kaki pramugari tanpa izin dan menawarkan akan membelikan kuda jika dia mau memberikan pijatan erotis di atas pesawat.

Kabarnya, kejadian ini terjadi di sebuah kabin, di salah satu pesawat Musk selama dia melakukan penerbangan ke London.

Insider menyebut, pramugari yang diketahui merupakan seorang penunggang kuda ini, diberitakan menolak dan menyelesaikan sesi pemijatan tersebut tanpa melakukan hubungan seksual apa pun.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Serangan Politik?

FOTO: Elon Musk Jadi Saksi Sidang Akuisisi SolarCity
Perbesar
Elon Musk (kanan) berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). Elon Musk terancam denda USD 2 miliar atau sekitar Rp 29 triliun (asumsi Rp 14.502 per dolar Amerika Serikat). (AP Photo/Matt Rourke)

Pada 2018, SpaceX pun disebut membayar sang pramugari hingga USD 250 ribu atau sekitar Rp 3,6 miliar untuk 'menutup' klaim pelecehan seksual terhadap Elon Musk.

Terkait tudingan ini, CEO SpaceX ini menyebut pemberitaan Insider ini sebagai "sepotong hit yang bermotif politik."

Mengutip The Verge, sebelumnya Musk sempat menulis cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa "serangan politik" kepada dirinya akan "meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan mendatang."

Selain itu, mantan kekasih Grimes ini juga menyebut akan menjadi korban dari "kampanye trik kotor."

"Jika saya dituding terlibat dalam pelecehan seksual, itu tidak mungkin menjadi yang pertama kali dalam 30 tahun karir saya yang disorot," kata Musk kepada Insider.

Lebih lanjut, Musk juga menuliskan bantahannya melalui sebuah cuitan lain di Twitternya, @elonmusk, menyusul beredarnya pemberitaan ini.

"Serangan kepada saya harus dilihat melalui lensa politik - ini adalah pedoman standar (tercela) mereka - tetapi tidak ada yang akan menghalangi saya memperjuangkan masa depan yang baik dan hak Anda untuk kebebasan berbicara," ujarnya.

"Dan sebagai catatan, tuduhan liar itu sama sekali tidak benar," imbuhnya dalam Tweet lainnya. Sementara itu, pihak SpaceX belum memberikan komentar terkait pemberitaan Insider tersebut.


Elon Musk Tangguhkan Pembelian Twitter

FOTO: Elon Musk Bawa Ibunya yang Supermodel ke Met Gala 2022
Perbesar
CEO dan chief engineer SpaceX Elon Musk (kiri) bersama ibunya supermodel Maye Musk menghadiri acara Met Gala 2022 di Metropolitan Museum of Art, New York, Amerika Serikat, 2 Mei 2022. Tema Met Gala 2022 adalah "In America: An Anthology of Fashion". (ANGELA WEISS/AFP)

Di sisi lain, Elon Musk juga menjadi sorotan usai dikabarkan menangguhkan pembelian Twitter akibat banyaknya akun bot dan spam di media sosial tersebut. 

Elon Musk menegaskan klaimnya mengenai jumlah akun palsu dan spam di Twitter. Menurut orang terkaya di dunia ini, jumlah akun palsu dan spam di Twitter bisa lebih dari 20 persen dari total pengguna Twitter.

Terbaru, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (17/5/2022), Elon Musk menyebut, kesepakatan pembelian jejaring sosial tidak bisa berlanjut hingga Twitter membuktikan akurasi jumlah akun palsu di platformnya kurang dari 5 persen, seperti diklaim CEO Parag Agrawal.

Sekadar informasi, saat ini Elon Musk tengah dalam proses membeli Twitter. Elon Musk sebelumnya menawar USD 44 miliar (setara Rp 635 triliun) tunai untuk membeli Twitter dan menjadikannya sebagai perusahaan swasta.

Twitter disebut-sebut memiliki jumlah pengguna aktif harian sebesar 226 juta.

"20 persen akun palsu atau spam, sementara 4 kali lipat dari klaim Twitter, bisa jaiuh lebih tinggi," kata Elon Musk dalam cuitan, menanggapi laporan dari Teslarati.

Elon Musk melanjutkan, penawarannya terhadap Twitter didasarkan pada akurasi pengajuan SEC oleh Twitter.

Kemarin, CEO Twitter Parag Agrawal sevara terbuka menolak menunjukkan bukti bahwa akun palsu dan spam di platform Twitter berjumlah kurang dari 5 persen.

"Kesepakatan tidak bisa bergerak maju hingga dia --Parag Agrawal-- melakukannya (terbuka dengan angka jumlah akun palsu," kata Elon Musk memberikan tanggapan.

Sebelumnya Elon Musk juga membuat komentar serupa di sebuah konferensi teknologi di Miami, seperti dilaporkan Bloomberg.


Elon Musk Duga Jumlah Akun Palsu di Twitter 20 Persen

Elon Musk. (Joe Raedle/Getty Images/AFP)
Perbesar
Elon Musk. (Joe Raedle/Getty Images/AFP)

CEO Tesla ini memperkirakan akun palsu dan bot kemungkinan jumlahnya sekitar 20 persen dari pengguna aktif harian Twitter.

"Saat ini saya diberi tahu, bahwa tidak ada cara lain untuk mengetahui jumlah bot. Seperti, tidak bisa diketahui, layaknya jiwa manusia," tutur Elon.

Ada spekulasi bahwa Elon Musk memakai isu tentang jumlah akun palsu dan bot di Twitter sebagai taktik untuk menegosiasikan harga akuisisi Twitter menjadi lebih rendah dari penawarannya.

Dalam konferensi tersebut, Elon Musk menegaskan hal itu "tidak mungkin" adanya.

Komentar tersebut hanya berselang beberapa hari dari pernyataan Elon Musk yang mengatakan, kesepakatan pembelian Twitter ditunda karena belum pastinya laporan jumlah akun palsu dan spam di platform tersebut. Namun, Elon Musk tetap menegaskan komitmennya untuk mengakuisisi Twitter.

Upaya Elon Musk untuk mengklarifikasi tentang jumlah sebenarnya akun palsu dan bot dilakukan salah satunya dengan menanyakan langsung ke CEO Twitter Parag Agrawal.


INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)

INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya