LinkAja Catat Kenaikan Transaksi 60 Persen selama Ramadan dan Mudik 2022

Oleh M Hidayat pada 21 Mei 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 21 Mei 2022, 15:00 WIB
Aplikasi LinkAja
Perbesar
Ilustrasi aplikasi LinkAja. (Foto: LinkAja)

Liputan6.com, Jakarta - LinkAja mengalami lonjakan penggunaan pembayaran elektronik di berbagai moda transportasi selama Ramadan hingga Mudik 2022.

Secara keseluruhan, dompet digital tersebut mencatatkan rata-rata kenaikan jumlah transaksi dan nilai transaksi sekitar 60%, jika dibandingkan periode sebelum Ramadan hingga mudik Idul Fitri 2022.

Jika dibandingkan dengan periode Ramadan dan Idul Fitri tahun sebelumnya, kenaikannya hampir mencapai 30%. Menurut LinkAja, pembayaran elektronik untuk kategori transportasi menjadi salah satu kategori favorit pengguna aktif mereka.

"Kami sangat antusias melihat kenaikan nilai dan jumlah transaksi yang sangat signifikan pada kategori transportasi di LinkAja selama periode Ramadan dan Idul Fitri ini," ujar Wibawa Prasetyawan, Plt Direktur Utama LinkAja

Selama periode Ramadan dan mudik Idul Fitri 2022, perbandingan pembayaran untuk moda transportasi KAI mengalami lonjakan terbesar, baik melalui LinkAja dan LinkAja Syariah. Tercatat, kenaikannya masing-masing sebesar 38% dan 216% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, moda transportasi menuju bandara, Railink, menjadi pilihan baru masyarakat untuk pergi ke bandara saat mudik. Itu tecermin dari lonjakan tinggi lebih dari 6 kali lipat dibandingkan sebelum bulan Ramadan.

Selain itu kenaikan penggunaan tertinggi kedua dicatat oleh jasa transportasi ferry (ASDP). Kenaikannya mencapai lebih dari 70% pada masa Ramadan dan mudik Idul Fitri 2022.


Data Lainnya

Masih dalam periode yang sama, penggunaan LinkAja dan LinkAja Syariah di ride hailing di aplikasi Gojek dan Grab juga meningkat masing-masing sebesar 28% dan 70%.

Peningkatan jumlah pengguna dari tahun ke tahun juga terlihat dari peningkatan nilai transaksi selama Ramadan 2022, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada 2021, yaitu sekitar 31% untuk LinkAja reguler. Sementara LinkAja Syariah merangkum pertumbuhan secara drastis yang mencapai lebih dari seratus persen.

"Lebih dari 10 perusahaan BUMN dan penyedia jasa transportasi swasta telah menjadikan LinkAja sebagai platform keuangan digital dengan pilihan pembayaran terlengkap di Indonesia untuk kategori transaksi," kata Wibawa.

Dia pun berharap keberadaan LinkAja dapat terus berkontribusi positif pada pesatnya pertumbuhan perekonomian nasional.

 


Buka Rekening BSI Kini Bisa Lewat LinkAja

Diwartakan sebelumnya, Layanan Syariah LinkAja meresmikan kolaborasinya dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Lewat kolaborasi ini, pembukaan rekening baru BSI bisa melalui layanan LinkAja

Kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen LinkAja mendukung masyarakat ekonomi syariah di Indonesia dengan kemudahan akses ekosistem digital yang lengkap.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), Herry Gunadi mengatakan, lewat penandatanganan MoU ini BSI akan memulai kerja sama lewat beberapa fitur yang bisa digunakan bersama. Salah satunya adalah pembukaan rekening baru melalui BSI Mobile yang terhubung dengan layanan LinkAja.

"Jadi nanti para customer LinkAja ingin membuka rekening BSI bisa melalui Link Aja. Ini dasar ya. Termasuk nanti mungkin sebagian dari gaji juga. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa jadi luas," kata dia dalam penandatangan MoU, secara virtual, di Jakarta Kamis (25/11).

BSI memahami, tidak mudah mencari perusahaan fintech payment Syariah. Maka dari itu, BSI melihat LinkAja memiliki potensi pasar cukup besar bisa  memenuhi segala jenis kebutuhan, serta mendorong transformasi transaksi digital syariah guna mencapai inklusif keuangan di Indonesia.

"LinkAja kami liat juga dari sisi jumlah customer juga banyak. Jadi bersyukur BSI sudah siap memberikan support LinkAja tentu sinergi ini akan lebih baik di mana saat ini kami memang sedang fokus kapability digital," ujarnya.


Transaksi Digital BSI Tumbuh Pesat

Herry melanjutkan, saat ini di BSI seluruh transaksi bergeser ke online sekitar 95 persen. Sementara hanya 5 persen masih melakukan transaksi di cabang-cabang BSI.

Kemudian BSI mobile sendiri cukup besar walaupun saat ini user register baru mencapai 3 juta. Namun menariknya adalah dari jumlah user tersebut, transaksi kumulatif sampai September lalu mencapai 75 juta transaksi.

"Ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dibandingkan tahun lalu. Dan transaksi ini juga dari sisi volume rupiahnya hampir mencapai Rp90 triliun," kata dia.

Potensi besar itu menandakan bahwa transaksi melalui digital jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Sehingga harus cepat BSI dan LinkAja untuk bisa melakukan banyak trobosan ke depan.

"Jadi pandemi ini juga ikut membawa di mana perubahan customer behavior," pungkas dia.

Infografis Pergerakan Arus Mudik-Balik Lebaran 2022 Sesuai Moda Transportasi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pergerakan Arus Mudik-Balik Lebaran 2022 Sesuai Moda Transportasi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya