Deretan Link Twibbon Pilihan Sambut Hari Kebangkitan Nasional

Oleh Agustinus Mario Damar pada 18 Mei 2022, 12:05 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 12:06 WIB
Belajar Sejarah di Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Sejumlah patung koleksi yang terdapat pada Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta, Rabu (20/5). Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati hari ini merupakan refleksi mengenang masa memperjuangkan kemerdekaan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kebangkitan Nasional selalu diperingati tanggal 20 Mei tiap tahunnya. Adapun tema dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah Ayo Bangkit Bersama.

Mengutip informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (18/5/2022), tema ini dipilih agar Harkitnas bisa menjadi momentum bagi bangsa Indonesia bersama-sama mengobarkan semangat bangkit dari pandemi Covid-19 yang telah lebih dari dua tahun menyerang.

Pada momen peringatan Harkitanas ke-114 ini bertujuan untuk terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan semangat gotong royong masyarakat Indonesia sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan sekaligus mempercepat pulihnya bangsa dari pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Harkitnas merupakan momentum besar bagi Indonesia untuk menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai orang Indonesia. Momen ini ditandai dengan dua peristiwa besar di Tanah Air, yakni berdirinya Budi Utomo dan Sumpah Pemuda.

Dari situ, momen Hari Kebangkitan Nasional menjadi sangat penting bagi Indonesia. Karenanya, peringatan ini pun dilakukan setiap tahun, tak terkecuali di tahun ini.

Untuk sekarang, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Salah satunya adalah mempelajari kembali kisah para tokoh-tokoh bangsa atau bisa ikut berkarya membangun masyarakat sekitar.

Twibbon sendiri merupakan bingkai bertema yang bisa dipasang di foto profil akun seseorang. Bingkai bertema ini bisa digunakan untuk foto profil Facebook, Twitter, Instagram, termasuk aplikasi chatting seperti WhatsApp dan Telegram, termasuk dikirimkan ke orang lain.

Nah, apa saja Twibbon yang bisa kamu pakai di peringatan Hari Kebangkitan Nasional? Berikut ini ada rekomendasi link Twibbon yang bisa kamu pakai.

Selain itu, momen Harkitnas ini bisa dirayakan dengan menyebarkan pesan-pesan kebangsaan di media sosial. Caranya pun beragam, salah satu dengan memanfatkan Twibbon Hari Kebangkitan Nasional.

  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6387
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6386
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6385
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6384
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6383
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6382
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6381
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6380
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6379
  • https://pranala.link/harikebangkitannasional?link=6378

Menkominfo Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Ruang Digital

[Bintang] Asal Usul Hari Kebangkitan Nasional
Perbesar
Tiga Serangkai pendiri Indische Partij | via: dbnl.org

Pada momen Harkitnas tahun lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengajak masyarakat memanfaatkan ruang digital dengan bijak.

Menurut Johnny, salah satu caranya dengan melawan hoaks dan ujaran kebencian yang masih marak beredar di media sosial.

"Mari kita manfaatkan ruang digital secara tepat dan secara bijak. Katakan tidak pada segala jenis hoaks, jenis ujaran kebencian, dan berbagai jenis penyalahgunaan ruang digital yang mencederai semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan diisi dengan hal-hal yang bermanfaat untuk kemajuan ekonomi secara khusus ekonomi digital yang berkembang dari waktu ke waktu," ungkap Johnny, dilansir dari Antara, Jumat (21/5/2021).

Menurut Johnny, ada pun dasar gerakan Hari Kebangkitan Nasional terdiri dari tiga agenda yaitu cita-cita untuk memerdekakan kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia.

"Tiga hal di atas merupakan substansi makna kebangkitan nasional yang harus terus dipertahankan dan diaktualisasikan lintas generasi, senantiasa diterapkan dalam kerangka dinamis sesuai konteks zamannya," kata Johnny.

Pemanfaatan teknologi di tengah pandemi Covid-19 pun didorong ke arah pemulihan ekonomi nasional Indonesia melalui ekonomi digital.

Johnny menyebutkan, pertumbuhan ekonomi digital di masa pandemi Covid-19 diproyeksikan tumbuh hingga 33,2 persen dari tahun 2020. Diharapkan di 2021 pertumbuhan ekonomi digital mencapai Rp337 triliun setelah pada 2020 berhasil mencapai Rp253 triliun.

Oleh karena itu, diharapkan momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke- 113 dapat juga dijadikan sebagai momen pemulihan ekonomi bangsa dengan lebih optimal di masa pandemi.


Mengenal Gedung STOVIA yang Sekarang Jadi Museum Kebangkitan Nasional

Belajar Sejarah di Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Sejumlah pelajar berfoto bersama diorama saat mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional (ex Stovia) di Jakarta, Rabu (20/5/2015). Dr. Soetomo beserta Dr. Wahidin Soedirohusodo merupakan pendiri Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Setiap 20 Mei, Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional. Di tanggal yang sama pada 1908 lalu, sebuah organisasi modern nasional Indonesia pertama lahir, yakni Budi Utomo.

Hari kelahiran Budi Utomo itulah yang kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Mereka yang mendeklarasikan berdirinya Budi Utomo adalah para pelajar STOVIA.

Berdirinya Budi Utomo itu juga lekat dengan isyarat kebangkitan Indonesia. Hal itu dijelaskan dalam buku Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan karya Ki Hadjar Dewantara.

"Beberapa dan pelbagai perhimpunan, baik yang bersifat kultureel dan sosial, maupun jang berdasarkan agama, politik dan ekonomi, segera menjusul berdiri di tengah-tengah masjarakat kita di segenap daerah-daerah tanah air kita," tulis Ki Hajar Dewantara, yang juga sempat menuntut ilmu di STOVIA.

Pada 1 Maret 1902, gedung, yang sekarang dialihfungsi sebagai Museum Kebangkitan Nasional, itu mulai resmi digunakan untuk School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Munculnya STOVIA pun menandai berakhirnya Sekolah Dokter Jawa. 

STOVIA merupakan penyempurnaan dari sistem pendidikan kedokteran Sekolah Dokter Jawa yang didirikan pada 1851 di Rumah Sakit Militer Weltevreeden, sekarang Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Hal itu diungkap Ika Yuni Purnama dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dalam Jurnal Senirupa Warna tahun 2019. 

Pada 5 Juli 1920 secara resmi seluruh kegiatan pendidikan STOVIA dipindahkan ke Salemba, sedangkan STOVIA lama dipergunakan untuk asrama pelajar. Baru pada 1926, asrama pelajar pun hijrah ke wilayah Salemba.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda kemudian memanfaatkan gedung STOVIA sebagai tempat pendidikan sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang berarti pendidikan dasar lebih luas atau setara SMP di masa sekarang.

(Dam/Tin)

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya