Jadwal PPDB Jakarta 2022 untuk Jenjang SD, SMP, SMA dan SMK

Oleh Agustinus Mario Damar pada 17 Mei 2022, 18:41 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 18:41 WIB
FOTO: PPDB Tahun Ajaran 2021/2022 Jalur Zonasi DKI Jakarta Mulai Dibuka
Perbesar
Orangtua murid berkonsultasi terkait pendaftaran daring PPDB tahun ajaran 2021/2022 di Posko Pelayanan PPDB Jakarta Selatan, SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta, Senin (21/6/2021). Pendaftaran PPDB jalur zonasi untuk SMP dan SMA di DKI akan dibuka pada 28 Juni 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) DKI Jakarta 2022 untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA telah dimulai. Pada tahap ini, PPDB dibuka pra pendafaran untuk SMP dan SMA, sedangkan untuk siswa tahap pengajuan akun.

Mengutip informasi dari situs PPDB Jakarta 2022, proses pendaftaran dilakukan secara online. Jalur yang dibuka pada PPDB kali ini adalah prestasi, afirmasi, zonasi, PTO (Perpindahan Tugas Orang Tua), serta jalur PPDB Bersama khusus untuk SMA dan SMK.

Adapun untuk mengetahui informasi lengkap jadwal PPDB Jakarta 2022, simak informasi lengkapnya berikut ini.

SD

Zonasi dan Afirmasi

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah: 13-15 Juni 2022
  • Verifikasi Dokumen dan Proses Seleksi : 13-15 Juni 2022
  • Pengumuman : 15 Juni 2022
  • Lapor Diri : 16-17 Juni 2022

PTO

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah : 13-28 Juni 2022
  • Verifikasi Dokumen dan Proses Seleksi : 13-29 Juni 2022
  • Pengumuman : 29 Juni 2022
  • Lapor Diri : 30 Juni - 1 Juli 2022

SMP

Prestasi dan Afirmasi

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah : 13-15 Juni 2022
  • Proses Seleksi : 13-15 Juni 2022
  • Pengumuman : 15 Juni 2022
  • Lapor Diri : 16-17 Juni 2022

Zonasi

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah : 27-29 Juni 2022
  • Proses Seleksi : 27-29 Juni 2022
  • Pengumuman : 29 Juni 2022
  • Lapor Diri : 30 Juni -1 Juli 2022

PTO

  • Pendaftaran atau Pemilihan Sekolah : 13-28 Juni 2022
  • Verifikasi Dokumen dan Proses Seleksi : 13-29 Juni 2022
  • Pengumuman : 29 Juni 2022
  • Lapor Diri : 30 Juni - 1 Juli 2022

SMA

Prestasi dan Afirmasi

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah : 13-15 Juni 2022
  • Proses Seleksi : 13-15 Juni 2022
  • Pengumuman : 15 Juni 2022
  • Lapor Diri : 16-17 Juni 2022

Zonasi

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah : 27-29 Juni 2022
  • Proses Seleksi : 27-29 Juni 2022
  • Pengumuman : 29 Juni 2022
  • Lapor Diri : 30 Juni -1 Juli 2022

PTO

  • Pendaftaran atau Pemilihan Sekolah : 13-28 Juni 2022
  • Verifikasi Dokumen dan Proses Seleksi : 13-29 Juni 2022
  • Pengumuman : 29 Juni 2022
  • Lapor Diri : 30 Juni - 1 Juli 2022

SMK

Prestasi dan Afirmasi

  • Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah : 13-15 Juni 2022
  • Proses Seleksi : 13-15 Juni 2022
  • Pengumuman : 15 Juni 2022
  • Lapor Diri : 16-17 Juni 2022

PTO

  • Pendaftaran atau Pemilihan Sekolah : 13-28 Juni 2022
  • Verifikasi Dokumen dan Proses Seleksi : 13-29 Juni 2022
  • Pengumuman : 29 Juni 2022
  • Lapor Diri : 30 Juni - 1 Juli 2022

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


PPDB SD dan SMP di Surabaya Digelar Online

PPDB Jalur zonasi di Surabaya diwarnai kecurangan peserta dengan mendekatkan jarak. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
PPDB Jalur zonasi di Surabaya diwarnai kecurangan peserta dengan mendekatkan jarak. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Di sisi lain, pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Tri Aji Nugroho memastikan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP di Surabaya berlangsung online.

Dia memastikan, apabila ada oknum yang menjanjikan dapat memasukkan anak ke sekolah negeri, maka itu tidak benar alias hoaks.

"Karena prinsip dengan menggunakan PPDB online ini sudah tidak memungkinkan adanya oknum yang jual beli bangku sekolah," ujarnya, Jumat (17/9/2021).

Aji menyatakan, ketika ada informasi di media yang menyebut adanya oknum yang jual beli bangku di sekolah Surabaya, maka itu dipastikan tidak benar. Bahkan, untuk memastikan informasi itu, pihaknya mengaku telah melakukan kroscek ke sekolah tersebut.

"Kita sudah kroscek ke sekolah tersebut dan tidak menemukan inisial orang yang dimaksud dalam berita itu. Sehingga adanya jual beli bangku sekolah itu tidak terbukti," ungkap dia.

Terlebih pula, kata Aji, ketika ditelusuri ke sekolah, inisial oknum yang dimaksud dalam berita itu juga tidak ada. Artinya, inisial itu tidak ada di dalam lingkungan lembaga pendidikan yang dimaksud. Baik itu tenaga pengajar, staf ataupun karyawan di sekolah.

"Karena memang inisial oknum itu tidak ada. Kita tidak tahu oknum yang diberitakan media itu siapa. Yang pasti bukan orang sekolah inisial itu," katanya.


Cek Langsung

Meski belum ada laporan yang diterima Dispendik, namun Aji memastikan telah melakukan pengecekan langsung ke lembaga pendidikan yang dimaksud.

"Tidak ada laporan juga. Tapi, karena ada informasi di media, maka kemudian kita telusuri dan ternyata setelah ditelusuri tidak ada inisial itu," ungkap dia.

Aji juga menjelaskan, ketika jadwal PPDB telah ditutup, otomatis sistem juga menutup pendaftaran. Selanjutnya, pihaknya akan mencocokkan daftar calon peserta didik yang telah masuk ke dalam sistem dengan pendataan yang dilakukan oleh pihak sekolah.

"Jadi setelah pendaftaran itu ditutup, lalu kita bandingkan dengan pendataan yang dilakukan oleh mereka (pihak sekolah) dengan PPDBnya. Apakah ada orang (calon siswa) baru di situ," ujarnya.

(Dam/Isk)


Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia
Perbesar
Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya