Google Ikutan Apple Akan Hapus 869.000 Aplikasi Lawas dari Play Store

Oleh Yuslianson pada 15 Mei 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2022, 15:00 WIB
Google Play Store
Perbesar
Google Play Store. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Google dikabarkan akan mulai menghapus aplikasi Android yang sudah lama tidak di update oleh pembuatnya di Play Store.

Sebelumnya, Apple juga melakukan hal serupa. Ini berarti aplikasi lama atau aplikasi yang tidak mendapatkan pembaruan selama dua tahun akan dihapus dari Google Play Store.

Dalam kasus Google, diketahui ada sekitar 869.000 aplikasi Android yang terbengkalai. Sementara itu, Apple hanya ada 650.000.

Dilansir CNET, Minggu (15/5/2022), Google sedang bersiap untuk menyembunyikan aplikasi ini, sehingga pengguna tidak bisa mengunduhnya sampai pengembang merilis update.

Alasan kedua adalah untuk melindungi keselamatan penggunanya. Aplikasi lama tidak memanfaatkan perubahan pada Android dan iOS, API baru, atau metode pengembangan baru yang menawarkan perlindungan yang ditingkatkan.

Karena hal tersebut, aplikasi lama berpotensi memiliki masalah keamanan yang tidak dimiliki aplikasi baru.

Pada saat yang sama, sejumlah pengembang mengeluhkan rencana Google untuk menghapus aplikasi yang tidak update di Play Store selama dua tahun.

Beberapa meyakini, keputusan Apple dan Google tidak adil dari sisi pengembang dengan alasan untuk keamanan pengguna.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini


Google Blokir Aplikasi Berbayar di Rusia

Google Play Store di Smartphone Android. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidaya

Google mengumumkan akan mulai memblokir akses pengguna dan pengembang Rusia dari Google Play Store.

Dengan pemblokiran ini, pengguna dan pengembang di Rusia tidak bisa mengunduh atau meng-update aplikasi berbayar di perangkat mereka.

"Sebagai bagian upaya kepatuhan kami, Google Play memblokir unduhan dan pembaruan semua aplikasi berbayar di negara tersebut mulai 5 Mei 2022," tulis perusahaan dalam web-nya.

Meski begitu, pengembang Rusia masih bisa menerbitkan dan memperbarui aplikasi gratis. Sementara, pengguna masih diizinkan untuk mengunduhnya dari Google Play Store.

Akan tetapi, semua update untuk aplikasi berbayar akan diblokir secara otomatis karena alasan kepatuhan sanksi internasional, dikutip dari Bleeping Computer, Senin (9/5/2022).

Karena pengguna tak dapat lagi membayar langganan, Google menyarankan agar pengembang dapat memberikan masa tenggang penagihan langganan dan uji coba gratis.


Tidak Bisa Akses Aplikasi Berbayar

Google Play Store. (Istimewa)

Selain itu, pengembang juga dapat menunda pembaruan selama satu tahun. Selama rentang waktu tersebut, pengguna untuk terus mengakses konten tanpa dikenakan biaya.

"Jika mau, Anda dapat memilih untuk menawarkan aplikasi Anda secara gratis atau menghapus langganan berbayar Anda selama jeda ini," saran Google.

Informasi, Google pertama kali menangguhkan sistem penagihan (billing) untuk aplikasi dengan layanan berbayar pada Maret 2022.

Raksasa pencarian itu menjelaskan, pengguna tidak dapat membeli aplikasi dan game di perangkat tablet, TV, atau HP Android mereka masing-masing.


Tak Bisa Perbarui Langganan

Tak hanya itu, pengguna juga tidak dapat melakukan pembayaran berlangganan atau pembelian barang digital di dalam aplikasi apa pun melalui Google Play Store.

Meski begitu, pengguna Android masih bisa mengunduh aplikasi dan game gratis yang tersedia di Play Store.

Google menyatakan saat ini tidak ada cara untuk memperbarui langganan yang sedang berlangsung.

Jika pengguna berlangganan aplikasi, layanan atau apa pun, itu akan dibatalkan segera setelah mencapai batas waktu.

Saat ini, pengguna yang berlangganan selama 1 bulan atau 1 tahun akan berlanjut hingga akhir periode penagihan saat itu.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya