Facebook Akan Hapus Fitur Pelacak Lokasi per 31 Mei 2022

Oleh Yuslianson pada 10 Mei 2022, 09:30 WIB
Diperbarui 10 Mei 2022, 09:30 WIB
Facebook
Perbesar
(ilustrasi/guim.co.uk)

Liputan6.com, Jakarta - Facebook mulai menghentikan sejumlah fitur melacak lokasi pengguna secara real-time, seperti Nearby Friends hingga notifikasi cuaca. Kenapa?

Dilansir 9to5Mac, Selasa (10/5/2022), keputusan Facebook untuk menghapus fitur pelacakan lokasi ini karena jarang dipakai oleh pengguna layanan.

Lewat pemberitahuan ke pengguna, Facebook mengatakan akan mulai berhenti mengumpulkan data terkait dengan fitur ini pada 31 Mei 2022.

"Setelah melewati tanggal tersebut, Facebook akan menghapus semua data yang tersimpan di server pada 1 Agustus mendatang," tulis Facebook.

Meta, perusahaan induk mengonfirmasi kabar penghentian fitur pelacak lokasi di platform media sosial miliknya tersebut.

"Meski sudah dihapus, pengguna masih bisa pakai Location Services untuk mengelola bagaimana informasi lokasi mereka dikumpulkan dan digunakan," kata juru bicara Emil Vazquez kepada The Verge.

Walau dihapus, bukan berarti Facebook akan berhenti mengumpulkan data lokasi penggunanya sama sekali.

Berdasarkan catatannya kepada pengguna, perusahaan akan terus mengumpulkan informasi lokasi untuk pengalaman lain. Apa itu?

Beberapa meyakini, hal ini berhubungan dengan bagaimana iklan akan tampil sesuai dengan lokasi pengguna dan kebijakan datanya.

Informasi, pengguna dapat melihat, download, atau menghapus data lokasi mereka yang tersimpan di platform media sosial dengan cara masuk ke menu Settings dan Privacy.

Bila tidak dihapus secara manual, Facebook akan menghapus semua data yang tersimpan dan terkait dengan layanan pelacak lokasi pada 1 Agustus 2022.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini


1,4 Juta Orang Ucapkan Selamat Ramadhan via Facebook dan Instagram

Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Di sisi lain, Meta membagikan sejumlah hal paling populer yang dibagikan para pengguna di Facebook dan Instagram selama Ramadhan 2022. Seperti diketahui, dalam Ramadhan tahun ini, banyak orang yang membagikan momen-momen mereka melalui platform Facebook dan Instagram.

Selain berbagai momen, mereka juga menemukan kisah kebaikan dan inspirasi melalui dua platform tersebut. Pada Ramadhan tahun ini, Meta juga kembali menghadirkan kampanye global #BulanKebaikan untuk mengangkata cerita inspiratif dari komunitas, serta berbagi ide dan cara bagi orang Indonesia.

"Tren dan data selama Ramadan tahun ini menunjukkan fitur-fitur yang kami sediakan dapat membantu banyak orang di Indonesia saling berbagi kehangatan, kebaikan dan merayakan kebersamaan secara virtual di bulan yang suci," tutur Country Director untuk Meta di Indonesia, Pieter Lydian dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (5/5/2022).

Sepanjang Ramadhan tahun ini, Meta mencatat, komunitas di seluruh dunia saling berbagai ucapan selamat Ramadan di Facebook dan Instagram.

 


Selamat Ramadan dan Happy Mubarak

Layanan mirip TikTok milik Instagram, Reels, diuji coba di India usai pemblokiran TikTok (Foto: Instagram)

Sejak akhir Maret 2022, ada lebih dari 39 juta orang di seluruh dunia mengucapkan 'Selamat Ramadan' dan 'Happy Mubarak', dan lebih dari 1,4 juta orang di antaranya berasal dari Indonesia.

Lalu secara khusus di platform Facebook, ada lebih dari 3,7 juta orang di seluruh dunia bergabung dengan lebih dari 14.000 grup Facebook yang memiliki minat dan fokus terkait Ramadhan pada 2022.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 3.340 grup Facebook yang fokus pada Ramadhan dengan jumlah anggota mencapai 365.515 orang. Selain itu, Meta juga menunjukkan lebih dari 219.000 orang di seluruh dunia mengatakan mereka tertarik mengikuti acara terkait Ramadhan selama bulan suci tahun ini.

Tidak hanya itu, Ramadhan tahun ini juga memberikan inspirasi pada komunitas global untuk membantu lebih banyak orang memberikan donasi. Pada momen ini, orang banyak menyalurkan donasi melalui Facebook dan Instagram ke lebih dari 500 organisasi nirlaba di seluruh dunia.


Orang Habiskan Waktu Lebih Lama di Instagram dan Facebook

Instagram Reels. Kredit: Instagram

Sebelumnya, Meta mengklaim konten video pendek mereka, Reels, sukses membuat mendorong pengguna untuk menghabiskan waktu lebih banyak di media sosialnya, Instagram.

Melalui laporan pendapatan di kuartal pertama (Q1) 2022, Meta menyebutkan, Reels membuat pengguna Instagram menghabiskan waktu 20 persen lebih lama di Instagram, dan 50 persen lebih lama di Facebook.

Meski begitu, mereka tidak merinci berapa banyak waktu yang digunakan oleh pengguna, dengan keberadaan Reels. Meta hanya mencatat, fitur ini memiliki kinerja yang baik di Facebook.

Mengutip Tech Crunch, Rabu (4/5/2022), CEO Meta Mark Zuckerberg, mengatakan meski Reels belum menghasikan pendapatan sebaik Stories, namun mereka optimistis untuk meningkatkannya di masa depan.

Zuckerberg juga mengatakan, berdasarkan pengalaman perusahaan untuk Stories, mereka juga tidak menghasilkan uang seperti feed utama, namun meningkat dari waktu ke waktu.

Selain melihat peningkatan tren video pendek, Meta juga melihat kemajuan dalam rekomendasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yang mendorong lebih banyak konten baik di Reels maupun unggahan.


Pesaing TikTok

Reels di Facebook (Tangkapan Layar Facebook)

Zuckerberg menjelaskan, feed berubah dari yang dikuratori secara eksklusif oleh lingkaran sosial pengguna, menjadi direkomendasikan oleh AI.

"Mampu secara akurat merekomendasikan konten dari seluruh dunia yang tidak Anda ikuti secara langsung membuka banyak video dan postingan menarik dan bermanfaat yang mungkin Anda lewatkan," ujar Mark Zuckerberg. 

Zuckerberg juga mengklaim, AI yang mereka bangun bukan hanya sistem rekomendasi untuk video berdurasi pendek.

"Tetapi juga mesin penemuan yang dapat menunjukkan kepada Anda semua konten paling menarik yang telah dibagikan orang-orang di seluruh sistem kami," imbuhnya.

Reels sendiri merupakan salah satu strategi Meta untuk menghadapi persaingan di konten-konten video pendek dengan platform berbagi video asal Tiongkok, TikTok.

Tak hanya Meta, Google pun juga mencoba menantang TikTok dengan merilis fitur serupa yaitu YouTube Shorts. YouTube pun dilaporkan mulai melakukan uji coba untuk menampilkan iklan di konten Shorts.

(Ysl/Tin)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya