Gojek Hadirkan Fitur untuk Ajak Pengguna Berkontribusi Menanam Pohon

Oleh Giovani Dio Prasasti pada 20 Apr 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 20 Apr 2022, 19:00 WIB
Penanaman Pohon di Taman Konservasi Mangrove Pesisir Bedono (Dok. Gojek)
Perbesar
Penanaman Pohon di Taman Konservasi Mangrove Pesisir Bedono (Dok. Gojek)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang peringatan Hari Bumi, Gojek dan GoTo Financial memperkenalkan fitur yang memudahkan konsumen untuk membantu menanam pohon, hanya dengan menggunakan layanan GoRide dan GoCar.

Dua perusahaan GoTo ini mengungkapkan, dengan fitur Pohon Kolektif #GoGreener, pelanggan bisa bepergian sekaligus berkontribusi dalam penanaman pohon senilai Rp 1.000 saat naik GoRide dan Rp 2 ribu untuk GoCar.

"Kami bangga teknologi Gojek bisa menggerakkan banyak orang untuk berkontribusi pada lingkungan dengan cara yang semakin mudah," kata Tanah Sullivan, Head of Sustainability GoTo Group.

Dalam keterangan persnya, Rabu (20/4/2022), Tanah mengatakan, lewat kampanye ini, di momen Hari Bumi, Gojek berkomitmen menambahkan jumlah pohon yang berhasil dikumpulkan konsumen pada periode 22 April hingga 21 Mei 2022.

Untuk fitur ini, pelanggan dapat mengaktifkan Pohon Kolektif #GoGreener dengan mengklik tombol di sebelah voucher saat melakukan pemesanan GoRide atau GoCar.

Setelah itu akan muncul fitur Pohon Kolektif #GoGreener, lalu pelanggan dapat menggeser tombol yang ada untuk mengaktifkannya.

Pohon Kolektif #GoGreener merupakan bagian dari program #GoGreener yang diluncurkan Gojek pada 2019 guna bertujuan untuk menghapus jejak karbon.

Kurang dari sebulan pertama sejak fitur ini diluncurkan, diklaim lebih dari 100 ribu konsumen Gojek yang mendukung program ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Gandeng Jejak.in

Konferensi pers GoGreener (Dok. Gojek)
Perbesar
Konferensi pers GoGreener (Dok. Gojek)

Sebelumnya, pelanggan Gojek dapat turut serta dalam program #GoGreener Serap Jejak Karbon.

Di sini, pelanggan bisa menghitung emisi karbon yang dihasilkan dalam sehari, sebulan bahkan setahun, dan menemukan berapa pohon yang harus ditanam untuk menyerap jejak karbon lewat kalkulator Emisi GoGreener yang ada di aplikasi Gojek.

Fitur Pohon Kolektif #GoGreener dijalankan dengan menggandeng Jejak.in, startup di bidang lingkungan, yang menyediakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memantau serta mengelola pohon atau tanaman.

Lewat teknologi ini, proses menanam pohon untuk menyerap jejak karbon dapat dijalankan dengan, mudah, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam peluncurannya, Gojek telah menanam 1.000 bibit pohon di Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Penanaman tersebut menambah 5 ribu pohon yang sebelumnya telah ditanam dan diadopsi oleh Gojek dan konsumennya di 13 lokasi berbeda di wilayah Indonesia sepanjang periode 2020 sampai 2021.

 


Target Rehabilitasi Kawasan Mangrove

Tempat Wisata di Rembang
Perbesar
Ilustrasi Hutan Mangrove / Sumber: Pixabay

Sementara, Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) mengungkapkan, pemerintah Indonesia menargetkan rehabilitasi 600 ribu hektar kawasan kritis mangrove di Indonesia.

Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kemenkomarves pun mengatakan, dibutuhkan dukungan pentahelix (multi-pihak) termasuk dari sektor swasta.

Nani mengatakan, hal ini sejalan dengan inisiatif Gojek yang juga mengajak pengguna ekosistemnya untuk bisa tanam pohon, salah satunya Mangrove.

"Di sisi lain terkait pengelolaan sampah, Indonesia sudah berhasil mengurangi kebocoran sampah dari darat ke laut sebesar 28,5 persen hingga tahun 2021," kata Nani.

"Capaian ini sangat menggembirakan karena sudah melebihi nilai 2,6 persen dari target yang ditetapkan sebelumnya," imbuhnya.


Bisnis UMKM Ramah Lingkungan

Kolaborasi GoTo Digadang Perkuat UMKM
Perbesar
Sinergitas Gojek dan Tokopedia disebut-sebut mampu mendukung digitalisasi UMKM di Indonesia sehingga mampu memperluas jaringan pasarnya. (Dok: GoTo)

Tanah melanjutkan, inisiatif #GoGreener di 2022 turut mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lewat kampanye #DariAksiKecil.

Kampanye ini mengedukasi dan memfasilitasi mitra usaha, terutama UMKM, untuk turut bisa menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan sekaligus diharapkan agar dapat membantu perkembangan bisnis mitra usaha.

Menurut Tanah, sejak dilaksanakan Februari hingga awal April 2022, terdapat lebih dari 1.730 mitra UMKM yang antusias hadir dalam rangkaian pelatihan #DariAksiKecil.

"Tentunya kami ingin terus memperluas pemahaman dan dampak pentingnya bisnis yang ramah lingkungan, dengan merilis eBook #DariAksiKecil yang dapat diunduh oleh mitra usaha Gojek dan GoTo Financial dan publik secara gratis," lanjut Tanah.

Kampanye ini juga bermitra dengan organisasi lainnya.

Lewat program kerja sama dengan Waste4Change, mitra usaha dapat menjual minyak jelantah dan sampah kering seperti kardus dan plastik kemasan bekas industri rumah tangga atau operasional usaha untuk didaur ulang.

Selain itu, disediakan pula promo untuk setiap pembelian packaging ramah lingkungan di Avani Eco khusus bagi mitra usaha Gojek dan GoTo Financial.

(Dio/Ysl)

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Perbesar
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya